Home » » Apakah orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dihukumi murtad?

Apakah orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dihukumi murtad?

Written By siroj munir on Rabu, 26 Desember 2012 | 02.46


Pertanyaan :
Assalamua'alaikum..
Apakh seseorang yang sengaja meninggalkan sholat wajib bisa dikategorikan murtad?

( Dari : Aura Kasih )


Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh

Hukum orang yang meninggalkan sholat diperinci sebagai berikut
:
1. Apabila orang yang sudah diwajibkan mengerjakan sholat fardhu dan meyakini bahwa sholat wajib lima waktu hukumnya tidak wajib, padahal  ia tahu akan kewajibannya meninggalkan sholat fardhu tersebut maka, semua ulama' sepakat bahwa orang tersebut dihukumi murtad, keluar dari agama Islam. Wal iyadzu billah minarriddah (semoga Alloh melindungi kita dari kemurtadan).

Sedangkan apabila ia meninggalkan sholat karena tidak mengetahui akan kewajibannya, semisal  orang-orang yang baru masuk Islam dan belum mengetahui kewajiban sholat lima waktu atau orang-orang yang tinggal jauh dari lingkungan orang-orang islam dan ulama' sehingga tidak mengetahui kewajiban sholat lima waktu maka orang-orang tersebut tidak dihukumi murtad.

2. Apabila orang yang wajib mengerjakannya setelah ia mengetahui tentang kewajibannya dengan sengaja dan tanpa adanya udzur meninggalkannya karena malas, namun tetap meyakini bahwa sholat lima waktu hukumnya wajib, maka menurut pendapat yang masyhur dalam madzhab Syafi'i dan juga merupakan pendapat mayoritas ulama' orang tersebut tidak dihukumi murtad. Sebagian dalil yang mendasari pendapat ini adalah hadits nabi ;

خَمْسُ صَلَوَاتٍ افْتَرَضَهُنَّ اللَّهُ تَعَالَى ، مَنْ أَحْسَنَ وُضُوءَهُنَّ وَصَلاهُنَّ لِوَقْتِهِنَّ وَأَتَمَّ رُكُوعَهُنَّ وَخُشُوعَهُنَّ كَانَ لَهُ عَلَى اللَّهِ عَهْدٌ أَنْ يَغْفِرَ لَهُ ، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ فَلَيْسَ لَهُ عَلَى اللَّهِ عَهْدٌ ، إِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ وَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ

"Lima sholat yang Alloh Ta'ala wajibkan, Barang siapa yang membaguskan wudhunya dan shoalat pada waktunya serta menyempurnakan ruku' dan khusyu'nya, maka janji Alloh akan mengampuninya. Dan barang siapa yang tidak melaksanakannya maka tidak ada janji Alloh kepadanya. Jika Dia kehendaki, Dia akan mengampuninya, dan jika Dia menghendaki Dia akan mengadzabnya." (Sunan Abu Dawud, no.425)

Dari hadits diatas ulama' memahami, Jika memang orang yang meninggalkan sholat itu dihukumi murtad, yang berarti dia dianggap sebagai orang kafir, tentu tak ada pilihan lain selain mengadzabnya, karena tak ada ampunan bagi orang kafir. Pendapat ini juga berdasarkan keumuman hadits nabi ;

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، دَخَلَ الْجَنَّةَ

"Barangsiapa yang mati dalam keadaan meyakini bahwa Tiada Tuhan selain Alloh, maka ia akan masuk surga." (Shohih Muslim, no.26)

Berdasarkan keumuman dari hadits diatas, orang yang meninggalkan sholat masih tetap bisa masuk surga setelah ia menjalani hukumannya dineraka atau setelah ia mendapat pengampunan dari Alloh.  Semenjak dahulupun orang-orang Islam yang meninggalkan sholat masih memiliki bagian dalam harta warisan dan harta yang ia tinggalkan juga bisa diwarisi, seumpama mereka dihukumi kafir, tenta mereka tidak dapat mewarisi dan menjadi ahli waris harta orang islam.

