Home » » Dari Mana Kita Memulai Mengajak Kepada Kebaikan ?

Dari Mana Kita Memulai Mengajak Kepada Kebaikan ?

Written By siroj munir on Sabtu, 22 Juni 2013 | 15.51.00




Jika kita tahu bahwa susunan al-qur’an seperti yang sekarang kita gunakan tidak sesuai dengan urutan turunnya ayat tersebut, mungkin akan timbul pertanyaan; mengapa penyusunannya berbeda dengan urutan turunnya?

Pertanyaan ini akan terjawab dalam salah satu pernyataan Sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata :

إِنَّمَا نَزَلَ أَوَّلَ مَا نَزَلَ مِنْهُ سُورَةٌ مِنْ الْمُفَصَّلِ فِيهَا ذِكْرُ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ حَتَّى إِذَا ثَابَ النَّاسُ إِلَى الْإِسْلَامِ نَزَلَ الْحَلَالُ وَالْحَرَامُ وَلَوْ نَزَلَ أَوَّلَ شَيْءٍ لَا تَشْرَبُوا الْخَمْرَ لَقَالُوا لَا نَدَعُ الْخَمْرَ أَبَدًا وَلَوْ نَزَلَ لَا تَزْنُوا لَقَالُوا لَا نَدَعُ الزِّنَا أَبَدًا لَقَدْ نَزَلَ بِمَكَّةَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنِّي لَجَارِيَةٌ أَلْعَبُ : (بَلْ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَر) وَمَا نَزَلَتْ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَالنِّسَاءِ إِلَّا وَأَنَا عِنْدَهُ

“Sesungguhnya yang pertama-tama kali turun darinya (al-qur’an) adalah surat Al Mufashshal (surat-surat pendek) yang di dalamnya disebutkan tentang surga dan neraka.

Dan ketika manusia telah condong kepada agama Islam, maka turunlah kemudian ayat-ayat tentang halal dan haram.

Seandainya saja  yang pertama kali turun adalah ayat;

“Janganlah kalian minum arak”

Niscaya mereka akan mengatakan;

‘Kami tidak akan meninggalkan meminum arak selama-lamanya.'

Dan sekiranya juga yang pertamakali turun adalah ayat,

"Janganlah kalian berzina..”

Niscaya mereka akan berkomentar, 'Kami tidak akan meniggalkan zina selama-lamanya.

 Ayat yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Makkah yang pada saat itu aku masih anak-anak adalah:

بَلْ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَرُّ

“sebenarnya hari kiamat Itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.” (QS. ALqamar 46).'

Dan tidaklah surat Al Baqarah dan An Nisa` kecuali aku berada di sisi beliau (di Madinah). ( Shahih Bukhari, no.4993 )

Berdasarkan hadits diatas kita juga akan tahu bagaimana metode yang efektik untuk berdakwah, tidak langsung mengatakan “Jangan begini” dan “jangan begitu”.. karena itu bukannya akan menarik orang untuk menjalankan ajaran agama tapi malah akan membuat orang menjauhi ajaran-ajaran agama.



Oleh : Siroj Munir