Home » » Larangan bacaan Basmallah pada surat attaubah

Larangan bacaan Basmallah pada surat attaubah

Written By Fiqh Kontemporer on Minggu, 01 Juli 2012 | 19.08.00




Saif El Nashr
imam al qurtubi mengatakan..

واختلف العلماء في سبب سقوط البسملة من أول هذه السورة على أقوال خمسة :

الأول : أنه قيل كان من شأن العرب في زمانها في الجاهلية إذا كان بينهم وبين قوم عهد فإذا أرادوا نقضه كتبوا إليهم كتابا ولم يكتبوا فيه بسملة ، فلما نزلت سورة براءة بنقض العهد الذي كان بين النبي صلى الله عليه وسلم والمشركين بَعَثَ بها النبي صلى الله عليه وسلم علي بن أبي طالب رضي الله عنه فقرأها عليهم في الموسم ولم يبسمل في ذلك على ما جرت به عادتهم في نقض العهد من ترك البسملة .

ثم ذكر بقية الأقوال ، ومنها :

قول رابع : - قاله خارجة وأبو عصمة وغيرهما - قالوا : لما كتبوا المصحف في خلافة عثمان اختلف أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال بعضهم : براءة والأنفال سورة واحدة ، وقال بعضهم : هما سورتان ، فَتُرِكتْ بينهما فرجة لقول من قال أنهما سورتان ، وتُرِكت بسم الله الرحمن الرحيم لقول من قال هما سورة واحدة ، فرضي الفريقان معا ، وثبتت حجتاهما في المصحف .


وقول خامس : قال عبد الله بن عباس سألت علي بن أبي طالب لِمَ لَمْ يُكتب في براءة بسم الله الرحمن الرحيم ؟ قال : لأن ( بسم الله الرحمن الرحيم ) أمان ، وبراءة [ التوبة ] نَزَلَتْ بالسيف ليس فيها أمان ، ورُوي معناه عن المبرد ، قال : ولذلك لم يُجمَع بينهما ، فإن بسم الله الرحمن الرحيم رحمة ، وبراءة نزلت سخطة ، ومثله عن سفيان ، قال سفيان بن عيينة : إنما لم تُكتب في صدر هذه السورة ( بسم الله الرحمن الرحيم ) ؛ لأن التسمية رحمة والرحمة أمان ، وهذه السورة نزلت في المنافقين وبالسيف ولا أمان للمنافقين . والصحيح أن التسمية لم تُكتَب لأن جبريل عليه السلام ما نزل بها في هذه السورة ، قاله القشيري .

Pendapat pertama: mengatakan bahwa sudah menjadi kebiasaan orang2 arab pada zaman dahulu, apabila ada di antara mereka perjanjian tertulis maka mereka menuliskan Basmalah.. Akan tetapi jika ingin membatalkan perjanjian tersebut, mereka menuliskannya tanpa membubuhi atau meletakan Basmalah pada awalnya.. Ketika turunnya surah at-Taubah yang menandai tidak berlakunya perjanjian antara Rasulullah SAW dan orang2 musyrikin, Rasulullah SAW mengutus Ali bin Abi Tholib RA membacakan surah tersebut dengan tanpa menyertakan Basmalah di awalnya.

Pendapat kedua: mengatakan bahwa terdapat kesamaan antara surah at-Taubah dengan surah sebelumnya (al-Anfal) maka dikatakan bahwa surah at-Taubah merupakan kelanjutan dari surah sebelumnya, sehingga tidak ada Basmalah di awal surah tersebut. Pendapat ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh imam Tirmidzi.

Pendapat ketiga: mengatakan bahwa surah at-Taubah berdekatan dengan surah al-Baqoroh dan mempunyai kesamaan antara keduanya, maka tidak dituliskan basmalah di awal surat tersebut.

Pendapat keempat: mengatakan bahwa ketika dilakukan perbaikan mushaf pada zaman kholifah Utsman RA terdapat perbedaan pendapat antara para penulis mushaf, "apakah surah at-Taubah dan surah al-Anfal merupakan satu surah atau dua surah yang berbeda?" Untuk mengambil jalan tengah dari dua pendapat tersebut, maka ditetapkan bahwa surah at-Taubah dan surah al-Anfal adalah dua surah dengan tanpa menuliskan basmalah di awal surah at-Taubah.

Pendapat kelima: Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas ketika di tanya oleh Ali bin Abi Tholib RA "kenapa tidak dituliskan Basmalah di awal surah at-Taubah?" Beliau menjawab "Basmalah mempunyai makna keamanan dan perdamaian dan surat at-Taubah turun dalam bayang2 pedang ketika berlangsungnya perang tabuk, di mana tidak ada situasi aman pada saat itu" Basmalah itu sendiri menyiratkan makna rahmat kasih sayang, sedangkan surah at-Taubah banyak berisi kecaman dan sanggahan terhadap sikap orang2 munafik dan orang kafir, maka tidak ada rahmat bagi mereka.

Ada juga riwayat yang mengatakan bahwa malaikat Jibril tidak menyertakan Basmalah ketika menurunkan surah tersebut..
Zidna Zidan Nafi'a

Surat At-Taubah, atau sering disebut juga dengan nama surat Baro'ah. Disebut dengan Baro'ah yang bermakna pemutusan hubungan, karena isinya merupakan bentuk pemutusan hubungan (perjanjian damai) dengan musuh-musuh Islam saat itu. Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Pengumuman ini disampaikan oleh Saidina Ali radiyallahu 'anhu pada musim haji tahun itu juga.

