Home » » Mengambil barang orang lain dengan alasan sudah diketahui kerelaannya

Mengambil barang orang lain dengan alasan sudah diketahui kerelaannya

Written By siroj munir on Senin, 07 Januari 2013 | 12.33.00


Pertanyaan :
Numpang nanya nich..
Bolehkah mengambil hak milik orang lain dengan alasan 'ulima biridhahu?

( Dari : Al Fath Aja )


Jawaban :
Mengambil harta orang lain itu tidak diperbolehkan kecuali sudah mendapat izin dari pemiliknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ مِنْ مَالِ أَخِيهِ إِلَّا مَا أَعْطَاهُ مِنْ طِيبِ نَفْسٍ

“Tidak halal bagi seseorang, harta saudaranya kecuali apa yang diberikan dengan kerelaan hatinya.” (Sunan Kubro Lil Baihaqi, no.11524)

Hanya saja apabila seseorang sudah yakin bahwa pemilik barang tersebut rela apabila baragnya diambil oleh orang tersebut, maka diperbolehkan mengambilnya.

Syaikh Ibnu Hajar Al; Haitami pernah ditanya ; "Apakah diperbolehkannya mengambil barang orang lain dengan keyakinan ridlo itu berlaku untuk semua permasalahan, atau hanya dalam permasalahan dliyafah (jamuan tamu) saja?

Beliau  menjawab ; "Keterangan yang ditunjukkan dari penjelasannya ulama bahwasanya hal tersebut tidak khusus dalam masalah jamuan tamu saja. Para ulama bahkan menjelaskan, praduga kuat (dhon) itu juga sama hukumnya dengan yakin. Jadi, ketika dalam hatinya ada praduga kuat bahwa pemiliknya tidak mempermasalahkan jika ia mengambil barang tertentu milik pemilik, maka ia diperbolehkan mengambilnya, dan apabila setelah diambil ternyata tidak sama dengan praduganya maka ia wajib mengganti,  kalau sama dengan dugaannya, maka tidak wajib mengganti."

Kesimpulannya, diperbolehkan mengambil barang milik orang lain tanpa izin terlebih dahulu apabila yakin atau atau terdapat dugaan kuat pemiliknya memperbolehkannya, namun apabila ternyata pemiliknya tidak rela, maka wajib menggantinya. Wallohu a'lam.

( Dijawab oleh : Brilly Elrasheed dan Kudung Khantil Harsandi Muhammad )

 
Referensi :
1. As Sunan Al Kubro Lil Baihaqi, Juz : 6  Hal : 160
2. Al Fatawi Al Kubro Li Ibnu Hajar, Juz : 4  Hal : 116


Ibarot :
As Sunan Al Kubro Lil Baihaqi, Juz : 6  Hal : 160


أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللهِ الْحَافِظُ، ثنا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ، أنبأ الْعَبَّاسُ بْنُ الْفَضْلِ الْأَسْفَاطِيُّ، ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ، ح قَالَ: وَأَخْبَرَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْفَضْلِ الشَّعْرَانِيُّ، ثنا جَدِّي، ثنا ابْنُ أَبِي أُوَيْسٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ الدِّيلِيِّ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ فِي حِجَّةِ الْوَدَاعِ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ، وَفِيهِ: " لَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ مِنْ مَالِ أَخِيهِ إِلَّا مَا أَعْطَاهُ مِنْ طِيبِ نَفْسٍ، وَلَا تَظْلِمُوا، وَلَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ

Al Fatawi Al Kubro Li Ibnu Hajar, Juz : 4  Hal : 116

وسئل بما لفظه : هل جواز الأخذ بعلم الرضا من كل شيء أم مخصوص بطعام الضيافة؟
فأجاب : بقوله الذي دل عليه كلامهم أنه غير مخصوص بذلك وصرحوا بأن غلبة الظن كالعلم في ذلك وحينئذ فمتى غلب ظنه أن المالك يسمح له بأخذ شيء معين من ماله جاز له أخذه ثم إن بان خلاف ظنه لزمه ضمانه وإلا فلا