Home » » VAKSIN SENYAWA BABI

VAKSIN SENYAWA BABI

Written By Dadak Raden on Kamis, 19 Juli 2012 | 15.20.00

VAKSIN SENYAWA BABI
 

Assalamu'alaikum.wr.wb..admin n shbt fk mgulang prtanyaan sy ttng imunisasi sprti yg ukhty ZIDNA minta...Mr d bahas=>1.bagaimnkh hukum imunisasi (polio,bcg,campak,dll)yg bnr?ad yg mgatakn hkm'y haram..krn vaksi2 trsbt brasl dr senyawa babi..2.jika hrm mhn referensi fatwa jg fakta'y..& bgmn solusi hukm'y bg ank2 yg sdh trlnjr d imunisasi...3.knp jk hrm MUI jg Pmrinth tdk mlrang??brpa juta ank yg tlh jd korban??4.bknkh org yg mau prgi haji jg d wjbkn imunissi minginitis bgmn hkm'y??sukron.wss

Hasil Bahtsul Masail PWNU Jatim di PP. Al Usymuni Sumenep Juli 2009

Deskripsi Program pemerintah berupa Imunisasi balita dan vaksin haji yang disinyalir oleh masyarakat ada bahan yang mengandung unsur babi (kami juga... belum mengetahui secara medis). Imunisasi bayi dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi agar tidak rentan penyakit dan dibutuhkan oleh jama’ah haji untuk melindungi dari virus yang mungkin dapat tertular. (PCNU Kab Mojokerto)

Pertanyaan: Bagaimana hukum Imunisasi bagi balita dan vaksin bagi jamaah haji sebagaimana deskripsi di atas?

Jawaban: Sesuai dengan hasil pengujian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia terhadap vaksin Mencevax ACWY nomor bets A73CA24SA (produk lama) dan nomor bets A83CA063B56 (produk baru) yang menyatakan bahwa DNA babi tidak terdeteksi pada kedua contoh vaksin tersebut, maka hukum penggunaan vaksin bagi jamah haji adalah boleh.

Catatan: Tentang kecurigaan adanya keterlibatan enzim babi dalam salah satu bagian dari bahan pembuatan vaksin, mengharap kepada pemerintah agar dapat memproduksi vaksin sendiri, dari bahan yang tidak menimbulkan keresahan.

Dasar Keputusan:

المجموع ج 9 ص 37 (الثالثة)

كل طاهر لا ضرر فيه فهو حلال الا ثلاثة أنواع وذلك كالخبز والماء واللبن والفواكه والحبوب واللحوم الطاهرة وغير ذلك لما ذكره المصنف والاجماع (وأما) الانواع الثلاثة المستثناة (فاحدها) المستقذرات كالمخاط والمني ونحوهما وهى محرمة على الصحيح المشهور وفيه وجه ضعيف حكاه امام الحرمين وغيره أنها حلال وممن قال به في المنى أبو زيد المروزى وحكم العرق حكم المني والمخاط وقد جزم الشيخ أبو حامد في تعليقه

مجموع ِشرح المهدب ج 9 ص 42

وَاتَّفَقُوا عَلَى جَوَازِ الْأَكْلِ إذَا خَافَ عَلَى نَفْسِهِ لَوْ لَمْ يَأْكُلْ مِنْ جُوعٍ أَوْ ضَعْفٍ عَلَى الْمَشْيِ أَوْ عَنْ الرُّكُوبِ وَيَنْقَطِعُ عَنْ رُفْقَتِهِ وَيَضِيعُ وَنَحْوِ ذَلِكَ , فَلَوْ خَافَ حُدُوثَ مَرَضٍ مَخُوفٍ فِي جِسْمِهِ فَهُوَ كَخَوْفِ الْمَوْتِ , وَإِنْ خَافَ طُولَ الْمَرَضِ فَكَذَلِكَ فِي أَصَحِّ الْوَجْهَيْنِ , وَقِيلَ : إنَّهُمَا قَوْلَانِ , وَلَوْ عِيلَ صَبْرُهُ وَأَجْهَدَهُ الْجُوعُ فَهَلْ يَحِلُّ لَهُ الْمَيْتَةُ وَنَحْوُهَا ؟ أَمْ لَا يَحِلُّ حَتَّى يَصِلَ إلَى أَدْنَى الرَّمَقِ ؟ فِيهِ قَوْلَانِ ذَكَرَهُمَا الْبَغَوِيّ وَغَيْرُهُ ( أَصَحُّهُمَا ) الْحِلُّ , قَالَ إمَامُ الْحَرَمَيْنِ وَغَيْرُهُ : وَلَا يُشْتَرَطُ فِيمَا يَخَافُهُ تَيَقُّنُ وُقُوعِهِ لَوْ لَمْ يَأْكُلْ , بَلْ يَكْفِي غَلَبَةُ الظَّنِّ , قَالُوا : كَمَا أَنَّ الْمُكْرَهَ عَلَى أَكْلِ الْمَيْتَةِ يُبَاحُ لَهُ أَكْلُهَا إذَا ظَنَّ وُقُوعَ مَا خُوِّفَ بِهِ , وَلَا يُشْتَرَطُ أَنْ يَعْلَمَ ذَلِكَ فَإِنَّهُ لَا يَطَّلِعُ , عَلَى الْغَيْبِ , وَجُمْلَةُ جِهَاتِ الظَّنِّ مُسْتَنَدُهَا الظَّنُّ ,

