Home » , » Bagian harta warisan untuk anak yang murtad

Bagian harta warisan untuk anak yang murtad

Written By siroj munir on Selasa, 12 Februari 2013 | 23.20.00


Pertanyaan :
Assalamu'alaykum asatidz/zah
Icha mau tanya nih,masalah pembagian harta waris. Ada 8 orang anak, 4 wanita, 4 laki-laki, diantara keselapan anak tersebut ada satu yang keluar dari agama islam, 2 laki laki berahklak preman/¬ madzmumah (buruk), kemudian didatangkan ahli faroid (penghitung warisan).

Yang saya tanyakan kenapa 2 orang preman,1 kafir yg masih dalam satu darah tidak mendapatkan harta waris sepeserpun? karena kata ahli faroid mereka tidak memenuhi syarat mendapatkan harta waris (pembagian harta waris katanya pakai hukum islam), padahal dalam surat Annisa' semua anak dapat?
Mohon penjelasannya, makasih

( Dari : Adinda Icha Khumairah )


Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh

Memang benar kalau hanya melihat keumuman dalil tentang pembagian warisan dalam surat An Nisa':

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ

"Allah mensyari'atkan bagi kalian  (tentang pembagian harta warisan) untuk anak-anak kalian.... " (QS. An Nisa' : 11)

Orang kafir pun termasuk didalamnya, namun dalam satu  hadits keumuman ini mengecualikan orang kafir.  Rosulululloh shollallohu 'alaihi wasallam :

لاَ يَرِثُ المُسْلِمُ الكَافِرَ وَلاَ الكَافِرُ المُسْلِمَ

"Orang Islam tidak bisa mewarisi orang kafir, begitu juga orang kafir tidak bisa mewarisi orang islam" (Shohih Bukhori, no.6764 dan Shohih Muslim, no.1614)

Imam Nawawi menyatakan bahwa semua ulama' sepakat bahwa orang kafir tidak dapat mewarisi harta orang islam,begitu juga orang murtad tidak bisa mewarisi harta orang islam berdasarkan ijma' (kesepakatan ulama').

Para fuqpoha' menerangkan bahwa terputusnya hubungan warisan antara anak yang kafir dengan orang tua yang islam itu dikarenakan asas dasar dari hubungan waris adalah muwalah (menguasai/hubungan dekat) dan munashoroh (tolong menolong) dan tolong menolong dalam hal ini sudah tidak ada lagi, meskipun terdapat hubungan darah diantara mereka,  karena sudah dilarang oleh agama.

Sedangkan mengenai masalah akhlaknya, dimana akhlak anak yang murtad dianggap lebih baik dari pada anak yang islam ini tidak ada kaitannya dengan masalah pembagian warisan. Sebab pembagian warisan itu tidak didasarkan dari akhlak seseorang, tapi berdasarkan kedekatan hubungan dengan ketentuan adanya persamaan agama antara orang yang mewariskan harta dan orang yang mewarisi harta. 

Kesimpulannya seorang anak yang murtad itu tidak mendapatkan warisan dari orang tuanya yang beragama Islam berdasarkan ijma' ulama', sedangkan mengenai masalah akhlaknya ini tidak mempengaruhi hukum ini. Wallohu a'lam.

( Dijawab oleh : Zulfi Abdillah, Kudung Khantil Harsandi Muhammad, Amien Rowie, Ubaid Bin Aziz Hasanan dan Siroj Munir )


Referensi :
1.Tafsir Al Qurthubi, Juz : 5  Hal : 59
2.Syarah Shohih Muslim Lin Nawawi, Juz : 11  Hal : 52
3. Nihayatul Muhtaj, Juz : 6  Hal : 27


Ibarot :
Tafsir Al Qurthubi, Juz : 5  Hal : 59

قال ابن المنذر: لما قال تعالى (يوصيكم الله في أولادكم) فكان الذي يجب على ظاهر الآية أن يكون الميراث لجميع الأولاد، المؤمن منهم والكافر، فلما ثبت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: (لا يرث المسلم الكافر علم أن الله أراد بعض الأولاد دون بعض، فلا يرث المسلم الكافر، ولا الكافر المسلم على ظاهر الحديث 

Syarah Shohih Muslim Lin Nawawi, Juz : 11  Hal : 52

حدثنا يحيى بن يحيى، وأبو بكر بن أبي شيبة، وإسحاق بن إبراهيم، واللفظ ليحيى، قال يحيى: أخبرنا، وقال الآخران: حدثنا ابن عيينة، عن الزهري، عن علي بن حسين، عن عمرو بن عثمان، عن أسامة بن زيد، أن النبي صلى الله عليه وسلم، قال: لا يرث المسلم الكافر، ولا يرث الكافر المسلم
................................
قوله صلى الله عليه وسلم (لا يرث المسلم الكافر ولا يرث الكافر المسلم) وفي بعض النسخ ولا الكافر المسلم بحذف لفظة يرث أجمع المسلمون على أن الكافر لا يرث المسلم – إلى أن قال- وأما المرتد فلا يرث المسلم بالإجماع

Nihayatul Muhtaj, Juz : 6  Hal : 27

فصل) في موانع الإرث وما معها (لا يتوارث مسلم وكافر) بنسب أو غيره لخبر «لا يرث المسلم من الكافر ولا الكافر من المسلم» متفق عليه وللإجماع على الثاني، وإنما جاز نكاح المسلم للكافرة؛ لأن مبنى ما هنا على الموالاة والمناصرة ولا موالاة ولا مناصرة بينهما بوجه –إلى أن قال- (ولا يرث) زنديق وهو من لا يتدين بدين، ويعبر عنه بأنه من يظهر الإسلام ويخفي الكفر وهما متقاربان ولا (مرتد) حال الموت بحال، وإن أسلم خلافا لابن الرفعة