Home » » MENGHORMATI PARA ULAMA' PENDAHULU (Kisah Ibnu Malik dan Ibnu Mu'thi)

MENGHORMATI PARA ULAMA' PENDAHULU (Kisah Ibnu Malik dan Ibnu Mu'thi)

Written By siroj munir on Rabu, 06 Maret 2013 | 09.06.00





Oleh : Siroj Munir

Syekh Ibnu Malik adalah seorang ulama' yang dikenal sebagai ahli nahwu, beliau memiliki satu kitab yang sangat masyhur dalam ilmu nahwu yang biasa disebut dengan "Alfiyah Ibnu Malik". Ada satu kisah menarik yang bisa kita ambil pelajaran dari perjalan hidup beliau mengenai pentingnya menghormati para ulama' pendahulu. Berikut ini kisahnya;

Dikisahkan ketikaSyekh Ibnu Malik menulis nadhom dalam Alfiyah, dan sampai pada nadhom :

فائقة ألفية ابن معطي

"Fa'iqotan alfiyatabna Mu'thi"

"(Kitab Alfiyah yang aku tulis ini) mengungguli kitab Alfiyah karya  Ibnu Mu'ti"

Setelah menulis penggalan nadhom tersebut beliau tak bisa lagi melanjutkan menulis nadhom Alfiyah-nya, hingga pada suatu malam beliau mimpi bertemu dengan seseorang.

Orang itu bertanya pada beliau ;

"Aku dengar kamu mengarang kitab Alfiyah dalam ilmu nahwu"

Beliau menjawab : "Iya benar".

Orang itu bertanya lagi : "Sanpai pada nadhom mana engkau menulis?"

Ibnu Malik menjawab : "Sampai pada 'fa'iqotan...."

"Apa yang menyebabkanmu tidak menyempurnakannya?" tanya orang itu

Beliau menjawab : "Sudah beberapa hari aku tidak bisa melanjutkan menulis nadhom".

Orang itu berkata lagi : "Apa kamu ingin menyempurnakannya?"

"Tentu" jawab Ibnu Malik.

Orang itu berkata : "Orang yang masih hidup bisa saja mengalahkan 1000 orang yang sudah mati".

Terperangah dengan perkataan itu, Ibnu Malik bertanya : "Apakah anda Syekh Ibnu Mu'thi?"

"Betul" jawab orang itu.

Syekh Ibnu Malik merasa malu kepada beliau. Pagi harinya beliau menambahkan kalimat pujian pada Imam Ibnu Mu'thi dalam nadhomnya sebagai rasa penyesalan dan penghormatan pd beliau, nadhom yang beliau tambahkan :

"Wahuwa bisabqin ha'izun tafdhila # Mustaujibun tsanaiyal jamila"

(Beliau (Ibnu Mu'thi) sebagai seorang pendahulu layak untuk diagungkan, dan sudah sepatutnya dipuji dengan pujian yang indah).


Sumber: Hasyiyah Ibnu Hamdun, Juz : 1  Hal : 16