Sabtu, 02 Februari 2013

Hikmah puasa dawud


Pertanyaan :

Assalamualaikum
Kenapa puasa daud itu gang"(sehari puasa sehari tidak)
Sukron katsir

( Dari : Ais Aliifatul Mahmudah )


Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh

Mengenai hikmah dan rahasia dibalik kesunatan puasa daud, Imam Ghozali menjelaskan :

"Rahasianya adalah bahwa orang yang berpuasa terus menerus tanpa ada jeda waktu, akan menjadikan puasa sebagai sebuah kebiasaan yang tak lagi dapat dirasakan pengaruhnya terhadap diri seseorang. Padahal tujuan semula ibadah puasa adalah untuk 'memecah' nafsu dan agar dapat membersihkan hati dan melemahkan syahwat. Sebab pengaruh pada diri seseorang bisa dirasakan bila suatu perkara dirasakan berbeda, bukan pada hal yang sudah terbiasa, tidakkah kau melihat para dokter melarang untuk membiasakan meminum obat, mereka menjelaskan bahwa orang yang membiasakannya maka obat tersebut tidak akan bermanfaat baginya saat ia sakit nanti karena tubuhnya sudah terbiasa dengan obat tersebut dan tidak akan berpengaruh pada tubuhnya. Nah, "pengobatan hati" itu tak jauh berbeda dengan pengobatan badan".

Demikianlah penjelasan Imam Ghozali mengenai rahasia dibalik larangan untuk melaksanakan puasa dahr (puasa terus menerus) dan anjuran untuk mengerjakan  puasa daud. Karena itulah Imam Al-Munawi menjelaskan bahwa puasa daud itu lebih berat dilakukan sebab sehari menurruti keinginan hati setelah itu pada hari berikutnya mengekangnya. Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam bersabda :

أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ، كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

"Puasa yang paling disukai oleh alloh adalah puasa dawud, beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari". (Shohih Bukhori, no.3420)

Wallohu a'lam.

( Dijawab oleh : Siroj Munir )


Referensi :
1. Faidhul Qodir, Juz : 1  Hal : 171

Ibarot :
Faidhul Qodir, Juz : 1  Hal : 171

أحب الصيام) المتطوع به (إلى الله) تعالى أي أكثر ما يكون محبوبا إليه والمراد إرادة الخير بفاعله (صيام) نبي الله (داود) وبين وجه الأحبية بقوله (كان يصوم يوما ويفطر يوما) فهو أفضل من صوم الدهر لأنه أشق على النفس بمصادفة مألوفها يوما ومفارقته يوما. قال الغزالي: وسره أن من صام الدهر صار الصوم له عادة فلا يحس وقعه في نفسه بالانكسار وفي قلبه بالصفاء وفي شهواته بالضعف فإن النفس إنما تتأثر بما يرد عليها لا بما تمرنت عليه. ألا ترى أن الأطباء نهوا عن اعتياد شرب الدواء وقالوا من تعوده لم ينتفع به إذا مرض لألف مزاجه له فلا يتأثر به وطب القلوب قريب من طب الأبدان انتهى

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar