Home » , , » Hukum memperjual belikan tanah pemerintah yang tak terurus

Hukum memperjual belikan tanah pemerintah yang tak terurus

Written By siroj munir on Senin, 25 Maret 2013 | 14.05.00



Pertanyaan :
Mohon pencerahannya tentang hukum jual beli tanah pemerintah yang sudah tidak terawat, karena di daerah saya banyak sekali tanah pekuburan cina yang berstatus milik pemerintah malah dipatok lalu diperjual belikan oleh masyarakat karena pemerintah sudah bertahun2 tidak mengurusi tanah tersebut, saya jadi bimbang atas hukum dr tanah tersebut halal atau haram. Atas jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih..

( Dari : Uswah )


Jawaban :
Ihya’ul mawat atau menggarap tanah yang tak terurus itu diperbolehkan dengan syarat tanah tersebut tidak ada pemiliknya, Jadi jika tanah tersebut ada yang memilikinya, baik pemiliknya adalah orang Islam atau orang kafir maka tidak diperbolehkan menggarap tanah tersebut tanpa mendapatkan izin dari pemiliknya. Dalilnya adalah sabda Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam ;

مَنْ أَعْمَرَ أَرْضًا لَيْسَتْ لِأَحَدٍ فَهُوَ أَحَقُّ

"Barang siapa yang memanfaatkan tanah yang tidak ada pemiliknya (tanah tak bertuan), maka orang itu yang paling berhak atasnya". (Shohih Bukhori, no.2335)

Dari hadits diatas jelas dinyatakan bahwa kepemilikan tanah itu hanya bisa berpindah kepada orang yang mengurusnya apabila memang tanah terrsebut tidak ada yang memilikinya.

Begitu juga tidak diperbolehkan memperjual belikannya, sebab salah satu syarat dari akad jual beli adalah barang yang dijual adalah miliknya, karena tanah pemakaman cina itu bukan miliknya, karena itu maka akad jual belinya tidak sah dan tanah itu tetap menjadi pemiliknya yang sah. Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam bersabda ;

لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

"Jangan menjual sesuatu yang tidak ada padamu". (Sunan Abu Dawud, no.3503, Sunan Turmudzi, no.1232, Sunan Nasa'i, no.4613 dan Sunan Ibnu Majah, no.2187)

Wallohu a’lam.

( Dijawab oleh : Siroj Munir, Farid Muzakki dan Ibnu Lail )


Referensi :
1. Fathul Qorib, Hal : 200
2. Kifayatul Akhyar, Hal : 234


Ibarot :
Fathul Qorib, Hal : 200

فصل : في أحكام إحياء الموات. وهو - كما قال الرافعي في الشرح الصغير - أرض لا مالك لها، ولا ينتفع بها أحد. (وإحياء الموات جائز بشرطين): - إلى أن قال - (و) الثاني (أن تكون الأرض حرة، لم يجر عليها ملك لمسلم). وفي بعض النسخ «أن تكون الأرض حرة». والمراد من كلام المصنف أن ما كان معمورا وهو الآن خراب فهو لمالكه إن عرف، مسلما كان أو ذميا. ولا يملك هذا الخراب بالإحياء

Al-Hawi Al-Kabir, Juz : 7  Hal : 478

وروى عروة عن عائشة رضي الله عنها قالت: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم  -: من أحيا أرضا ميتة ليست لأحد فهو أحق بها فجعل زوال الملك عن الموات شرطا في جواز ملكه بالإحياء فدل على أن ما جرى عليه ملك لم يجز أن يملك بالإحياء

Al-Muhadzdzab, Juz : 2  Hal : 13

فصل: ولايجوز بيع مالا يملكه من غير إذن مالكه لما روى حكيم بن حزام أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: "لا تبع ماليس عندكسيئ1" ولأن مالا يملكه لا يقدر على تسليمه فهو كالطير في الهواء أو السمك في الماء