Home » , » Kajian Kitab Nukhbatul Fikar : Hadits Masyhur

Kajian Kitab Nukhbatul Fikar : Hadits Masyhur

Written By siroj munir on Minggu, 19 Mei 2013 | 19.02.00

والثاني: المشهور وهو المستفيض على رأي

Yang kedua dinamakan hadits masyhur, dan hadits masyhur merupakan hadits mustafidh menurut satu pendapat

Penjelasan
HADITS MASYHUR
Definisi
Pengertian hadits masyhur adalah :

ما رواه ثلاثة فأكثر - في كل طبقة - ما لم يبلغ حد التواتر

“Hadits yang diriwayatkan oleh 3 orang atau lebih disetiap tingkatannya namun tidak mencapai batasan berturut-turut (tawatur)”

Contohnya
Contoh hadits masyhur adalah hadits :

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Alloh tidak mematikan ilmu dengan mencabutnya secara langsung dari para hamba, tetapi Alloh mematikan ilmu dengan mengambil nyawa para ulama’, sehingga apabila sudah tidak ada lagi orang alim, maka manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh, lalu para pemimpin itu akan ditanya dan memberikan fatwa dengan tanpa ilmu, pada akhirnya para pemimpin itu akan tersesat dan menyesatkan” (Shohih Bukhori, no.100, Shohih Muslim, no.2673, Sunan Turmudzi, no.2652, Sunan Ibnu Majah, no.52)

Hadits Mustafidh
Para ulama’ berbeda pendapat mengenai pengertian hadits mustafidh :

1. Hadits mustafidh sama dengan hadits masyhur
2. Hadits masyhur lebih khusus dari hadits mustafidh, sebab hadits mustafidh disyaratkan kedua sisi sanadnya harus sama, sedangkan hal tersebut tidak disyaratkan dalam hadits madyhur
3. Hadits masyhur lebih umum dari hadits mustafidh, kebalikan dari pendapat kedua

Masyhur selain istilah
Yang dimaksud dengan masyhur selain istilah adalah hadits yang masyhur dan sering diucapkan, namun secara istilah tidak memenuhi syarat-syarat hadits masyhur yang ditetapkan dalam ilmu mustholah hadits. jadi hadits masyhur selain istilah itu mencakup :

1. Hadits yang hanya memiliki satu sanad
2. Hadits yang memiliki lebih dari satu sanad
3. Hadits yang sama sekali tidak ada sanadnya

Macam-macam hadits masyhur selain istilah
Terdapat banyak jenis hadits yang masyhur diluar istilah, yang paling dikenal adalah :

1. Hadits yang masyhur dikalangan ulama’ ahli hadits. Contohnya adalah hadits :

قَنَتَ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوعِ يَدْعُو عَلَى رِعْلٍ، وَذَكْوَانَ

“Rosululloh mengerjakan qunut selama sebulan yang dilakukan setelah rukuk untuk mendo’akan suku ri’l dan dzakwan” (Shohih Bukhori, no.1003 Shohih Muslim, no.677 )

2. Hadits yang masyhur dikalangan ulama’ ahli hadits, para ulama’ dan juga orang awam. Contohnya adalah hadits :

المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Orang muslim adalah orang yang menyelamatkan orang-orang islam lainnya dari lisan dan datangnya” (Shohih Bukhori, no.10, 11, 6484 dan Shohih Muslim, no.40, 41, 42)

3. Hadits yang masyhur dikalangan ulama’-ulama’ ahli fiqih (fuqoha’). Contohnya ada;lah hadits :

أَبْغَضُ الْحَلَالِ إِلَى اللهِ الطَّلَاقُ

“Perkara halal yang paling dibenci oleh Alloh adalah perceraian” (Sunan Abu Dawud, no.2178, Sunan Ibnu Majah, no. 2018 dan Sunan Baihaqi, no.14894)

4. Hadits yang masyhur dikalangan ulama’ ahli ushul fiqih. Contohnya adalah hadits :

رُفِعَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ، وَالنِّسْيَانَ، وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

“Diangkat dari umatkudari umatku sesuatu yang dilakukan karena salah, lupa dan sesuatu yang dipaksakan kepadanya." (Sunan Ibnu Majah, no.2043, Shohih Mustadrok Hakim, no.2601Ibnu Hibban, no.7219, Sunan Daruqutni, no.4351)

5. Hadits yang masyhur dikalangan ulama’ ahli nahwu. Contohnya hadits :

نعم العَبْد صُهَيْب لَو لم يخف الله لم يَعْصِهِ

“Sebaik-baik hamba adalah Shuhaib, jika saja ia tidak takut pada Alloh, ia tak akan melakukan maksiat kepaNya” (La Adhla Lah = hadits ini tidak diketahui asalnya).

6. Hadits yang masyhur dikalangan orang-orang awam. Contohnya adalah hadits :

العَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Sifat tergesa-gesa itu darri setan” (Sunan Turmudzi, no.2012)

Hukum Hadits Masyhur
Hadits masyhur dalam istilah dan diluar istilah itu tidak bisa langsung dihukumi shohih atau tidak shohih, sebab diantara hadits-hadits masyhur ada yang shohih, hasan, dho’if dan ada juga yang maudhu’. Namun apabila hadits masyhur itu termasuk hadits shohih maka hadits tersebut memiliki keistimewaan yang membuatnya unggul dari hadits ‘aziz danhadits ghorib.

Karya-karya yang masyhur
Diantara karya-karya yang masyhur yang mengkaji seputar hadits-hadits yang masyhur diluar istilah (bukan hadits masyhur menurut ilmu mustholah hadits) adalah sebagai berikut :

1. Al-Maqoshid Al-Hasanah Fi Ma Isytaharo Ala Alsinah, kaya Imam As-Sakhowi
2. Kasyful Khofa’ Wa Muzilul Ilbas An Ma Isytaharo Minal Ahadits Ala Alsinatin Nas, karya Imam Al-Ajluni
3. Tamyizut Thoyyib Minal Khobits Fi Ma Yaduru Ala Alsinatin Nas Minal Hadits, karya Ibnu Ad-Daiba’ Asy-Syaibani.


Referensi
1. Nuzhatun Nadhor Syarah Nukhbatul Fikar, Hal : 49 - 50
2. Taisir Ilmu Mushtholah Hadits, Hal : 24 - 26


Kajian kitab : Nukhbatul Fikar Fi Mushtholahi Ahlil Atsar
Karya : Imam Al-Hafidh Ibnu Hajar Al-Asqolani
Oleh : Siroj Munir