Home » » Anjuran untuk mengubur potongan kuku dan rambut

Anjuran untuk mengubur potongan kuku dan rambut

Written By siroj munir on Rabu, 12 Juni 2013 | 12.21.00




Pertanyaan :
Assalamu'alaikum wr wb
Saya mau bertanya; kalau kita memotong kuku atau pangkas rambut,apakah potongan tersebut harus di kubur atau di buang begitu saja bercampur dengan sampah.?

( Dari : Ahmad Kakange Jafar )


Jawaban :

Wa’alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

Potongan kuku dan rambut disunatkan untuk dikubur menurut pendapat yang disepakati oleh ulama’-ulama’ ashab madzhab syafi’i sebagaimana dituturkan Imam Nawawi dalam “Al-Majmu’”. Alasannya adalah karena potongan kuku dan rambut tersebut adalah bagian dari tubuh manusia, sebagaimana manusia yang telah mati dimuliakan dengan dikuburkan mayitnya begitu juga bagian tubuh yang terpisah juga dimuliakan dengan cara dikuburkan. Alloh berfirman;

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ

“Dan telah kami muliakan bani Adam” (Al-Isro’ : 70)

Meski dikatakan bahwa hadits-hadits yang menjelaskan mengenaimasalah ini adalah hadits dho’if, namun dalil yang mendasari pendapat disunahkannya mengubur potongan kuku dan rambut adalah atsar yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhu. Dalam kitab “Su’alat Muhannan” dijelaskan;

َقَالَ مُهَنَّا سَأَلْت أَحْمَدَ عَنْ الرَّجُلِ يَأْخُذُ مِنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ أَيَدْفِنُهُ أَمْ يُلْقِيهِ ؟ قَالَ يَدْفِنُهُ قُلْت بَلَغَكَ فِيهِ شَيْءٌ قَالَ كَانَ ابْنُ عُمَرَ يَفْعَلُهُ

“Muhannan berkata; “Aku bertanya pada Imam Ahmad mengenai seorang laki-laki yang memotong/rambut dan kuku-kunya apakah ia kuburkan atau ia buang?” beliau menjawab; “dikuburkan” aku bertanya lagi; “Adakah satu riwayat yang menjelaskan hal ini?” beliau menjawab; “Ibnu Umar melakukannya”.

Selain itu, Ibnu Abi Syaibah dalam “Mushonnaf”-nya menuturkan beberapa atsar yang menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan oleh Muhammad, Mujahid, Hisyam, dan Al-Qosim, berikut ini riwayat-riwayatnya;

عَنْ هِشَامٍ: أَنَّ مُحَمَّدًا: كَانَ إِذَا قَلَّمَ أَظْفَارَهُ دَفَنَهَا

“Dari Hisyam; bahwasanya Muhammad ketika memotong kukunya, mengubur (potongan) kuku-kukunya tersebut” (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, no.25658)

عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُهَاجِرٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ: أَنَّهُ كَانَ إِذَا قَلَّمَ أَظْفَارَهُ دَفَنَهَا، أَوْ أَمَرَ بِهَا , فَدُفِنَتْ

“Dari Ibrohim bin Muhajir dari Mujahid; bahwasanya beliau ketika memotong kukunya, mengubur (potongan-potongan ) kuku tersebut atau menyuruh orang untuk menguburnya”. (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, no.25662)

عَنْ مَهْدِيٍّ، قَالَ: دَخَلْنَا عَلَى مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ يَوْمَ جُمُعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ، فَدَعَا بِمِقْصَرٍ فَقَلَّمَ أَظْفَارَهُ فَجَمَعَهَا، قَالَ مَهْدِيٌّ: فَأَنْبَأَنَا هِشَامٌ: أَنَّهُ كَانَ يَأْمُرُ بِهَا أَنْ تُدْفَنَ

