Home » » MENGAMBIL UANG TIPS BAGI PELAYAN

MENGAMBIL UANG TIPS BAGI PELAYAN

Written By Dadak Raden on Kamis, 27 September 2012 | 03.25.00


Nomor Urut : 492
Tanggal Jawaban : 25/05/2005

Memperhatikan permohonan fatwa nomor 1302 tahun 2005 yang berisi:

    Ada seseorang yang bekerja di restoran untuk wisatawan. Setelah selesai makan, pembeli biasanya memberi tips kepada pelayan sebagai imbalan dari pelayanannya. Tidak ada keharusan atau paksaan terhadap pembeli untuk memberikan tips tersebut melainkan murni pemberian saja. Namun, pemilik restoran biasanya akan mengambil tips yang diberikan kepada pelayan jika dia mengetahui hal itu. Oleh karena itu, sebagian pelayan menyembunyikan tips tersebut agar tidak diketahui oleh pemilik restoran.

Pertanyaannya:
1. Apakah tindakan para pelayan itu dibolehkan ?
2. Apakah tindakan pemilik restoran yang mengambil tips tersebut dari pelayan itu dibolehkan ?
 
Jawaban : Mufti Agung Prof. Dr. Ali Jum'ah Muhammad

    Allah telah melarang kita memakan harta orang lain dengan cara tidak benar. Nabi saw. juga menjelaskan bahwasanya tidak halal bagi seorang muslim untuk mengambil harta muslim lainnya kecuali dengan kerelaannya.

    Merupakan hal yang sudah dimaklumi, bahwa pelayan mempunyai hak kepemilikan uang yang terpisah dari hak kepemilikan uang pemilik restoran, begitu pula sebaliknya. Pemilik restoran juga menyewa pelayan untuk melakukan pekerjaan yang karenanya dia berhak mendapatkan bayaran. Dalam akad kerja antara pelayan dan pemilik restoran, juga tidak ada kesepakatan bahwa pemilik restoran berhak mengambil uang yang didapatkan oleh pelayan. Juga tidak ada hubungan perbudakan antara keduanya yang mungkin dijadikan alasan bahwa harta pelayan itu adalah milik pemilik restoran. Dalam akad tersebut hanya disepakati bahwa pelayan harus melakukan pekerjaannya dan pemilik restoran harus memberinya bayaran untuk pekerjaannya itu. Tidak ada alasan yang membolehkan pemilik restoran untuk mengambil apa yang diberikan pembeli kepada pelayan, karena bisa jadi pemberian itu merupakan sedekah, zakat, hibah atau hal lain yang pemilik restoran tersebut tidak termasuk orang yang berhak mendapatkannya. Bahkan uang itu bisa jadi haram bagi pemilik restoran, jika pemberi tidak rela jika tahu bahwa pemilik restoran mengambilnya. Pelayan juga tidak boleh mengambil uang yang diberikan oleh pembeli untuk pemilik restoran sebagai bayaran bagi makanan yang dia beli. Pemilik restoran juga tidak boleh menguasai apa yang diberikan oleh pembeli kepada pelayan sebagai imbalan bagi pelayanannya yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan pemilik restoran.

    Berdasarkan penjelasan di atas, maka secara syarak pelayan boleh menyembunyikan tips yang diberikan pembeli kepadanya jika dia khawatir akan diambil oleh pemilik restoran apabila mengetahuinya. Di sisi lain, pemilik restoran tidak boleh mengambil tips tersebut selama pembeli atau pelayan tidak rela jika tips itu diambilnya, bahkan ketika itu uang tersebut telah menjadi haram baginya dan dia pun wajib membersihkan diri darinya
.
Wallahu subhânahu wa ta'âlâ a'lam.



حكم البقشيش 

الرقـم المسلسل : 492
تاريخ الإجابة : 25/05/2005

اطلعنا على الطلب المقيد برقم 1302 لسنة 2005م المتضمن أنه يعمل في مطعم سياحي، وبعد انتهاء الزبون من الطعام يعطي العاملَ بقشيشًا نظيرًا للخدمة، ولا إلزام على الزبون في هذا بل هي محض عطية للعامل، إلا أن صاحب المطعم يقوم بأخذ هذا البقشيش من العمال، مع العلم بأن الزبون لن يعطي العامل شيئًا إذا علم أن صاحب المطعم سيأخذه منه؛ ولذلك يلجأ بعض العمال إلى إخفاء البقشيش عن صاحب المطعم، فهل تصرفهم جائز؟ وهل أَخْذُ صاحب المطعم هذا البقشيش من العمال جائز؟

الـجـــواب : فضيلة الأستاذ الدكتور علي جمعة محمد

نهانا الله عن أكل أموال الناس بالباطل، وبَيَّن النبي -صلى الله عليه وآله وسلم- أنه لا يحل مال امرئ مسلم إلا عن طيب نفس منه، ومن المعلوم أن العامل له ذمة مالية مستقلة كما لصاحب المطعم، وأن صاحب المطعم إنما استأجره ليعمل عملا يستحق عليه أجرًا، وليس في عقد العمل بين العامل وصاحب المطعم أن يأخذ هذا الأخير كل ما يحصل عليه الأول من مال، وليس بينهما علاقة رِقٍّ مثلا حتى يقال: إن مالَ العبد مالُ سيده، بل على العامل تأديةُ عمله وعلى صاحب المطعم إعطاؤه أجره، وليس وراء ذلك شيء آخر يستحل به صاحب المطعم كل ما يُعطاه العامل مما قد ينوي به المُعْطِي الصدقة أو الزكاة أو الهبة أو أي شيء آخر مما لا يُعَدُّ صاحب المطعم من أهله، بل يكون بالنسبة له مالا حرامًا ما دام أن المال قد خرج من ذمة المُعْطِي إلى العامل ولا تطيب نفسه إذا علم أن صاحب المطعم قد يأخذه لنفسه، وكما لا يجوز للعامل أن يختلس شيئًا مما يدفعه الزبون لصاحب المطعم في مقابل الطعام فكذلك لا يجوز لهذا الأخير أن يستولي على ما يُعطاه العامل من إكرام الزبون له مما لا صلة لصاحب المطعم به في قليل ولا كثير
وبناء على ذلك وفي واقعة السؤال: فإنه يجوز شرعًا للعامل إخفاء ما يُكرِمُه به الزبون عن صاحب المطعم إذا خاف أن يأخذه منه، ولا يجوز لصاحب المطعم أن يستولي على هذا البقشيش ما دام أن نفس الزبون أو العامل لا تطيب بذلك بل يعد حينئذٍ بالنسبة له مالا حرامًا يجب عليه أن يتنزه عنه.

والله سبحانه وتعالى أعلم


Referensi : Fatwa Darul Ifta' Al Mishriyah