Home » » HUKUM MENG-IDOLA-KAN NON MUSLIM

HUKUM MENG-IDOLA-KAN NON MUSLIM

Written By Fiqh Kontemporer on Kamis, 05 Juli 2012 | 15.49.00

Bismillahirrahmaanirrahiim

Corak dan gaya hidup masyarakat modern sepertinya nyaris telah mengalami keterbalikan dari yang seharusnya. Ekspresi penampilan dan sepak terjang, praktis mengubah sebuah tontonan manjadi tuntunan dan tuntunan menjadi tontonan.

Adalah sangat wajar jika gejala masyarakat seperti ini lalu menempatkan dunia intertainment menjadi sebuah kiblat pandangan hidup dan sekaligus menggeser nilai-nilai etik dan norma agama jauh dari perilakunya dan pekertinya.

Realitas demikian bisa kita perhatikan dari betapa lekatnya ranah kehidupan masyarakat modern khususnya generasi muda dengan dunia intertainment, musik, olahraga dan semarak dunia hiburan lainnya yang identik dengan kebiasaan kuffar atau fussaq.

Dan gejala masyarakat seperti ini tidak hanya berhenti pada aspek hiburannya, melainkan telah menjadikan figur-figur yang menjadi iconnya sebagai idola dan contoh gaya hidup yang mereka tiru dan ikuti dalam gerak-gerik perilakunya.

Dalam dunia olahraga, kita bisa menjumpai insan-insan maniak, seperti GIBOL (penggila bola) yang tak jarang dalam mengekspresikan kegilaannya, meraka berpenampilan dengan performance figur idolanya dengan segala simbol dan karakternya, seperti membeli pakaian atau poster yang bergambar sang idola atau logo-logo club idolanya bahkan mengenakannya atau memasangnya sebagai aksesoris tertentu.

Namun satu hal yang cukup ironis, club atau figur yang diidolakan adalah orang atau club non-Muslim atau setidaknya orang yang fasiq. Fenomena serupa juga bisa kita saksikan dalam dunia musik, film dan lainnya.

Pertanyaan :

a. Bagaimana hukum mengidolakan figur-figur yang menjadi icon dunia intertainment seperti bintang film, pemain sepak bola atau pemain musik ?

Jawaban :

a. Pengertian idola dalam kamus popular adalah sanjungan atau pujaan/menyembah. Pengidolaan merupakan fi’l al qalbi karena itu bisa diartikan dalam istilah fiqh
ميل القلب , المودة, الركون .
Dengan demikian pengidolaan itu apabila dilandasi atas kekufurannya maka hukumnya haram/kufur, apabila pengidolaan itu dilandasi oleh pengakuan atas kelebihan skill seseorang hukumnya khilaf;

- haram bila mengakibatkan sang idola ienas (terhibur),pengagungan padanya atau menimbulkan anggapan segala perilakunya baik.

- makruh karena bisa mengakibatkan mahabbah.

- Jawaz bila tidak mengakibatkan mahabbah pada kekufuran.

Dasar Pengambilan Hukum

Al Hadits
ــ قال النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: «إِذَا مُدِحَ الْفَاسِقُ غَضِبَ الرَّبُّ وَاهْتَزَّ لِذٰلِكَ الْعَرْشُ» (ابنُ أَبِي الدُّنْيَا فِي ذَم الْغيبةِ (4)هب) عن أنس (عد) عن بريدَةَ رضيَ اللَّهُ عنهُ.

Tafsir al Rozi

والقسم الثالث: وهو كالمتوسط بين القسمين الأولين هو أن موالاة الكفار بمعنى الركون إليهم والمعونة، والمظاهرة، والنصرة إما بسبب القرابة، أو بسبب المحبة مع اعتقاد أن دينه باطل فهذا لا يوجب الكفر إلا أنه منهي عنه، لأن الموالاة بهذا المعنى قد تجره إلى استحسان طريقته والرضا بدينه، وذلك يخرجه عن الإسلام فلا جرم هدد الله تعالى فيه فقال: وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ ٱللَّهِ فِي شَىْءٍ .

Al Furuq al Lughawiyah 1 hal 352


المحبة وهو إرادة الإعظام والإجلال

Ihya Ulumuddin 2 hal 143

وإن اجتمع في شخص خير وشر وجب أن يحب لأجل ذلك الخير ويبغض لأجل ذلك الشر
.
Madarijussalikin

وفي الوحشة نكتة لطيفة لأن الالتذاذ بالمحنة في المحبة هو من موجبات أنس القلب بالمحبوب فإذا أحس بالألم بحيث يحتاج إلى الصبر انتقل من الأنس إلى الوحشية ولولا الوحشة لما أحس بالألم المستدعي للصبر.

Nihayatul Muhtaj 8 halaman 102
Bujairami ala al khatib hal 192

b. Sejauh manakah batasan seseorang sudah dikatakan mahabbah bi al-kuffar yang diharamkan ? Dan apakah dengan membeli poster, kaset atau pakaian yang bergambar pemain atau logo club, menonton konser musik atau pertandingan non-Muslim sudah menjadi bukti seseoarang dikatakan mahabbah bi al-kuffar ?

Jawaban:
Sejauh menyebabkan keharaman sebagaimana kriteria pada poin a. Adapun perilaku membeli poster, kaset, pakaian bergambar pemain atau logo club atau menonton konser musik termasuk sesuatu korelatif dengan cinta maka hukumnya makruh
Dasar Hukum

Idem point a

c. Bagaimana hukum memasang atau mengenakan pakaian yang bergambar logo club sepak bola, group band, foto pemain sepak bola, pemain musik atau film ?

Jawaban
Menurut Madzhab Hanbali hukumnya makruh karena perilaku tersebut taarud ilaa ma yujibul mahabbah (menampakkan kecintaan pada orang fasiq/kufur )

Dasar Hukum
Kasyful Qona’ an Al Iqna’ bab ahkam al dzimmah
(و) يكره (التعرض لما يوجب المودة بينهما ) لعموم قوله تعالى: {لا تجد قوماً يؤمنون بالله واليوم الآخر يوادون من حاد الله ورسوله} ـ الآية

Semoga beemanfaat...aamiin