Home » , , » Terjemah kitab Safinatus Sholat (Wudhu dan Mandi)

Terjemah kitab Safinatus Sholat (Wudhu dan Mandi)

Written By siroj munir on Sabtu, 27 April 2013 | 07.16.00

Terjemah kitab : Safinatus Sholat

Penulis : Sayyid Abdulloh bin Umar Al-Hadhromi

Oleh : Siroj Munir

.............................................................................

الثاني : طهارة بالوضوء والغسل

وأما الوضوء ففروضه ستة

الأول: نية الطهارة للصلاة أو رفع الحدث أو نحوهما بالقلب مع أول غسل الوجه
.
الثاني: غسل الوجه من مبدأ تسطيح الجبهة إلى منتهى الذقن ومن الأذن إلى الأذن إلا باطن لحية الرجل وعارضيه الكثيفين

الثالث: غسل اليد مع المرفقين

الرابع: مسح أقل شئ من بشرة الرأس أو من شعره إذا لم يخرج الممسوح منه بالمد عن حد الرأس

الخامس: غسل الرجلين مع الكعبين

السادس: ترتيبه كما ذكرناه

ويجب في الوجه واليدين والرجلين غسل جزء فوق حدودها من جميع جوانبها وأن يجري الماء بطبعه على جميع أجزائها

ويبطل الوضوء

  كل ما خرج من القبل والدبر عينا وريحا

ولمسهما ببطون الراحة أو بطون الأصابع من نفسه أو غيرة ولولولده الصغير

وتلاقي بشرتي ذكر وأنثى بلغا حد شهوة ليس بينهما محرمية بنسب أو رضاع أو مصاهرة بلا حائل

وزوال العقل إلا من نام قاعدا ممكنا حلقة دبره وما حوله

وأما الغسل فيجب على الرجل والمرأة 

إذا خرج لأحدهما منيُ في يقظة أو نوم ولو قطرة 

وإذا أولجت الحشفة في دبر أو قبل وإن لم يخرج منيُ ولا وقع انتشار 

ويجب على المرأة إذا انقطع حيضها أو نفاسها 

أو ولدت ولو علقة

وفروض الغسل اثنان

الأول: نية الطهارة أو رفع الحدث الأكبر أو نحوهما بالقلب مع أول جزء يغسله من بدنه فما غسله قبلها لا يصح فيجب إعادة غسله بعدها

الثاني: تعميم بدنه فما غسله قبلها لا يصح فيجب غسل باطن كثيف الشعر ويجب غسل ما يراه الناظر من الأذن وما يظهر حال التغوط من الدبر وطبقاته وما يظهر من فرج المرأة إذا جلست على قدميها وباطن قلفة من لم يختن وما تحتها فيجب أن يجري الماء بطبعه على كل ذلك


Kedua; bersuci (dari hadats) dengan wudhu dan mandi

Adapun wudhu, maka fardhu – fardhunya ada enam :

1. Niat bersuci untuk sholat atau niat menghilangkan hadats atau yang serupa dengan kedua niat tersebut, niatnya dilakukan dalam hati bersamaan dengan membasuh bagian pertama dari wajah.

2. Membasuh muka dari bagian permulaan bentangan kening (tempat tumbuhnya rambut) sampai ujung dagu dan dari kuping ke kuping, kecuali bagian dalam jenggot seorang lelaki yang lebat dan bulu yang tumbuh pada kedua pipinya yang lebat.

3. Membasuh tangan beserta kedua siku.

4. Mengusap sedikit bagian dari kulit kepala atau rambut dikepala dengan syarat rambut yang diusap tersebut tidak keluar dari batas kepala.

5. Membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki.

6. Semua hal diatas dilakukan secara berurutan sesuai penjelasan yang telah dituturkan.

Dan ketika membasuh muka, kedua tangan dan kedua kaki diwajibkan membasuh pula bagian diluar batas – batasnya dari semua sisinya dan mengalirkan air dengan sendirinya keseluruh bagian – bagiannya.

Sedangkan wudhu dihukumi batal sebab ;

1. Segala sesuatu yang keluar dari qubul (alat kelamin) dan dubur, yang berupa suatu benda dan angin.

2. Menyentuh qubul atau dengan bagian dalam telapak tangan atau bagian dalam jari – jari tangan, baik yang disentuh adalah qubul atau duburnya sendiri atau milik orang lain, dan bahkan milik anaknya yang masih kecil sekalipun.

3. Persentuhan kulit laki – laki dan perempuan yang sudah sampai pada batasan dapat menimbulkan syahwat yang tidak memiliki hubungan mahrom karena nasab, satu persusuan atau besanan, dengan tanpa adanya penghalang.

4. Hilangnya kesadaran, kecuali bagi orang yang tidur dalam keadaan duduk yang tetap lingkaran dubur dan sekitarnya (tidak terbuka duburnya saat tidur). 


Sedangkan mandi, diwajibkan bagi laki – laki dan wanita apabila;

1. Salah satu dari keduanya mengeluarkan mani, dalam keadaan tidur atau terjaga, meskipun hanya setetes.

2. Hasyafah (ujung penis yang terlihat ketika sudah dikhitan) dimasukkan kedalam dubur atau qubul (berhubungan intim), meskipun tidak sampai mengeluarkan mani dan tidak terjadi ereksi (menegangnya penis).

3. Seorang wanita telah tuntas haidnya atau nifasnya,

4. Seorang wanita melahirkan, meskipun hanya berupa segumpal darah. 



Fardhu – fardhu mandi itu ada dua :

1. Niat bersuci, menghilangkan hadats atau yang kedua niat tersebut, naiatnya dilakukan didalam hati bersamaan dengan membasuh bagian pertama dari tubuhnya. Karena itu, pembasuhan yang dilakukan sebelumnya tidak sah (tidak dianggap), maka wajib mengulangi membasuhnya setelah niat.

2. Meratakan (air ke seluruh) badannya, karena itu mandi yang dikerjakan sebelum meratakan basuhan ke semua anggota badan badan tidak dihukumi sah. Maka dari itu diwajibkan membasuh :

• Bagian dalam rambut yang lebat,

• Bagian telinga yang bisa dilihat orang,

• Bagian dubur dan lipatan - lipatannya yang terlihat ketika buang air besar

• Bagian dari farji (vagina) seorang wanita yang terlihat ketika ia berjongkok

• Bagian dalam kulup orang yang belum dikhitan dan juga bagian bawahnya.

Maka diwajibkan mengalirkan air dengan sendirinya ke semua bagian – bagian tersebut.

...................................................................................................................................................