Home » , » Mayit yang mengeluarkan kotoran setelah dikafani, wajibkah dimandikan lagi?

Mayit yang mengeluarkan kotoran setelah dikafani, wajibkah dimandikan lagi?

Written By siroj munir on Minggu, 30 Desember 2012 | 10.07.00


Pertanyaan :
Mau nanya, jika ada mayyit udah dimandikan dan dikafani dan tinggal menunggu pemberangkatan, tiba-tiba mengeluarkan kotoran (tinja), lalu apa yang harus d lakukan? di mandikan lagi atau hanya diceboki atau dibiarkan saja atau bagaimana?

( Dari : Rofiqul Anam )


Jawaban :
Apabila mayit mengeluarkan najis dari salah satu farjinya (qubul atau dubur) setelah mayit tersebut dikafani maka mayit tersebut tidak wajib dimandikan lagi. Ketentuan hukum ini ditegaskan oleh Syaikh Al-Muhamili dalam kitab At-Tajrid, Qodhi Abut Thoyyib dalam kitab "Al-Mujarrod", Syaikh Asy-Syarkhosi dalam kitab "Al-Amali" dan Imam Ar-Rouyani dalam kitab "Al-Uddah". Hukum ini juga  disepakati oleh semua ulama' madzhab syafi'i. Syaikh Asy-Syarkhosi menjelaskan, bahwa alasan dari tidak wajibnya memandikan mayit yang mengeluarkan najis setelah dikafani adalah bahwa apabila diharuskan memandikan lagi, tentu hal tersebut akan mernyulitkan, karena mungkin saja setelah itu mayit akan mengeluarkan kotoran lagi, dan tidak diketahui kapan berakhirnya.

Kesimpulannya, mayit yang mengeluarkan tinja setelah dikafani cukup disucikan kotorannya, tidak perlu dimandikan lagi. Wallohu a'lam.

( Dijawab oleh : Kudung Khantil Harsandi Muhammad dan Mazz Rofii)


Referensi :
Al-Majumu', Juz : 5  Hal : 117


Ibarot :
Al-Majumu', Juz : 5  Hal : 117


أما إذا خرجت النجاسة من الفرج بعد إدراجه في الكفن فلا يجب وضوء ولا غسل بلا خلاف هكذا صرح به المحاملي في التجريد والقاضي أبو الطيب في المجرد والسرخسي في الأمالي وصاحب العدة واحتج له السرخسي بأنه لو أمر بإعادة الغسل والوضوء لم يأمن مثله في المستقبل فيؤدى الي مالا نهاية له