Meskipun menurut jumhurt ulama' orang yang meninggalkan sholat tidak dihukumi murtad, namun meninggalkan sholat dengan sengaja termasuk dosa besar. Hal ini didasarkan pada ancaman berat bagi orang-orang yang meninggalkannya. Diantaranya adalah firman Alloh ;

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?, mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat." (Q.S. Al-Mudatstsir : 42-43)

Kesimpulannya, orang sudah diwajibkan mengerjakan sholat wajib lima waktu, setelah mengetahui kewajibannya, lalu meninggalkannya dengan sengaja dengan meyakini bahwa sholat lima waktu hukumnya tidak wajib, maka ia dihukumi murtad menurut kesepakatan ulama'. Sedangkan apabila ia meninggalkannya karena malas, namun tetap meyakini kewajibannya, maka ia tidak dihukumi murtad, dan tetap dihukumi sebagai seorang muslim menurut pendapat jumhur ulama'. Hanya saja ia dihukumi fasiq karena telah meninggalkan sholat, sebab meninggalkan sholat merupakan dosa besar. Wallohu a'lam.

( Dijawab oleh : Kudung Khantil Harsandi Muhammad, NaufalAlbarinji Sebuah ManuskripKehidupan dan Siroj Munir )


Referensi :
1. Syarah Shohih Muslim, Juz : 2  Hal : 70
2. Sullamut Taufiq (Hamisy Mirqotu Shu'udit Tashdiq), Hal : 7-8
3. Nihayatul Muhtaj, Juz : 2  Hal : 428
4. Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, Juz : 3  Hal : 16-17
5. Az-Zawajir, Juz : 1  Hal ; 217


Ibarot :
Syarah Shohih Muslim, Juz : 2  Hal : 70

وأما تارك الصلاة فإن كان منكرا لوجوبها فهو كافر بإجماع المسلمين خارج من ملة الإسلام إلا أن يكون قريب عهد بالإسلام ولم يخالط المسلمين مدة يبلغه فيها وجوب الصلاة عليه

Sullamut Taufiq (Hamisy Mirqotu Shu'udit Tashdiq), Hal : 7-8

والردة ثلاثة أقسام : إعتقادات وأفعال وأقوال, وكل قسم يتشعب شعبا كثيرة. فمن الأول : الشك فى الله –إلى أن قال- أو نفى وجوب مجمع عليه كذلك كالصلوات الخمس

Nihayatul Muhtaj, Juz : 2  Hal : 428

أما من أنكر ذلك جاهلا لقرب عهده بالإسلام، أو نحوه ممن يجوز خفاؤه عليه، أو نشئه ببادية بعيدة عن العلماء فلا يكون مرتدا بل يعرف وجوبها، فإن عاد بعده صار مرتدا

Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, Juz : 3  Hal : 16-17

فرع : في مذاهب العلماء فيمن ترك الصلاة تكا سلا مع اعتقاده وجوبها: فمذهبنا المشهور ما سبق أنه يقتل حدا ولا يكفر وبه قال مالك والأكثرون من السلف والخلف وقالت طائفة يكفر ويجرى عليه أحكام المرتدين في كل شئ وهو مروي عن علي بن أبي طالب وبه قال ابن المبارك وإسحاق بن راهويه وهو أصح الروايتين عن أحمد وبه قال منصور الفقيه من أصحابنا كما سبق وقال الثوري وأبو حنيفة وأصحابه وجماعة من أهل الكوفة والمزني لا يكفر ولا يقتل بل يعزر ويحبس حتى يصلي –إلى أن قال- واحتجوا على أنه لا يكفر لحديث عبادة بن الصامت رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " خمس صلوات افترضهن الله من أحسن وضوءهن وصلاهن لوقتهن وأتم ركوعهن وخشوعهن كان له على الله عهد أن يغفر له ومن لم يفعل فليس له على الله عهد إن شاء غفر له وإن شاء عذبه " حديث صحيح رواه أبو داود وغيره بأسانيد صحيحة وبالأحاديث الصحيحة العامة كقوله صلى الله عليه وسلم " من مات وهو يعلم أن لا إله إلا الله دخل الجنة " رواه مسلم وأشباهه كثيرة ولم يزل المسلمون يورثون تارك الصلاة ويورثون عنه ولو كان كافرا لم يغفر له ولم يرث ولم يورث

Az-Zawajir, Juz : 1  Hal ; 217

الكبيرة السادسة والسبعون: تعمد ترك الصلاة
قال - تعالى - مخبرا عن أصحاب الجحيم: ما سلككم في سقر, قالوا لم نك من المصلين

0 komentar :

Poskan Komentar

Menurut anda, buku apa yang sebaiknya disusun oleh pengurus FK ?