Home » , , » Kajian Kitab Safinatun Naja : Rukun Islam Dan Rukun Iman

Kajian Kitab Safinatun Naja : Rukun Islam Dan Rukun Iman

Written By siroj munir on Senin, 13 Mei 2013 | 19.59.00

بِسْمِ اللهِ الُرَّحْمَنِ الُرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ اُلْعَالَمِيْنَ
وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُرِ اُلدُّنْيَا وَاُلدَّيْنِ
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاَتِمِ اٌلنَّبِيَّيْنَ، وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاُللهِ اُلْعَلِيِّ اُلْعَظِيْمِ

فَصْلٌ : أَرْكَانُ اُلإِسْلامِ خَمْسَةٌ 
 شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إلاَّ اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ
 وإِقَامُ الصَّلاَةِ
 وإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ
 وصَوْمُ رَمَضَانَ
 وحَجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً

فَصْلٌ : أَرْكَانُ الإِيْمَانِ سِتَّةٌ
 أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ
 ومَلاَئِكَتِهِ
وكُتُبِهِ
 ورُسُلِهِ
 ِوالْيَوْمِ الآخِرِ
والْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ مِنَ اللهِ تَعَالَى

فَصْلٌ : وَمَعْنَى لاَ إِلَهَ إَلاَّ اللهُ لاَ مَعْبُودَ- بِحَقٍّ فِيْ الْوُجُوْدِ إِلاَّ اللهُ

Terjemahan
Dengan menyebut nama Alloh, Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang
Segala puji bagi Alloh, tuhan semesta alam
Hanya kepadaNya kita meminta pertolongan atas perkara – perkara yang berkaitan dengan dunia dan perkara – perkara yang berkaitan dengan agama
Sholawat serta salam semoga snantiasa terlimpahkan kepada junjungan kita Muhammad, penutup para nabi, dan juga bagi keluarga dan para sahabat semuanya
Tiada daya dan kekuatan selain atas pertolongan Alloh yang maha luhur dan maha agung.

[Pasal] Rukun Islam itu ada 5 : 
1. Bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alloh
2. Mendirikan (mengerjakan) sholat   
3. Membayar zakat  
4. Berpuasa pada bulan romadhon
5. Berhaji ke baitulloh bagi yang sudah mampu menunaikannya

[Pasal] Rukun Iman itu ada 6 :
1. Beriman kepada Alloh
2. Beriman malaikat - malaikat Allah
3. Beriman kepada kitab - kitab Alloh  
4. Beriman kepada utusan - utusan Alloh   
5. Beriman kepada hari akhir (hari kiamat)  
6. Beriman kepada takdir baik dan takdir buruk, yang keduanya dating dari Alloh

[Pasal] Arti dari kalimat “Laa Ilaaha Illalloh” adalah bahwa secara nyata, tak ada yang berhak untuk disembah kecuali Alloh.


Kajian Kitab : “Safinatun Najah Fi ma Yajibu `alal Abdi Ii Maulah"
Karya : Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadhromi
Oleh : Siroj Munir

[1] [2] [3] [4] [5]