Home » » Hindari makanan yang syubhat untuk anak anda (Kisah Imam Haromain)

Hindari makanan yang syubhat untuk anak anda (Kisah Imam Haromain)

Written By siroj munir on Minggu, 05 Mei 2013 | 19.34.00






Cara yang paling pokok agar seorang anak menjadi anak yang ‘alim dan sholih adalah memberikan makanan yang halal dan jauh dari syubhat. Salah satu contohnya adalah apa yang diterapkan orang tua Imam Haromain, mereka menghindari makanan yang syubhat apalagi haram bagi keluarganya, termasuk untuk si kecil, Imam Haromain.

Dikisahkan, suatu ketika saat ibu Imam Haromain sedang memasak untuk ayahnya, Imam Haromain kecil menangis, kebetulan waktu itu ada seorang budak wanita tetangganya yang sedang menyusui, akhirnya budak wanita itu menyusui satu atau dua isapan. Saat ayahnya pulang dan mengetahui kejadian itu ayahnya marah dan mengatakan : “Budak perempuan ini bukanlah milik kita, jadi kita tidak boleh mengambil kemanfaatan darinya tanpa meminta izin dulu pada pemiliknya”. Setelah itu orang tuanya berusaha agar air susu tersebut dimuntahkan oleh Imam Haromain kecil sampai tak tersisa lagi.

Begitulah pola pendidikan Imam Haromain,  yang kelak menjadi seorang ulama’ yang sangat masyhur dalam ilmu tauhid, ushul fiqih dan ilmu fiqih. Beliau adalah pengarang kitab “NIHAYATUL MATHLAB FI DIROYATIL MADZHAB” kitab fiqih yang menjadi rujukan utama dalam madzhab Syafi’i. Semenjak ditulisnya kitab ini semua ulama’ fiqih madzhab syafi’I seakan menjadi pengabdi kitab ini. Kitab ini diringkas oleh Imam Ghozali, murid beliau menjadi kitab “AL-BASITH”, Al-Basith diringkas lagi oleh Imam Ghozali menjadi “AL-WASITH”, Al-Wasith diringkas lagi oleh beliau menjadi “AL-WAJIZ”. Al-Wajiz disyarahi Imam Rofi’I menjadi kitab “AL-AZIZ SYARAH AL-WAJIZ”, Al-Aziz diringkas oleh Imam Nawawi menjadi kitab “ROUDHOTUT THOLIBIN”.