Home » , » Dana dari non muslim untuk masjid

Dana dari non muslim untuk masjid

Written By Dadak Raden on Rabu, 18 Juli 2012 | 19.21.00

Pertanyaan :

Assalamualaikum wrohmatulloh, Sahabat Fk
Afwan saya ingin bertanya
Bagaimana hukumnya orang islam menerima pemberian masjid dari orang non islam? Syukron jazakumulloh

( Dari : Umayyah El Khulwa )


Jawaban :

Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh

Alloh berfirman dalam surat At Taubat ayat 17 dan 18 :

ما كانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَساجِدَ اللَّهِ شاهِدِينَ عَلى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولئِكَ حَبِطَتْ أَعْمالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خالِدُونَ (17) إِنَّما يَعْمُرُ مَساجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللَّهَ فَعَسى أُولئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ (18)

17.  Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.

18.  Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Dari ayat diatas sebagian ulama’ menyimpulkan hukum pelarangan non muslim untuk ikut andil dalam pembangunan masjid secara mutlak, namun menurut pendapat jumhurul ulama’ orang kafir boleh dijadikan pekerja untuk pembangunan masjid, karena pelarangan tersebut adalah jika pekerjaan orang kafir tersebut sampai menguasai dan mengatur segala kemaslahatan masjid,seperti menjadi nadzir masjid atau nadzir waqof, jadi jika hanya ikut andil dalam pembangunan diperbolehkan.

Jika kita mengikuti pendapat jumhurul ulama’ yang memperkenankan orang kafir ikut ambil bagian dalam pembangunan masjid maka diperbolehkan menerima dana bantuan pembangunan masjid dari orang kafir,apalagi jika kita sedang membutuhkan dana tersebut, selama pendanaan tersebut tidak membahayakan bagi kaum muslimin.

Referensi :
1. Tafsir Al Munir, Juz : 10  Hal : 140-141
2. Rowai’ul bayan, Juz : 1 Hal : 574
3. Fatawa Syabakah, No. 75831

Ibarot :

Tafsir Al Munir, Juz : 10  Hal : 140-141

والأصح أنه يجوز استخدام الكافر في بناء المساجد، والقيام بأعمال لا ولاية له فيها، كنحت الحجارة والبناء والنجارة، فهذا لا يدخل في المنع المذكور في الآية، إنما المنع موجه إلى الولاية على المساجد والاستقلال بالقيام بمصالحها، مثل تعيينه ناظر المسجد أو ناظر أوقافه. وقيل: إن الكفار ممنوعون من عمارة مساجد المسلمين مطلقا.
ولا مانع أيضا من قيام الكافر ببناء مسجد أو المساهمة في نفقاته، بشرط ألا يتخذ أداة للضرر، وإلا كان حينئذ كمسجد الضرار

Rowai’ul bayan, Juz : 1 Hal : 574

الحكم الثالث : هل يجوز استخدام الكافر فى بناء المساجد ؟
أخذ بعض العلماء من الاية الكريمة أنه لا يجوز أن يستخدم المسلم الكافر في بناء المسجد لأنه من العمارة الحسية, وقد نهى تعالى عن تمكين المشركين من عمارة بيوت الله.
والظاهر جواز استخدامه لأن الممنوع منها إنما هو ( الولاية ) عليها, والإستقلال بتصريف شؤونها, كأن يكون ناظر المسجد, أو المتصرف بالوقف كافرا, وأما ستخدام الكافر في عمل لا ولاية فيه, كنحت الحجارة وابناء والنجارة, فلا يظهر دخوله في المنع, وهذا قول جمهور الفقهاء

Fatawa Syabakah, No. 75831

استخدام هبة الكافر في بناء المسجد
………………………………………………
فلا مانع من أن تطلبوا من كافر إعانة مالية يهبكم إياها ثم تستعينون بها في بناء مسجد ، كما لا حرج في قبولها منه دون طلب لا سيما مع عجزكم عن بنائه وحاجتكم إليه، ولا يلزمكم البحث عن مصدر ماله الذي تبرع به هل هو من حلال أو من حرام ، ولكن إذا علمتم أن عين المال الذي أعطاكم إياه حراما فلا يجوز لكم قبوله وصرفه في بناء المسجد

Ana Abdulloh Alhasan
Menurut hukum fiqih, organisas iIslam menerima bantuan non muslim itu boleh. Tetapi ditinjau dari sudut tasawwuf, sebaiknya jangan sampai menerima bantuan dari non muslim, apa lagi memintanya.

Sebab biasanya bantuan dari non muslim tersebut membawa pengaruh yang negatif.
Lebih-lebih jika bantuan itu diperoleh dengan cara yang tidak halal. Perhatikan pondok-pondok pesantren dan madrasah-madrasah yang telah menerima bantuan dari luar. kalau mutunya tidak merosot, maka barokahnya yang hilang.

