Home » » Bolehkah mengajarkan kitab yang tak pernah dipelajari dari guru ?

Bolehkah mengajarkan kitab yang tak pernah dipelajari dari guru ?

Written By siroj munir on Kamis, 11 April 2013 | 01.26.00




Pertanyaan :
Assalaamu'alaikum
Bolehkah seseorang megajarkan kitab yang belum pernah dia pelajari pada orang lain?

( Dari : Tholibul Ilmi )


Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh

Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitab beliau; “Zubdatul Itqon” menjelaskan :

 “ Ijazah dari seorang guru bukanlah syarat bagi seseorang yang ingin mengajarkan kitab atau mengambil faidah, maka barang siapa merasa bahwa dirinya mempunyai keahlian diperkenankan baginya untuk mengajarkan kitab tersebut, meski tak ada satu pun guru yang memberinya ijazah. Hal seperti itulah yang dipraktekkan oleh ulama’-ulama’ yang sholih semenjak dahulu dalam mengajar dan memberikan fatwa, hanya orang-orang bodoh yang meyakini bahwa ijazah merupakan syarat. “

K.H. Sa’id Abdurrohim dalam kitab “Inbahur Ruwat” yang ditulis oleh juga dijelaskan :

 “ Syeh Muhammad bin Abi Bakar Al Mar’asyi menjelaskan : “ Barang siapa merasa bahwa dirinya tidak mempuanyai keahlian untuk mengajarkan hadits, maka tidak diperbolehkan baginya untuk mengajarkan hadits pada orang lain, dan orang-orang pun tak boleh mengaji hadits pada dia walaupun syaikh sedunia memberinya ijazah. Sedangkan bagi orang yang ahli dalam bidang tersebut diperbolehkan mengaji pada orang tersebut, meski tak satupun ada yang memberikannya ijazah “

Dalam kitab yang sama terdapat penjelasan tambahan :

“ Barangsiapa merasa bahwa dirinya mempunyai keahlian untuk mengajarkan hadits, dianjurkan untuk tabarruk ( mencari keberkahan ) kepada seorang guru ahli hadits yang memiliki ijazah sanad kitab yang muttasil ( sambung ) sampai penulis kitab  haditsnya .

Berdasarkan keterangan – keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mengajarkan satu kitab tidak disyaratkan seseorang  pernah belajar kitab tersebut secara khusus pada seorang guru. Jika ia merasa ahli dan mampu mengajarkan suatu kitab maka diperbolehkan baginya untuk mengajarkannya pada orang lain. Hanya saja, dianjurkan bagi seseorang yang akan mengajarkan satu kitab yang belum pernah ia pelajari dari seorang guru untuk tabarruk kepada salah seorang guru yang memiliki sanad kitab tersebut. Wallohu a’lam.

( Dijawab oleh : Muqit Ismunoer, Su Kakov, Muslimin Iskandar, Farid Muzakki, Kudung Khantil Harsandi Muhammad, Sunde Pati dan Siroj Munir )


Referensi :
1.Zubdatul Itqon, Hal : 28
2. Inbahur Ruwad, Hal : 67-68


Ibarot :
Zubdatul Itqon, Hal : 28

الإجازة من الشيخ غير شرط في جواز التصدى للإقراء و الإفادة فمن علم من نفسه الأهلية جاز له ذلك وإن لم يجزه أحد وعلى ذلك السلف والصدر الصالح وكذلك في كل علم وفي الإقراء والإفتاء خلافا لما يتوهمه الاغبياء من اعتقاد كونها شرط

Inbahur Ruwad, Hal : 67-68

وقال الشيخ محمد بن بن أبى بكر المرعشى فى ترتيب العلوم : فمن ليس له أهلية لإفادة الحديث  لايجوز أخذ الحديث عنه ولو أجاز له الشيخ الدنيا جميعا. ومن له أهلية لتلك يجوز أخذه عنه وإن لم يجز أحد – إلى أن قال- من كان له أهلية لإفادة الحديث ينبغى أن يتبرك بإجازة الشيخ المحدث المجاز له ولشيوخه إلى أن تنتهي إلى مخرج الأحاديث