فـائدة مهـمة) وهي مـااصـله الطهـارة وغلب على الظن تنــجسه لغــلبة النجـاسة فى مـثله , فيه قولان معروفــان بقــولي الاصل والظاهر اوالغـالب, ارج...ـحها انه طاهر عملا بالاصل المتــيقن لانه اضـبط من الغـالب المخـتـــلـف بالاحوال والازمـان. وذلك كـثياب خمار وحائض وصبــيان وأوانى متديـــنين بالنجــاسة وورق يغـلب نــثره على نجس ولعاب صبي وجـوج اشــتهر عمله بشـحم الخــنزير وجبن شامي اشـتهر عمله بأنفحــة الخنـزير وقد جاءه صلى الله عليه وسلم جـبنة من عندهم فــأكل منهاولم يســئل عن ذلك. ذكره شيخـنا فى شرح المنهــاج .اهـ

FAEDAH PENTING=
Sesungguhnya sesuatu yang aslinya suci kemudian kuat dugaan menjadi najis karena bercampur dengan sesuatu yang najis maka dalam hal ini terdapat dua pendapat yang terkenal.
Pendapat yang lebih unggul adalah bahwa itu suci berdasarkan keasliannya yang telah meyakinkan dank arena lebih kuat ketimbang sekedar dugaan yang bisa berubah-ubah dengan perubahan waktu dan tempat, demikian ini seperti Khammar dan Jukh (sejenis kain sutera).
Dalam al-Mugni disebutkan bahwa Ibn Shalah pernah ditanya tentang jukh yang popular dalam omongan orang banyak bahwa didalamnya mengandung lemak babi, Ibn Shalah menjawab “Ia tidak bisa dihukumi najis sampai kenajisannya benar-benar menjadi nyata.
[Hamisy I’aanah at-Thoolibiin I/104.]

sedangkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan vaksin imunisasi sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh khususnya bagi anak-anak. MUI telah merekomendasikan bahwa dalam proses pembuatan vaksin imunisasi tidak ditemukan zat-zat yang dilarang dalam ajaran Islam sehingga imunisasi diperbolehkan untuk anak.

"Sejauh penelitian yang kita lakukan bahwa hal yang diragukan dalam memproduksi vaksin tidak ditemukan secara subtansi. Artinya ada kebolehan pengunaan vaksin untuk anak-anak kita,” kata Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, dalam dialog bersama Pro 3 RRI, Senin (11/6).

Namun dia tetap meminta agar pemerintah tetap menjamin kehalalan dalam proses pembuatan vaksin. Di dalam Islam, ujar Amirnyah, ada istilah “Istihalah” yakni ketika ada unsur yang meragukan harus dicuci supaya tidak mengandung najis. "Intinya setiap vaksin diberikan harus dijamin kehalalannya termasuk imunasi oral dan suntik," ujarnya.

Fatwa MUI mengenai vaksin mencakup oral atau tetes, suntik dan untuk jamaah haji. Imunisasi adalah upaya meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga dapat mencegah/mengurangi pengaruh infeksi organisme alami ataupun yang 'liar'. Karenanya, vaksinasi dan imunisasi sangat penting.

MUI menegaskan pihaknya akan terus melakukan kontrol dan pengawasan yang ketat untuk produk-produk yang ada di pasaran. MUI mengemban misi dan amanah memelihara dan melindungi umat, dengan ketetapan fatwa halal-haram. Sehingga umat terhindar dari hal-hal yang diharamkan dan dilarang agama.

وَاَللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