Pada penulisan surat At-Taubah dalam mushaf Al-Qur'an, lafadz basmalah
tidak dicantumkan dipermulaan surat tersebut. Hal tersebut berbeda dengan surat-surat yang lainnya yang mencantumkan basmalah di permulaan ayat. Ada beberapa penjelasan dari para ulama mengapa basmalah tersebut tidak dicantumkan di permulaan surat At-Taubah.

1. Pendapat Pertama
Al-Mubarrid berpendapat bahwa merupakan kebiasaan orang Arab apabila mengadakan suatu perjanjian dengan suatu kaum kemudian bermaksud membatalkan perjanjian tersebut, maka mereka menulis surat dengan tidak mencantumkan basmalah di dalamnya. Maka ketika turun surat baro'ah (At-taubah) yang memutuskan perjanjian antara Nabi SAW dengan orang-orang musyrik, beliau mengutus Ali bin Abi Thalib ra. kemudian membacakan surat tersebut tanpa mengucapkan Basmalah di permulaannya. Hal ini sebagaimana kebiasan yang berlaku di bangsa Arab.

2. Pendapat Kedua
Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu Abbas ra. bahwa ia pernah bertanya kepada Ali bin Abi Thalib tentang sebab basmalah tidak ditulis di permulaan surat Baro'ah. Ali bin Abi Thalib ra. menjawab, "Basmalah adalah aman (mengandung rasa aman) sedangkan Baro'ah turun dengan pedang (berkaitan dengan peperangan)."

3. Pendapat Ketiga
Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi dan an-Nasa'i dari Ibnu Abbas ra, bahwa beliau ra. pernah bertanya kepada Utsman bin al-Affan ra, "Apa yang menjadi alasan Anda mencantumkan surat At-Taubah setelah surat Al-Anfal, tanpa mencantumkan basmalah di antara keduanya?" Beliau menjawab bahwa Rasulullah SAW apabila turun suatu ayat, maka beliau akan memanggil para penulis wahyu dan berkata, "Cantumkan ayat-ayat ini di surat yang disebutkan di dalamnya anu dan anu. Surat Al-Anfal merupakan surat-surat yang pertama diturunkan di Madinah, sedangkan Baro'ah merupakan surat yang terakhir turun. Dan ternyata kisah yang terkandung di dalam kedua surat tersebut saling menyerupai, sehingga aku mengira bahwa surat Bara'ah termasuk surat Al-Anfal.

Kemudian Rasulullah SAW wafat sebelum sempat menjelaskan hal tersebut. Oleh karena itu aku menggandengkan kedua surat tersebut dan tidak mencantumkan basmalah di antara keduanya dan menempatkannya dalam As-Sab'u Ath-Thiwal. (Tafsir Fathul-Qadir karya Imam Ali As-Syaukani II/415-416).

Pendapat lain mengatakan:
Ketika Al quran sudah hampir selesai dibukukan (dimushafkan) terjadi perselisihan antara semua para Shahabat apakah Al Anfal (sebelum At taubah) dan At taubah itu tergabung dalam satu surah atau terpisah. Kalau benar satu surah, maka bacaan basmalah yang sebagai Fashil (pemisah) antara surah-surah Al Qur'an cuma dibaca di awal surah Al Anfal. Kalau benar dua surah yang terpisah, maka pada awal surah Al Anfal dibaca ada Basmalah dan juga pada awal surah At Taubah juga dibaca Basmalah.

Kedua pendapat ini sama-sama kuat, maka setelah semua Shahabat bermusyawarah, maka diambil keputusan bahwa Al Anfal dan AtTaubah adalah 2 surah yang terpisah, tetapi pada awal surah At Taubah tidak dibaca Basmalah.

Para Ulama masih berselisih mengenai hal ihwal larangan tersebut. Syeikh Al-Ramli mengatakan makruh membaca Basmalah di awal surah al-Taubah dan sunat di pertengahannya. Imam Ibnu Hajar, Syeikh al-Khatib dan Imam al-Syatibi mengatakan haram membaca Basmalah di permulaan surah aT-Taubah dan makruh di pertengahan.

Itulah beberapa pendapat mengenai alasan tidak dicantumkannya basmalah di permulaan surat At-Taubah. Oleh karena itu jika kita membaca surat tersebut dari permulaannya, maka kita hanya disunahkan mengucapkan ta'awudz saja tanpa basmalah. Demikian halnya jika kita membaca dari pertengahannya. Kita juga cukup membaca ta'awudz saja.

Apabila kamu membaca al-Qur'an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.(QS An-Nahl: 98)

Untuk menggantikan bacaan basmalah pada awal surat ini, biasanya beberapa mushof menyertakan bacaan ta’awudz yang khusus untuk mengawali surat ini. Bacaan Ta’awudz tersebut adalah sebagai berikut :

A'uudzubillaahi minannaari wa minsyarril kuffaar wa min ghodlobil jabbaar. Al 'izzatulillahi wa lirosuulihii wa lilmu'miniin

Sumber dan referensi:

http://4hmadyusuf.multiply.com/reviews/item/11

http://www.acehforum.or.id/showthread.php?8828-Kenapa-Surat-At-Taubah-ga-baca-basmalah-baca-ini-yah

http://lilmessenger.wordpress.com/2008/03/24/larangan-membaca-basmalah-pada-awal-surat-at-taubah/