Home » , , » Hukum berhubungan intim dengan beberapa istri sekaligus

Hukum berhubungan intim dengan beberapa istri sekaligus

Written By siroj munir on Rabu, 16 Januari 2013 | 17.57.00

Pertanyaan :

Pertanyaan titipan, tolong dijawab yang serius. Apa hukumnya melakukan seks dengan dua istri sah sekaligus, istilahnya "3 in 1" ?

( Dari : Joko Listrix  )


Jawaban  :

Imam Al-Hasan pernah ditanya mengenai  seorang lelaki yang memiliki dua istri yang menghuni satu tempat tinggal, berkata :

كَانُوا يَكْرَهُونَ الْوَجْسَ، وَهُوَ أَنْ يَطَأَ إِحْدَاهُمَا وَالْأُخْرَى تَنْظُرُ أَوْ تَسْمَعُ

"Mereka (yakni para sahabat Nabi, atau pembesar tabi'in) tidak sukamengerjakan "al- wajs". Yaitu berhubungan intim dengan salah satu isteri, sedangkan isteri yang lain melihat atau  mendengarnya". (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, no.17549)

Para ulama' menjelaskan, melakukan hubungan intim dengan beberapa istri sekaligus hukumnya haram apabila istri yang satu melihat aurot dari istri yang lain, aurot wanita muslimah didepan wanita muslimah yang lain yaitu bagian tubuh antara pusar dan lutut. Sedangkan apabila istri yang satu tidak sampai melihat aurotnya istri yang lain hukumnya makruh menurut pendapat Imam Nawawi dalam Ta'liq kitab At-Tanbih. Sedangkan menurut beberapa ulama, seperti Qodhi Abut-Thoyyib dan Imam Adzro'i hukumnya tetap harom. Imam Adzro'i menambahkan bahwa pemahaman yang diambil dari penjelasan Imam Syafi'i dalam Al-Umm mengarah pada hukum harom, sebab hal seperti itu dianggap sebagai mu'asyarah (cara bergaul) yang buruk dan perbuatan seperti itu menghilangkan sifat malu. 

Syekh Ibnu qudamah, salah seorang ulama' madzhab Hanbali menyatakan, meskipun istrinya mau untuk diajak berhubungan intim bersama istrinya yang lain hal tersebut tetap tidak boleh dilakukan, sebab perbuatan seperti itu adalah kehinaan, perbuatan yang menunjukkan kelemahan akal pikiran dan jatyuhnya kewibawaan seseorang.

Kesimpulannya, apabila hubungan seks yang dilakukan bersama dengan beberapa istri sekaligus itu hukumnya harom apabila istri yang satu  melihat aurot istri yang lain, sedangkan apabila tidak sampai melihat aurotnya, maka hukumnya khilaf, namun sebaiknya tetap tidak dikerjakan. Wallohu a'lam.

( Dijawab oleh : Ubaid Bin Aziz Hasanan dan Siroj Munir )


Referensi :
1. Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, Juz : 4  Hal : 37
2. At-Tanbih, Hal : 169
3. Mughnil Muhtaj, Juz : 4  Hal : 416-417
4. Syarah Al-Mahalli, Juz : 2  Hal : 164
5. Al-Mughni Li Ibnul Qudamah, Juz : 7  Hal : 301
6. Al-Fiqhu Alal Madzahib Al-Arba'ah, Juz : 4  Hal : 221-222


Ibarot :
Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, Juz : 4  Hal : 37

حدثنا أبو بكر قال: نا عباد بن العوام، عن غالب، قال: سألت الحسن، أو سئل، عن رجل تكون له امرأتان في بيت قال: كانوا يكرهون الوجس، وهو أن يطأ إحداهما والأخرى تنظر أو تسمع

At-Tanbih, Hal : 169

يجب على كل واحد من الزوجين معاشرة صاحبه بالمعروف, وبذل ما يجب عليه من غير مطل ولا إظهار كراهية, ولا يجوز أن يجمع بين امرأتين في مسكن واحد إلا برضاهما, ويكره أن يطأ إحداهما بحضرة الأخرى

Mughnil Muhtaj, Juz : 4  Hal : 416-417

قال الشيخان: كره أن يطأ إحداهما بحضرة الأخرى؛ لأنه بعيد عن المروءة، وظاهره كراهة التنزيه، وبه صرح المصنف في تعليقه على التنبيه، وقضية كلام جماعة تحريم ذلك، وصرح به القاضي أبو الطيب، وصوبه الأذرعي، وقال إنه مقتضى نصه في الأم لما في ذلك من سوء العشرة وطرح الحياء اهـ. ويمكن الجمع بينهما بأن يكون محل التحريم إذا كانت إحداهما ترى عورة الأخرى

Syarah Al-Mahalli, Juz : 2  Hal : 164

والمرأة مع امرأة كرجل ورجل) , فيحل نظرها إليها إلا ما بين سرة , وركبة فيحرم نظره

Al-Mughni Li Ibnul Qudamah, Juz : 7  Hal : 301

وإن رضيتا بأن يجامع واحدة بحيث تراه الأخرى، لم يجز؛ لأن فيه دناءة وسخفا وسقوط مروءة، فلم يبح برضاهما

Al-Fiqhu Alal Madzahib Al-Arba'ah, Juz : 4  Hal : 221-222

مبحث هل للزوج أن يجمع بين زوجاته في بيت واحد وفي فراش واحد؟
إن كان البيت - عمارة - تحتوي على عدة مساكن - شقق، أو أدوار - لكل شقة باب خاص بها ولها منافع تامة من دورة مياه ومطبخ ومنشر تنشر عليه الملابس المغسولة، فإن للزوج أن يجمع بين الضرائر في هذه العمارة بدون رضائهن –إلى أن قال- ولكن يكره أن يطأ إحداهن أمام الأخرى وهي مستورة العورة (1) ، أما إن كانت مكشوفة فإنه يحرم، إذ لا يحل النظر إلى العورة
..........................................
(1)    (المالكية - قالوا: إن وطء إحدى الزوجات أمام الأخرى حرام لا مكروه)