Dasar pengambilan:
a. Kitab Tuhfatul Habib halaman 167:
يَصِحُّ وَقْفُ مُطْلَقِ التَّصَرُّفِ المُخْتَارِ فَيَصِحُّ مِنْ كَافِرٍ وَلَوْ لِمَسْجِدٍ.
Sah wakaf dari kemutlakan tasaruf yang suka rela, maka sah wakaf dari orang kafir meskipun untuk masjid.
b. Kitab Asyarqawi juz 2 halaman 147:
قَوْلُهُ (وَاَنْيَكُوْنَ الواَقِفُ اَهْلاً لِلتَّبَرُّعِ) فَيَصِحُّ مِنْ كَافِرٍ وَلَوْلِمَسْجِدٍ وَمُصْحَفٍ وَكُتُبٍ عِلْمٍ. وَاَنْ لَم يَعْتَقِدْ ذَالِكَ قُرْبَةً اِعْتِبَارًا بِاعْتِقَاد ِنَا.
Ucapan musanif (Dan hendaklahorang yang yang berwakaf itu adalah ahli kebajikan) maka sahwakaf dari orang kafir meskipun untuk masjid atau mushaf atau buku-buku ilmu pengetahuan. Dan hendaknya hendaknya pewakaf tidak meyakini wakaf tersebut untukibadah (mendekatkan diri kepadaAllah) karena memperhatikan keyakinan kita.
 Dasar pengambilan
Kitab Yas'alunaka Fi ad Dini Wa alHayah juz IV halaman 11:
السُّؤَال: مَا رَأْيُ الدِّيْنِ فِى بِنَاءِ المَسَاجِدِ مِنْ تَبَرُّعَاتِ غَيْرِ المُسْلِميْنَ ؟
الجَوابُ: جَاءَ فِى بَعْضِكُتُبِ التَّفْسِيْرِ أنَّهُ إِذَا بَنَى بَعْضُ النَّاسِمِنْ غَيْرِ المُسْلِمِيْنَ مَسْجِدًا, او بِنَاءِ مَسْجِدٍ, فَلِلْمُسْلِمِيْنَ أنْ يَقْبَلُوا هَذَا المَسْجِدَ, او هَذَا المَالَ, بِشَرْطِ ألاَّ يَتَرَتَّبَ عَلَى ذَلِكَ ضَرَرٌ ديْنِيٌّ او سِيَاسِيٌ.
وَقَدْ ذَكَرَتْ لَجْنَةُ الفَتْوَى بِالأَزْهَرِ أنَّ مَذْهَبَ الحَنَابِلَةِ وَالشَّافِعِيَّةِ وَالحَنَفِيَّةِ لاَيَرَى مَانِعًا مِنْ صَلاَةِ الجُمُعَةِ وَغَيْرِهَا مِنْ سَآئِرِ الصَّلَوَاتِ فِىالمَسْجِدِ الَّذِى يَبْنِيْهِ مَسِحِيٌّ.
وَمِنْ ذَلِكَ نَفْهَمُ أنَّهُ لَيْسَ هُنَاكَ مَا يَمْنَعُ مِنْ قَبُولِ تَبَرُّعَاتِ مِنْ غَيْرِ المُسْلِمِيْنَ لِلإِسْهَامِ فِى بِنَاءِ المَسْجِدِ, بِشَرْطِ ألاَّيَتَرَتَّبُ عَلَى ذَلِكَ تَدْخُلُ مَا فِى شُئُونِ المُسْلِمِينَ او عِبَادَتِهِمْ, وَيَتَرَتَّبُ عَلَى ذَلِكَ ضَرَرُ المُسْلِمِيْنَ.
Soal: Apa pandangan agama mengenai bangunan masjid dari bantuan sukarela dari orang-orang non muslim?

Jawab: Telah datang dalam sebagian kitab-kitab tafsir bahwa sesungguhnya apabila sebagian manusia bukan muslim membangun sebuah masjid bagi orang-orang muslim, atau menyerahkan harta untuk membangun masjid, maka hendaklah orang-orang muslim menerima masjid ini atau harta ini, dengan syarat hal tersebut tidak menimbulkan bahaya yang bersifat agama atau politik.

Lajnah fatwa dari al Azhar telah menyebutkan bahwa madzhab Hanbali, Syafii dan Hanafi tidak melihat sesuatu yang mencegah untuk salat Jumuah atau salat-salat lainnya di masjid yang dibangun oleh orang Nasrani.

Dari hal tersebut kita dapat memahami bahwa dalam agama Islam tidak ada hal yang melarang untuk menerima bantuan sukarela dari orang-orang non muslim untuk memberi bagian dalam pembangunan masjid, dengan syarat hal tersebut tidak menimbulkan campur tangan dalam kepentingan-kepentingan orang-orang muslim atau campur tangan dalam peribadatan mereka, atau menimbulkan bahaya bagi orang-orang muslim.

Lha kalo zaman skrng mana ada orang ksh ssuatu tanpa ada embel2nya, paling tdk pst ada mksd and tujuan lain..

Kalo ada yg benar2 ikhlas cuma seribu satu, lha sedangkan hukum fiqih itu yg dipakai ahlabnya bkn kolilnya suatu perkara..



Oleh Siroj Munir di Fiqh Kontemporer