“Dari Mahdi, beliau berkata; “Aku menemui Muhammad bin Sirin pada hari jum’at setelah ashar, kemudian ia meminta alat pemotong lalu memotong kuku-ku beliau, kemudian beliau mengumpulkanya”. Mahdi berkata; “Hisyam menceritakan kepadaku bahwa beliau memerintahkan untuk mengubur kuku-kuku tersebut”. (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, no.25664)

عَنْ أَفْلَحَ، عَنِ الْقَاسِمِ: أَنَّهُ كَانَ يَدْفِنُ شَعْرَهُ بِمِنًى

“Dari Aflah, dari Al-Qosim; bahwasanya beliau mengubur rambutnya di Mina”
(Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, no.25663)

Adapun salah satu hikmah disunahkannya mengubur bagian dari tubuh yang telah terpisah adalah agar bagian tubuh yang terpisah tersebut tidak digunakan sebagai media untuk menyihir pemilik potongan tubuh tersebut. Wallohu a’lam.

( Dijawab oleh : Abdy Manaf El-Muchaveeydzooch, Kudung Khantil Harsandi Muhammad dan Siroj Munir )


Referensi :
1. Al-Majmu’, Juz : 1  Hal : 289 - 290
2. Asnal Matholib, Juz : 1  Hal : 313
3. Fathul Bari Syarah Bukhori, Juz : 10  Hal : 346
4. Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, Juz : 5  Hal : 241

Ibarot :
Al-Majmu’, Juz : 1  Hal : 289 - 290


فرع: يستحب دفن ما أخذ من هذه الشعور والأظفار ومواراته في الأرض نقل ذلك عن ابن عمر رضي الله عنهما واتفق عليه أصحابنا وسنبسطه في كتاب الجنائز حيث ذكره الأصحاب إن شاء الله تعالى

Asnal Matholib, Juz : 1  Hal : 313

وَيُسْتَحَبُّ دَفْنُ مَا انْفَصَلَ مِنْ حَيٍّ) لَمْ يَمُتْ فِي الْحَالِ أَوْ مِمَّنْ شَكَكْنَا فِي مَوْتِهِ (كَيَدِ سَارِقٍ وَظُفْرٍ وَشَعْرٍ وَعَلَقَةٍ وَدَمِ فَصْدٍ وَنَحْوِهِ) إكْرَامًا لِصَاحِبِهَا

Fathul Bari Syarah Bukhori, Juz : 10  Hal : 346

وفي سؤالات مهنا عن أحمد قلت له يأخذ من شعره وأظفاره أيدفنه أم يلقيه قال يدفنه قلت بلغك فيه شيء قال كان بن عمر يدفنه وروي أن النبي صلى الله عليه وسلم أمر بدفن الشعر والأظفار وقال لا يتلعب به سحرة بني آدم قلت وهذا الحديث أخرجه البيهقي من حديث وائل بن حجر نحوه وقد استحب أصحابنا دفنها لكونها أجزاء من الآدمي والله أعلم

Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, Juz : 5  Hal : 241

ما يؤمر به الرجل إذا احتجم، أو أخذ من شعره، أو قلم أظفاره، أو قلع ضرسه

حدثنا عفان، قال: حدثنا محمد بن دينار، عن هشام: أن محمدا: كان إذا قلم أظفاره دفنها -إلى أن قال
حدثنا الفضل بن دكين، عن حسن بن صالح، عن إبراهيم بن مهاجر، عن مجاهد: أنه كان إذا قلم أظفاره دفنها، أو أمر بها , فدفنت
حدثنا أبو بكر الحنفي، عن أفلح، عن القاسم: أنه كان يدفن شعره بمنى
حدثنا أبو أسامة، عن مهدي، قال: دخلنا على محمد بن سيرين يوم جمعة بعد العصر، فدعا بمقصر فقلم أظفاره فجمعها، قال مهدي: فأنبأنا هشام: أنه كان يأمر بها أن تدفن