Home » , , , » Filter rokok yang terbuat dari lemak babi

Filter rokok yang terbuat dari lemak babi

Written By siroj munir on Jumat, 03 Mei 2013 | 18.57.00



Pertanyaan :
Assalamu'alaikum..
Pertanyaan titipan: ada info dri sebuah penelitian di tahun 2010, kalau filter rokok itu mengandung lemak babi. Bagaimana ini kita menyikapinya?

( Dari : Laskar ReMas )


Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh

Hukum yang diberlakukan pada suatu barang adalah hukum pertama dari dari benda tersebut, dan hukum ini akan tetap dan tidak berubah hanya karena suatu keraguan. Ketentuan ini dinyatakan dalam suatu kaidah fiqih yang berbunyi : “al-yaqin la yuzalu bisy-syakk” (Suatu keyakinan tak bisa dihilangkan dengan keraguan). Kaidah tersebut didasarkan pada hadits :

شَكَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلُ الَّذِي يُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ يَجِدُ الشَّيْءَ فِي الصَّلاَةِ؟ فَقَالَ: «لاَ يَنْفَتِلْ - أَوْ لاَ يَنْصَرِفْ - حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

“Ada seseorang yang mengadukan keraguannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa seakan-akan ia mendapatkan sesuatu dalam shalatnya. Beliau lalu bersabda: "Janganlah kamu pindah atau pergi hingga kamu mendengar suara atau mencium baunya." (Shohih Bukhori, no.137 dan Shohih Muslim, no.361)

Sedangkan penelitian tersebut hanya dilakukan pada beberapa merk rokok yang ada diluar negeri saja dan tidak dilakukan secara menyeluruh pada semua merk rokok, jadi tidak bisa dipastikan bahwa semua filter rokok berasal dari babi. Maka dari itu, hukum yang dipakai adalah hukum asal bahwa filter rokok tersebut dibuat dari bahan yang halal dan suci dan hukum ini tidak akan berubah selama belum benar – benar diyakini bahwa filter rokok yang digunakan berasal dari lemak babi. Wallohu a’lam.

( Dijawab oleh : Siroj Munir, Ihal Ba QuinKing dan Su Kakov )


Referensi :
1. I’anatut Tholibin, Juz : 1  Hal : 105
2. Sirojut Tholibin, Juz : 1  Hal : 502
3. Al-Asybah Wan-Nadho’ir,  Juz : 1  Hal : 50


Ibarot :
I’anatut Tholibin, Juz : 1  Hal : 105


إذا ثبت أصل في الحل أو الحرمة أو الطهارة أو النجاسة فلا يزال إلا باليقين فلو كان معه إناء من الخل أو لبن المأكول أو ذهنه فشك في تنجسه أو من العصير فشك في تخمره لم يحرم التناول

Sirojut Tholibin, Juz : 1  Hal : 502

القسم الرابع : أن يعلم الحل ويغلب على الظن طرو محرم فإن لم تستند غلبته لعلامة تتعلق عينه لم تعتبر ومن ثم حكمنا بطهارة ثياب الخمارين والجزارين والكفرة المتدينين باستعمال لنجاسة وإن استندت لعلامة تتعلق بعينه أعتبرت والغي أصل الحل لأنه أقوى منه إهـ

Al-Asybah Wan-Nadho’ir,  Juz : 1  Hal : 50


[القاعدة الثانية: اليقين لا يزال بالشك]
 ودليلها قوله صلى الله عليه وسلم «إذا وجد أحدكم في بطنه شيئا فأشكل عليه، أخرج منه شيء أم لا؟ فلا يخرجن من المسجد حتى يسمع صوتا أو يجد ريحا» رواه مسلم من حديث أبي هريرة. وأصله في الصحيحين عن عبد الله بن زيد قال " شكي إلى النبي صلى الله عليه وسلم الرجل يخيل إليه أنه يجد الشيء في الصلاة قال «: لا ينصرف حتى يسمع صوتا، أو يجد ريحا