Home » , , » Status talak yang diucapkan ketika bertengkar

Status talak yang diucapkan ketika bertengkar

Written By siroj munir on Rabu, 13 Februari 2013 | 19.57.00


Pertanyaan :
Assalamu'alaikum. . .
Mau tanya, kalau ada seorang suami waktu bertengkar dengan istrinya kemudian ngomong "ya udah kita cerai, itu hukumya gimana ?

( Dari : Misbach Al Munier )


Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh

Ucapan cerai (talak) suami ketika bertengkar dengan istrinya itu biasanya diucapakan ketika seorang suami sedang marah,. Para ulama' telah menyatakan bahwa talak yang diucapkan ketika marah disaat masih dapat membedakan ucapannya dihukumi sah dan jatuh talak kepada istrinya. Ketentuan mengenai jatuhnya talak suami yang sedang marah didasarkan pada fatwa para sahabat, diantaranya Aisyah dan Ibnu Abbab rodhiyallohu 'anhuma.

Imam Mujahid meriwayatkan :

 جَاءَ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ , فَقَالَ: يَا ابْنَ عَبَّاسٍ إِنِّي طَلَّقْتُ امْرَأَتِي ثَلَاثًا وَأَنَا غَضْبَانُ , فَقَالَ: " إِنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَحِلَّ لَكَ مَا حُرِّمَ عَلَيْكَ عَصَيْتَ رَبَّكَ وَحُرِّمَتْ عَلَيْكَ امْرَأَتُكَ , إِنَّكَ لَمْ تَتَّقِ اللَّهَ فَيُجْعَلْ لَكَ مَخْرَجًا , ثُمَّ قَرَأَ :إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ

"Seorang lelaki dari suku Quraisy datang pada Ibnu Abbas, ia berkata : "Wahai Ibnu Abbas, aku telah menttalak tiga istriku, saat aku marah", Lalu Ibnu Abbas berkata : "Sesungguhnya ibnu Abbas tidak dapat menghalalkan sesuatu yang telah diharamkan kepadamu, kamu telah durhaka pada Tuhanmu, dan mengharamkan istrimu bagi dirimu, kamu kurang takut pada Alloh, sehingga dijadikan kepadamu tempat keluar. ' Kemudian beliau membaca :

إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ

"Apabila kamu menceraikan isteri-isterimu, maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya." (Q.S. At-Tholaq : 1) (Sunan Daruquthni, no.3927)

Sedangkan menanggapi hadits yang diriwayatkan dari Aisyah rodhiyallohu 'anha :

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: لَا طَلَاقَ وَلَا عَتَاقَ فِي إغِلَاقٍ

"Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada (tidak sah) perceraian dan pembebasan dalam keadaan terpaksa." (Sunan Abu Dawud, no.2193, Ibnu Majah, no.2042, Musnad Ahmad, no.26360 Mustadrok Lil-Hakim, no.2802 dan Sunan Kubro Lil-Baihaqi, no15097,15098,15099)

Mayoritas ulama' menyatakan bahwa yang dimaksud dengan kata "Ighlaq" yang asal maknanya adalah tertutiup, pada hadits tersebut adalah 'terpaksa", karena orang yang sedang terpaksa sudah tertutup cara baginya dan tidak ada pilihan lain selain menceraikan istrinya. Dan pendapat yang menyatakan bahwa kata tersebut artnya "marah" adalah pendapat yang lemah, sebab kebanyakan orang menceraikan istrinya karena jengkel atau marah pada istrinya.

Kesimpulannya, talak yang diucapkan ketika bertengkar itu sah, dan jatuh talak bagi istrinya. Wallohu a'lam.

( Dijawab oleh : CupplLis PlLis, Mahrusalfaqir Ilaafwirabbihi, Ubaid Bin Aziz Hasanan, Irfan Bojonegoro, Muh KHolili Aby Fitry dan Siroj Munir )


Referensi :
1.Tuhfatul Muhtaj, Juz : 8  Hal : 32
2. Fathul Mu'in, Hal : 507
3.Syarah Al Muwatto' Liz-Zarqoni, Juz : 3  Hal : 329-330
4. Jami'ul Ulum Wal Hikam, Juz : 1  Hal : 422


Ibarot :
Tuhfatul Muhtaj, Juz : 8  Hal : 32

وذلك للخبر الصحيح برفع القلم عنه مع الخبر الصحيح أيضا «لا طلاق في إغلاق» وفسره كثيرون بالإكراه كأنه أغلق عليه الباب أو انغلق عليه رأيه ومنعوا تفسيره بالغضب للاتفاق على وقوع طلاق الغضبان قال البيهقي، وأفتى به جمع من الصحابة ولا مخالف لهم منهم

Fathul Mu'in, Hal : 507

واتفقوا على وقوع طلاق الغضبان وإن ادعى زوال شعوره بالغضب

Syarah Al Muwatto' Liz-Zarqoni, Juz : 3  Hal : 329-330

وقد روى أحمد وأبو داود وابن ماجه، وصححه الحاكم عن عائشة مرفوعا: " «لا طلاق ولا عتاق في إغلاق» " أي إكراه بكسر الهمزة وسكون المعجمة وقاف، سمي به لأن المكره كأنه يغلق عليه الباب ويضيق عليه حتى يطلق فلا يقع طلاقه، وزعم أن المراد بالإغلاق الغضب، ضعف بأن طلاق الناس غالبا إنما هو في حال الغضب، فلو جاز عدم وقوع طلاق الغضبان لكان لكل أحد أن يقول: كنت غضبان فلا يقع علي طلاق، وهو باطل. وقد صح عن ابن عباس وعائشة أنه يقع طلاق الغضبان، وأفتى به جمع من الصحابة

Jami'ul Ulum Wal Hikam, Juz : 1  Hal : 422

وروى مجاهد عن ابن عباس: أن رجلا قال له: إني طلقت امرأتي ثلاثا وأنا غضبان، فقال: إن ابن عباس لا يستطيع أن يحل لك ما حرم الله عليك، عصيت ربك وحرمت عليك امرأتك. خرجه الجوزجاني والدارقطني بإسناد على شرط مسلم –إلى أن قال- وهذا يدل على أن الحديث المروي عنها مرفوعا: ((لا طلاق ولا عتاق في إغلاق) إما أنه غير صحيح، أو إن تفسيره بالغضب غير صحيح