Home » , , , , » Orang non muslim memasuki masjid yang diwaqofkan untuk kaum muslimin

Orang non muslim memasuki masjid yang diwaqofkan untuk kaum muslimin

Written By siroj munir on Selasa, 13 November 2012 | 09.57.00


Pertanyaan :
Assalamu alaikum.
Ada seseorang mewaqafkan sebidang tanah dengan mengucapkan : "waqoftu hadzihil ardho masjidan 'alal muslimin' ( saya waqofkan bumi ini sebagai masjid untuk orang-orang islam )

Pertanyaan : Bagaimanakah hukumnya orang kafir masuk ke masjid tersebut, mengingat adanya ketentuan 'al-waqfu 'ala ma syarrothohul waqif" (Waqof tergantung dari apa yang disyaratkan oleh orang yang mewaqafkan) ? Syukron ala jawabih

( Dari : Moh Kholili Aby Fitry )


Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh

Menanggapi masalah masjid yang diwaqofkan untuk orang atau golongan tertentu, apakah diperbolehkan bagi selain orang-orang yang ditentukan dalam waqof memasuki masjid tersebut?  Imam Asnawi dalam kitab "Al-Alghoz" bahwasanya keterangan imam Al- Qoffal dalam fatawi-nya menunjukkan kesan tidak boleh, namun Imam Asnawi tidak sependapat dengan Imam Al-Quffal, menurut beliau berdasarkan dalil qiyas orang lain tetap boleh memasukinya.

Sedangkan menurut Imam Suyuthi jawaban dari permasalahan ini mestinya diperinci, jika yang disebut dalam waqof adalah orang-orang tertentu atau keturunan dari seseorang maka bagi selain mereka dilarang untuk memasuki masjid tersebut. Adapun bila yang disebut adalah suatu kelompok, seperti golongan madzhab syafi'i semisal, maka bagi selain golongan tersebut dilarang masuk. Adapun jika orang yang mewaqofkan secara jelas menyatakan bahwa selain orang-orang atau kelompok yang disebutkan dalam waqoh tidak diperbolehkan masuk, maka tidak diperselisihkan lagi bahwa selain mereka tidak diperbolehkan masuk masjid tersebut.

Hanya saja, ketentuan secara umum yang berlaku bagi orang-orang  kafir adalah mereka hanya boleh memasuki masjid –selain masjidil harom- jika memang mendapat izin dari kaum muslimin  sebagaimana ditegaskan oleh Imam Nawawi dan Imam Rofi'i. Wallohu a'lam.

( Dijawab oleh : Siroj Munir dan Kudung Khantil Harsandi Muhammad )


Referensi :
1. I'anatut Tholibin, Juz : 3  hal : 200
2. I'lamus Sajid Fi Ahkamil Masajid, Hal : 318-319


Ibarot :
I'anatut Tholibin, Juz : 3  hal : 200


وفي سم ما نصه، في فتاوى السيوطي المسجد الموقوف على معينين: هل يجوز لغيرهم دخوله والصلاة فيه والاعتكاف بإذن الموقوف عليهم ؟ نقل الاسنوي في الالغاز أن كلام القفال في فتاويه يوهم المنع، ثم قال الاسنوي من عنده: والقياس جوازه، وأقول الذي يترجح: التفصيل، فإن كان موقوفا على أشخاص معينة، كزيد وعمرو وبكر مثلا، أو ذريته أو ذرية فلان، جاز الدخول بإذنهم، وإن كان على أجناس معينة، كالشافعية والحنفية والصوفية لم يجز لغير هذا الجنس الدخول، ولو أذن لهم الموقوف عليهم، فإن صرح الواقف بمنع دخول غيرهم، لم يطرقه خلاف ألبتة، وإذا قلنا بجواز الدخول بالاذن في القسم الاول في المسجد والمدرسة والرباط، كان لهم الانتفاع على نحو ما شرطه الواقف للمعينين، لانهم تبع لهم، وهم مقتدون بما شرطه الواقف

I'lamus Sajid Fi Ahkamil Masajid, Hal : 318-319


الخامس عشر : يمكن الكافر من دخول المسجد واللبث فيه, وإن كان جنبا, ف‘ن الكفار كانوا يدخلون مسجده صلى الله عليه وسلم, ولا شك أن فيهم الجنب. –إلى أن قال- واعلم أن الرافعي والنووي رحمهما الله أطلقا أنه يجوز للكافر أن يدخل مساجد غير الحرم بإذن المسلم