Home » , » Hukum Memotong Rambut Atau Kuku Ketika Haid

Hukum Memotong Rambut Atau Kuku Ketika Haid

Written By Dadak Raden on Rabu, 18 Juli 2012 | 18.17.00


Pertanyaan :
Assalamu’alaikum... 
Mau tanya., ketika wanita dtg bulan,boleh memotong kuku dan memotong rambut?
(Dari : Mojang Mj dan Amnah Basuni)


Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh..

Seorang yang junub atau perempuan yang haid sebaiknya tidak memotong kuku, rambut karena bagian yang terpotong dari badan manusia akan dikembalikan kelak di hari kiamat dan orang tersebut kelak akan menghadap Allah juga dalam keadaan membawa hadats besar sebagaimana dikemukakan Imam Al-Ghozali dalam Ihya’ Ulumiddin. Pendapat yang dikemukakan oleh Imam Al-Ghozali di dalam Ihya’ memakai redaksi kalimat “لا ينبغي “. Kalimat ini bisa menunjukkan hukum makruh atau haram (paling tidak dihukumi makruh).

Namun menurut ulama’ lain seperti Imam Qulyubi, anggota tubuh yang dikembalikan di hari kiamat adalah anggota yang ada pada saat dia meninggal dunia, bukan yang telah terpotong sebelumnya, karena anggota badan dikembalikan pada hari kebangkitan adalah anggota tubuh yang ada saat dia mati. Jadi, jika mengacu pada pendapat ini alas an yang dikemukakan tidak bisa diterima, karena itu alas an tersebut tidak dapat dijadikan alas an pelarangan memotong kuku atau rambut saat haid.

Kesimpulannya, masih terjadi perselisihan mengenai pelarangan memotong kuku dan rambut saat haid dan sebelum mandi besar, jadi sebaiknya hal tersebut tidak dilakukan untuk menghindari perselisihan pendapat dalam masalah ini dan sebagai langkah ihthiyath (kehati-hatian). Wallahu a’lam.

(Dijawab oleh: Saif El-Nashr dan Siroj Munir)


Referensi :
1. Ihya’ Ulumiddin /I /401

ولا ينبغي أن يحلق أو يقلم أو يستحد أو يخرج الدم أو يبين من نفسه جزءاً وهو جنب؛ إذ ترد إليه سائر أجزائه في الآخرة فيعود جنباً، ويقال إن كل شعرة تطالبه بجنابتها

2. Al-Fawa’id Al-Makkiyah, Hal: 54

وينبغي الأغلب فيها استعمالها في المندوب تارة والوجوب اخرى ويحمل على احدهما بالقرينة، وقد يستعمل للجواز والترجيح ولا ينبغي قد تكون للتحريم او الكراهة

3. Hasyiyah Al-Qulyubi Ala Syarhil Mahalli, Jilid: 1  Hal: 78

فائدة : قال في الإحياء لا ينبغي للإنسان أن يزيل شيئا من شعره أو يقص شيئا من ظفره أو يستحد أو يخرج دما أو يبين من نفسه جزءا وهو جنب إذ سائر أجزائه ترد إليه في الآخرة فيعود جنبا ، ويقال : إن كل عشرة تطالبه بجنابتها انتهى ، وفي عود نحو الدم نظر ، وكذا في غيره لأن العائد هو الأجزاء التي مات عليها إلا نقص نحو عضو فراجعه