Home » , , » Terjemah Kitab Safinatus Sholat (waktu sholat – menutupi aurot)

Terjemah Kitab Safinatus Sholat (waktu sholat – menutupi aurot)

Written By siroj munir on Sabtu, 27 April 2013 | 08.40.00

Terjemah kitab : Safinatus Sholat

Penulis : Sayyid Abdulloh bin Umar Al-Hadhromi

Oleh : Siroj Munir

.........................................................................

الثالث: دخول الوقت وهو

 زوال الشمس للظهر

وبلوغ ظل كل شئ مثله زائدا على ظل الإستواء للعصر

وغروب الشمس للمغرب

وغروب الشفق الأحمر للعشاء

وطلوع الفجر الصادق المعترض جنوبا وشمالا للفجر

فتجب الصلاة في هذة الأوقات وتقديمها عليها وتأخيرها عنها من أكبر المعاصي وأفحش السيئات

الرابع : ستر ما بين سرة الرجل وركبته وجميع بدن المرأه إلا وجهها وكفيها

ويجب عليها ستر جزء من جوانب الوجه والكفين وعلى الرجل ستر جزء من سرته وما حاذاها وجوانب ركبتيه

وعليهما الستر من الجوانب لا من أسفل

ويجب أن يكون الستر يمنع حكاية لون البشرة

وأن يكون ملبوسا أو غير ملبوس فلا تكفي ظلمة وخيمة صغيرة

الخامس : استقبال القبلة بالصدر في القيام والقعود وبالمنكبين ومعظم البدن في غيرهما إلا إذا اشتد الخوف المباح ولم يمكنه الاستقبال فيصلي كيف أمكنه ولا إعادة عليه

السادس : أن يكون المصلي مسلما

السابع : أن يكون عاقلا فالمجنون والصبي الذي لم يميز لا صلاة عليهما ولا تصح منهما


Ketiga; masuknya waktu sholat, yaitu :

1. Tergelincirnya matahari (condongnya cahaya matahari ke arah barat setelah sebelumnya tepat berada ditengah) untuk sholat dhuhur.

2. Bayangan semua benda telah melebihi bayangan yang sama dari benda tersebut (semisal panjang suatu benda 1 meter, bayangannya melebihi 1 meter) untuk sholat ashar.

3. Terbenamnya matahari untuk sholat maghrib.

4. Terbenamnya sinar merah dari matahari setelah terbenam untuk sholat isya’.

5. Munculnya fajar shodiq, yaitu fajar yang sinarnya melintang kea rah selatan dan utara, untuk sholat fajar (sholat shubuh).

Maka diwajibkan mengerjakan sholat pada waktu – waktu ini, karena itu mengerjakan sholat sebelum masuk waktunya dan mengakhirkannya dari waktunya adalah termasuk dari beberapa dosa besar dan sekeji - kejinya perbuatan – perbuatan yang buruk.

Keempat; Menutup bagian tubuh diantara pusar seorang pria dan lututnya, dan menutup semua bagian tubuh wanita kecuali muka dan kedua telapak tangannya.

Selain itu diwajibkan bagi wanita untuk menutupi bagian dari sisi - sisi muka dan kedua telapak tangan, dan diwajibkan bagi lelaki menutupi bagian dari pusarnya dan bagian tubuh yang sejajar dengannya dan juga sisi – sisi kedua lututnya.

Begitu juga diwajibkan bagi keduanya untuk menutupi aurot dari arah sekelilingnya (depan, belakang, kanan dan kirinya) bukan dari arah bawahnya (jika terlihat dari bawah sholatnya tetap sah).

Diwajibkan pula penutupan aurot tersebut dapat mencegah terlihatnya warna kulit (warna kulitnya tidak terlihat dalam jarak ketika berhadap – hadapan dengan lawan bicara),

Dan diwajibkan pula yang dipakai sebagai penutup aurot tersebut berupa pakaian atau yang lainnya (semisal tanah liat). Maka dari itu tidak dianggap mencukupi keadaan yang gelap dan kemah yang kecil (maksudnya sholat dengan tidak menutupi aurot didalam kegelapan atau tenda yang kecil tidak sah, karena tenda kegelapan dan tenda kecil tidak dianggap sebagai penutup aurot).

Kelima; Menghadap kiblat dengan dada pada saat berdiri (bagi orang yang sholat berdiri), duduk (bagi orang yang sholatnya dengan duduk), dan dengan kedua pundak dan sebagian besar anggota badan pada selain keduanya 9selain sholat dalam keadaan berdiri atau duduk). Kecuali apabila seseorang dalam keadaan takut yang diperbolehkan menurut agama (seperti dalam peperangan, lari karena menghindari banjir, kebakaran atau binatang buas) dan tidak memungkinkan baginya untuk menghadap kiblat, maka dalam keadaan seperti ini seseorang bisa mengerjakan sholat sebisanya (menghadap kea rah manapun) dan tidak diwajibkan bahinya untuk mengulangi lagi sholatnya.

Keenam; orang yang akan mengerjakan sholat adalah orang yang beragama islam.

Ketujuh; orang tersebut sempurna akalnya, karena itu orang gila dan anak kecil yang belum tamyiz tidak diwajibkan mengerjakan sholat dan sholat yang dikerjakan oleh keduanya tidak sah. 

....................................................................................................................................