Home » » Cara mengganti barang pinjaman yang hilang

Cara mengganti barang pinjaman yang hilang

Written By siroj munir on Senin, 11 Maret 2013 | 18.50.00


Pertanyaan :
Assalâmu 'Alaikum...
Boleh nggak seorang peminjam suatu barang itu mengganti barang pinjamannya dengan uang seharga barang tersebut, dikarenakan barang pinjamannya hilang ?
Terima kasih...

( Dari : A Ejha Thea )


Jawaban :
Wa'alaikum Salam Warohmatullohi wabarokatuh

Barang pinjaman yang hilang ditangan peminjam, baik hilangnya karena kurang hati-hati dalam menjaganya atau tidak, maka wajib untuk diganti, berdasarkan hadits ;

عَنْ أُمَيَّةَ بْنِ صَفْوَانَ بْنِ أُمَيَّةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَعَارَ مِنْهُ أَدْرَاعًا يَوْمَ حُنَيْنٍ فَقَالَ: أَغَصْبٌ يَا مُحَمَّدُ، فَقَالَ: لَا، بَلْ عَمَقٌ مَضْمُونَةٌ

" Dari Umayyah bin Shafwan bin Umayyah dari Ayahnya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah meminjam beberapa baju besi saat perang Hunain, lalu ia berkata, "Apakah ini suatu perampasan wahai Muhammad!" Beliau menjawab: "Tidak, melainkan pinjaman yang akan dijamin." (Sunan Abu Dawud, no.3562)

Sedangkan mengenai cara menggantinya, terdapat perbedaan pendapat diantara ulama ;

1. Diganti dengan uang seharga barang pinjaman tersebut pada saat rusaknya bukan harga pada saat menerimanya, baik masih bisa dijumpai barang yang serupa dengan barang pinjaman tersebuat atau tidak. Ini adalah pendapat yang dikemukakan oleh Imam Al-Ardabili dalam kitab Al-Anwar dan juga merupakan pendapat mayoritas ulama', dan pendapat inilah yang mu'tamad sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Al-Bujairomi dan Syekh Al-Baijuri.

2. Jika masih ditemukan barang yang serupa maka harus diganti dengan barang yang serupa dan bila sudah tidak ditemukan lagi maka diganti dengan uang seharga barang pinjaman tersebut. Ini merupakan pendapat Syekh Ibnu Ashrun dan Imam As-Subki, namun ini adalah pendapat yang dho'if (lemah) meskipun Syekh Al-Khotib menganggapnya sebagai pendapat yang mu'tamad.

Kesimpulannya barang pinjaman yang hilang wajib diganti oleh peminjam dengan uang seharga benda tersebut saat hilangnya. Wallohu a'lam

( Dijawab oleh : Kudung Khantil Harsandi Muhammad, Abu Alwan, Ubaid Bin Aziz Hasanan dan Siroj Munir )


Referensi :
1.At-Tadzhib Fi Adillati Matnil Ghoyah Wat-Taqrib, Hal : 141
2. Hasyiyah Al-Baijuri Ala Fathul Qorib, Juz : 2  Hal : 21-22
3. Hasyiyah Al-Bujairomi Alal Khotib, Juz : 3  Hal : 162-163


Ibarot :
At-Tadzhib Fi Adillati Matnil Ghoyah Wat-Taqrib, Hal : 141

وتجوز العارية مطلقة ومقيدة بمدة وهي مضمونة على المستعير بقيمتها يوم تلفها (1
.....................................
1)روى أبو داود (3562): أنه صلى الله عليه وسلم استعار يوم حنين من صفوان بن امية أدراعا، فقال له: أغصب يا محمد؟ فقال: (لا، بل عارية مضمونة

Hasyiyah Al-Baijuri Ala Fathul Qorib, Juz : 2  Hal : 21-22

وهي) أي العارية إذا تلفت، لا باستعمال مأذون فيه (مضمونة على المستعير بقيمتها يوم تلفها) لا بقيمتها يوم قبضها، ولا بأقصى القيم
..........................
قوله : ( بقيمتها) سواء كانت متقومة أو مثلية على المعتمد, كما جزم به في الأنوار واقتضاه كلام الجمهور, خلافا لابن عصرون في قوله : "يضمن المثلي بالمثل"و وجرى عليه السبكي وإن اعتمده العلامة الخطيب حيث قال : "هذا هو الجاري على القواعد فهو المعتمد". ورد بأن في تضمين المثل تضمين ما نقص منه بالإستعمال المأذون فيه, إلا أن تعتبر المثل وقت التلف

Hasyiyah Al-Bujairomi Alal Khotib, Juz : 3  Hal : 162-163

وهي) أي العين المستعارة (مضمونة على المستعير) إذا تلفت بغير الاستعمال المأذون فيه وإن لم يفرط كتلفها بآفة سماوية لخبر: «على اليد ما أخذت حتى تؤديه» وحينئذ يضمنها (بقيمتها) متقومة كانت أو مثلية (يوم تلفها) هذا ما جزم به. في الأنوار واقتضاه كلام جمع، وقال ابن أبي عصرون: يضمن المثلي بالمثل وجرى عليه السبكي، وهذا هو الجاري على القواعد فهو المعتمد
........................
[حاشية البجيرمي]
قوله: (هذا ما جزم به في الأنوار) هو المعتمد، وما قاله الشارح من المعتمد ضعيف واقتصر م ر في شرحه على الضمان فقط، وفي فتاويه أن المعتمد الثاني وهو الضمان بقيمته يوم التلف والقلب إليه أميل كما في م د على التحرير اهـ