Home » » Antara bulan purnama dan wanita, mana yang lebih indah?

Antara bulan purnama dan wanita, mana yang lebih indah?

Written By siroj munir on Sabtu, 30 Maret 2013 | 14.59.00






Dalam kitab "Diwanus Shobabah" karya Ibnu Hajlah dikisahkan ;

Pada suatu malam bulan purnama Sultan Harun Ar-Rosyid bersumpah kepada istrinya : "Jika malam ini engkau tak bisa seindah bulan purnama, maka engkau aku ceraikan".

Para ulama' dikala itu memberikan fatwa bahwa apa yang disumpahkan oleh Sang Sultan terlaksana, dan talaknya jatuh, karena kenyataannya istrinya tak bisa seindah bulan purnama.

Tapi ada satu ulama' yang memiliki pendapat berbeda,yaitu Ibnu Aktsam, ia memberikan fatwa bahwa sumpah tersebut tak terlaksana, dan wanita itu tetap menjadi istri dari Harun Ar-Rosyid.

Ia ditanya "Mengapa engkau menyelisihi pendapat guru-gurumu?"

Ibnu Aktsam menjawab : "Fatwa itu harus dengan ilmu, sedangkan dzat yang lebih tahu dari kita, yaitu Alloh ta'ala telah berfirman :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya". (At-tiin : 4)

Dengan alasan itu beliau menyimpulkan bahwa wanita itu tetap menjadi istri Harun Ar-Rosyid karena manusia lebih indah penciptaannya dari pada bulan.

( Referensi : Bulghotut Thullab Fi Talkhishi Fatawi Ulama'il Anjab, Hal : 335 )

مسئلة ك حكي في "ديوان الصبابة" لابن أبي حجلة؛ أن هارون الرشيد حلف بزوجته في ليلة مقمرة، فقال : "إن لم تكوني أحسن من القمر فأنت طالق"، فأفتى علماء زمانه بالحنث إلا ابن اكثم، فقال : "لا تطلق"  فقيل له : "خالفت شيوخك" فقال : "الفتوى بالعلم ولقد أفتى من هو أعلم منا، وهو الله تعالى، حيث قال : "لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم".اه.المجموعة