Home » » BUKA PUASA DENGAN BERSENGGAMA

BUKA PUASA DENGAN BERSENGGAMA

Written By Dadak Raden on Rabu, 01 Agustus 2012 | 19.07.00



 








" Karena hubungan intim tersebut dilakukan pada saat berbuka yang berarti sudah tidak lagi berpuasa maka ia tidak terkena kafarot "





Pertanyaan :

Bagi orang berpuasa ramadlon, bolehkan setelah masuk waktu berbuka....
berbuka dengan menyetubuhi istri ? apakah juga tetap terkena Kaffarat.....?
Monggo Ibarot atau Reff.....?

( Dari : Muhammad Zakaria )

Jawaban :

Menurut pendapat yang Mu’tamad (yang dapat dijadikan pegangan) orang yang “ berbuka puasa “ dengan cara menggauli istrinya tidak mendapatkan kesunahan menyegerakan diri dalam berbuka puasa ( ta’jilul fithri ). Alasannya karena berbuka puasa itu ber tujuan untuk untuk mengembalikan stamina setelah seharian berpuasa, sedangkan melakukan hubungan intim malah akan melemahkan stamina tubuh. Sedangkan menurut pendapat lain sudah dianggap " berbuka puasa ".

Namun Syeh Ibrohim Al Bajuri memberikan pengecualian, beliau menjelaskan jika memang tak punya apa-apa yang bisa dibuat berbuka pasa selain berhubungan intim maka diperbolehkan baginya untuk berbuka pasa puasa dengan bersenggama.

Dan karena hubungan intim tersebut dilakukan pada saat berbuka yang berarti sudah tidak lagi berpuasa maka ia tidak terkena kafarot.

( Yv Al Ghiffar, Ubaid bin Hasanan, Mazz Rofii, Brandal Loka Jaya dan Siroj Munir )


Referensi :
1. Nihayatuz Zain, Hal : 194
2. Busyrol Karim, Juz : 1  Hal : 563
3. Hasyiyah Al Bajuri, Juz : 1  Hal : 293

Ibarot :

Nihayatuz Zain, Hal : 194

و) الثاني (تعجيل الفطر) بعد تحقق الغروب وقبل الصلاة للخبر السابق وسن ذلك ولو مارا بالطريق ولا تنخرم مروءته به كطلب الأكل يوم عيد الفطر قبل الصلاة ولو مارا بالطريق والمعتمد عدم حصول سنة التعجيل بالجماع لما فيه من إضعاف القوة

Busyrol Karim, Juz : 1  Hal : 563

ومنه أيضاَ أنه يستحب (تعجيل الفطر)؛ للخبر الصحيح: لا تزال الناس بخير ما عجلوا الفطر، وأخروا السحور
وهل يحصل الفطر بنحو جماع وإدخال نحو عود في أذنه؟ قال (ب ج): الأولى نعم؛ وقال (ق ل): قوله (وتعجيل فطر) أي: بغير جماع.
وإنما يسن ما ذكر (عند تيقن الغروب) أو ظنه بأمارة قوية.

Hasyiyah Al Bajuri, Juz : 1  Hal : 293

فإن لم يجد إلا الجماع أفطر عليه, و قوله بعضهم لا يسن الفطر عليه محمول على ما إذا وجد غيره


Oleh Siroj Munir di FIQHKONTEMPORER/doc