Home » , , , » Hukum seorang suami minum air susu istrinya dan pengaruhnya pada hubungan rodho'

Hukum seorang suami minum air susu istrinya dan pengaruhnya pada hubungan rodho'

Written By siroj munir on Jumat, 21 Desember 2012 | 19.40


Pertanyaan :
Fiqh seputar seks, si memet sedang bersenggama dengan istrinya,sebagai pemanasan si memet ngemut puting susu istrinya, setelah lama keluar air susunya dan diminum oleh si memet sampai melampaui syarat-syaratnya rodho'. Pertanya'annya, bagaimanakah hukumnya minum air susunya istri?

( Dari : Ricardo Coco Alvarez )


Jawaban :
Menurut pendapat yang dinash oleh Imam Syafi'i dan diputuskan oleh mayoritas ashhab dinyatakan bahwa air susu manusia hukumnya suci, karena tidak pantas apabila sesuatu yang menjadikan tumbuh kembang seorang manusia  adalah sesuatu yang najis, dan tidak ditemukan riwayat yang menyebutkan bahwasanya seorang wanita diperintahkan untuk menghindari air susu jika memang itu adalah sesuatu yang najis, karena itulah air susu boleh dijual dan diminum meskipun orangnya sudah meninggal.

Sedangkan mengenai hubungan persusuan (rodho') suami tersebut, meskipun penyusuannya sudah menetapi syarat, namun ada satu syarat yang tidak dipenuhi untuk dapat menyebabkan terjadinya hubungan rodho' yaitu masa penyusuan. Masa penyusuan yang dapat menyebabkan hubungan rodho' adalah dua tahun, jadi jika yang disusui sudah lebih dari dua tahun maka tak bisa timbul hubungan mahrom karena penyusuan. Dalilnya adalah firman Alloh dalam surat Al Baqoroh, Ayat 233 :

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَة َ

“ Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan “. (Q.S. Al Baqoroh : 233).

Alloh menjadikan batasan waktu dua tahun penuh sebagai kesempurnaan penyusuan,jadi jika sudah melampaui dua tahun penyusuan tersebut tak kan berpengaruh lagi. Dalam satu riwayat dijelaskan, Ibnu Abbas rodhiyallohu 'anhu mengatakan ;

لاَ رَضَاعَ إِلاَّ مَا كَانَ فِي الْحَوْلَيْنِ

“ Tidak ada ( hubungan ) penyusuan kecuali dalam waktu dua tahun “. (Sunan Al-Kubro, no.15668)

( Dijawab oleh :  Farid Muzakki, Mazz Rofii, Siroj Munir, Muhammad Fatkhurozi Rozi dan Ubaid Bin Aziz Hasanan )



Referensi :
1. Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, Juz : 10  Hal : 227
2. Nihayatul Muhtaj, Juz : 1  Hal : 244-245
3. Asnal Matholib, Juz : 3  Hal : 416


Ibarot :
Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, Juz : 10  Hal : 227

الألبان أربعة أقسام: -إلى أن قال-  (الثالث) لبن الآدمي وهو طاهر على المذهب وهو المنصوص وبه قطع الأصحاب إلا صاحب الحاوي فإنه حكى عن الأنماطي من أصحابنا أنه نجس وإنما يحل شربه للطفل للضرورة ذكره في كتاب البيوع وحكاه الدارمي في أواخر كتاب السلم وحكاه هناك الشاشي والروياني وهذا ليس بشئ بل هو خطأ ظاهر وإنما حكى مثله للتحذير من الاغترار به وقد نقل الشيخ أبو حامد في تعليقه عقب كتاب السلم إجماع المسلمين على طهارته قال الروياني في آخر باب بيع الغرر إذا قلنا بالمذهب إن الآدمية لا تنجس بالموت فماتت وفي ثديها لبن فهو طاهر يجوز شربه وبيعه

Nihayatul Muhtaj, Juz : 1  Hal : 244-245

وأما لبن الآدمي فطاهر أيضا إذ لا يليق بكرامته أن يكون منشؤه نجسا، ولأنه لم ينقل أن النسوة أمرن في زمن باجتنابه، وسواء أكان من ذكر أم أنثى ولو صغيرة لم تستكمل تسع سنين أم مشكل قياسا على الذكر، وأولى انفصل في حياته أم بعد موته لأن التكريم الثابت للآدمي الأصل شموله للجميع ولأنه أولى بالطهارة من المني. وقد يشمل ذلك تعبير الصيمري بقوله: ألبان الآدميين والآدميات لم يختلف المذهب في طهارتها وجواز بيعها

Asnal Matholib, Juz : 3  Hal : 416

الركن الثالث: المحل، وهي معدة) أو دماغ (الطفل الحي) حياة مستقرة سواء أوصل إليهما اللبن بالارتضاع أم بغيره كالإيجار ولو نائما (لا) الطفل الميت لخروجه عن التغذي ونبات اللحم وفي الصحيحين إنما الرضاعة من المجاعة (ولا ابن حولين) لخبر «لا رضاع إلا ما فتق الأمعاء، وكان قبل الحولين» رواه الترمذي وحسنه ولخبر «لا رضاع إلا ما كان في الحولين» رواه البيهقي وغيره لقوله تعالى {والوالدات يرضعن أولادهن} [البقرة: 233] الآية جعل تمام الرضاعة في الحولين فأشعر بأن الحكم بعدهما بخلافه

7 komentar :

  1. setau saya hubungan rodho' itu terjadi setelah 5 kali persusuan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika umur sudah lebih 2 tahun maka tak berpengaruh apa2.alias tidak kena hukum rodlo'

      Hapus
  2. Gak menjawab pertanyaan

    BalasHapus
  3. menjadi saudara sepersusuan jika 5 kali meminum susu sang ibu dan umurnya dibawah 2 thun. jika terjadi sebuah kasus seorang janda menikah dengan anak2 yg umurna belum genap 2 thun. apakah suami (anak) tersebut menjadi saudara sepersusuan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.., menikah dengan anak dibawah 2 tahun, saya tau tidak ada hal yang mustahil namun sebaiknya tidak mempersulit diri dengan imajinasi, mohon maaf sebelumnya.

      Hapus
    2. seorang anak bayi yang
      belum genap 2 tahun dinikahkan
      dengan janda yang baru
      melahirkan. Kemudian istri
      menyusui suami kecilnya sampai
      lima kali susuan maka status
      pernikahannya batal, status istri
      berubah menjadi ibu rodlo’,
      mantan suaminya menjadi ayah
      rodlo’, dan suami kecilnya
      menjadi anak rodlo’. [2]

      Hapus
  4. seorang anak bayi yang
    belum genap 2 tahun dinikahkan
    dengan janda yang baru
    melahirkan. Kemudian istri
    menyusui suami kecilnya sampai
    lima kali susuan maka status
    pernikahannya batal, status istri
    berubah menjadi ibu rodlo’,
    mantan suaminya menjadi ayah
    rodlo’, dan suami kecilnya
    menjadi anak rodlo’. [2]

    BalasHapus

Menurut anda, buku apa yang sebaiknya disusun oleh pengurus FK ?