Home » , » Perbedaan bahasa yang digunakan dalam ijab qobul akad nikah

Perbedaan bahasa yang digunakan dalam ijab qobul akad nikah

Written By siroj munir on Senin, 12 November 2012 | 10.26


Pertanyaan :
Assalâmu 'Alaikum...
Ma'af saya mau tanya, bisakah berbeda bahasa îjâb qobûl dalam 'aqad nikah, misalkan si wâlî îjâbnya dengan bahasa sunda, sedangkan calon pengantin laki-laki qobûlnya dengan bahasa 'arob, atau sebaliknya ?
Mohon pencerahnnya berikut referensinya...
Terima Kasih...

( Dari : AnNisâ Noerie Yanie )


Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh

Menurut pendapat mayoritas fuqoha', bagi orang yang tidak mampu untuk memakai bahasa arab dalam ijab qobul nikah diperbolehkan menggunakan selain bahasa arab ketika ijab qobul dan pernikahannya dihukumi sah, karena orang yang tidak bisa menggunakan bahasa arab saat ijab qobul dihukumi seperti orang bisu yang hanya menggunakan isyarat.

Begitu juga diperbolehkan melakukan ijab qobul dengan selain bahasa arab bagi orang yang mampu menggunakan bahasa arab menurut pendapat yang ashoh dalam madzhab syafi'i, sebab meski tidak menggunakan bahasa arab, karena menggunakan kata yang khusus dan tujuannya sama maka dihukumi sah. Hal tersebut diperbolehkan dengan ketentuan memiliki arti yang sama dengan kata dalam bahasa arabnya.

Dan apabila terjadi perbedaan bahasa yang dipakai saat ijab qobul antara wali dan mempelai pria, seperti pada deskripsi pertanyaan diatas pernikahannya tetap dihukumi sah karena tidak disyaratkan adanya kesesuaian antara ijab dan qobul, jadi selama sudah dimengerti maksudnya maka pernikahannya dihukumi sah. Wallohu a'lam.

( Dijawab oleh : Siroj Munir dan Zubair Al Fareez )


Referensi :
1. Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, Juz : 11  Hal : 174
2. Roudlotut Tholibin, Juz : 7 Hal : 36
3. Hasyiyah Al-Bajuri Ala Fathul Qorib, Juz : 2  Hal : 197


Ibarot :
Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, Juz : 11  Hal : 174

انعقاد النكاح ووقوع الطلاق، بغير العربية
أولا - ترجمة صيغة النكاح
ذهب جمهور الفقهاء إلى أن من لا يحسن العربية يصح منه عقد النكاح بلسانه؛ لأنه عاجز عما سواه، فسقط عنه كالأخرس، ويحتاج أن يأتي بالمعنى الخاص بحيث يشتمل على معنى اللفظ العربي، وقال أبو الخطاب من الحنابلة: عليه أن يتعلم ما كانت العربية شرطا فيه كالتكبير
واختلفوا فيمن يقدر على لفظ النكاح بالعربية: فذهب الحنفية والشافعية في الأصح، والشيخ تقي الدين ابن تيمية وابن قدامة من الحنابلة إلى: أنه ينعقد بغيرها؛ لأنه أتى بلفظه الخاص، فانعقد به، كما ينعقد بلفظ العربية. ولأن اللغة العجمية تصدر عمن تكلم بها عن قصد صحيح

Roudlotut Tholibin, Juz : 7 Hal : 36

الركن الأول: الصيغة إيجابا وقبولا، فيقول الولي: زوجتك، أو أنكحتك، ويقول الزوج: تزوجت، أو نكحت، أو قبلت تزويجها أو نكاحها. أو يقول الزوج أولا: تزوجتها، أو نكحتها، فيقول الولي: زوجتك أو أنكحتك، ولا ينعقد بغير لفظ التزويج والإنكاح. وفي انعقاده بمعنى اللفظين بالعجمية من العاقدين أو أحدهما أوجه. أصحها: الانعقاد. والثالث: إن لم يحسن العربية انعقد، وإلا، فلا. وإذا صححناه، فذاك إذا فهم كل منهما كلام الآخر. فإن لم يفهم، فأخبره ثقة عن معنى لفظه، ففي الصحة وجهان. ولا يشترط اتفاق اللفظين منهما

Hasyiyah Al-Bajuri Ala Fathul Qorib, Juz : 2  Hal : 197

وشروط الصيغة كشروطها في البيع, وكونها بصريح مشتق نكاح أو تزويج ولو بغير العربية حيث فهمها العاقدان والشاهدان ولو مع القدرة على العربية

0 komentar :

Poskan Komentar