Home » » MENULIS UNTUK BELAJAR

MENULIS UNTUK BELAJAR

Written By siroj munir on Minggu, 04 Agustus 2013 | 20.30.00




     Dalam kitab Al-Muhimmat Syaikh Jamaluddin Al-Asnawi mengatakan; Ketahuilah bahwasanya ketika Syaikh Muhyiddin rahimahullah sudah menguasai ilmu-ilmu yang pernah beliau pelajari, beliau bergegas untuk mengamalkan kebajikan dengan cara menuliskan ilmu yang telah beliau peroleh dalam satu kitab yang akan memberikan manfaat bagi orang yang membacanya, selain itu, niat beliau menulis kitab juga sebagai bahan untuk pembelajaran bagi diri sendiri.
     Syaikh Asnawi menambahkan, niat seperti inilah bentuk niat yang benar dan baik, dan hal inilah yang menjadikan Imam Nawawi diberikan kemudahan untuk menulis karya-karya beliau. Hal ini juga yang membedakan metode Imam Nawawi dan Imam Rofi’i. Jika Imam Nawawi menganggap bahwa menulis merupakan satu cara yang digunakan untuk memberikan manfaat kepada orang lain sekaligus sebagai bahan pembelajaranuntuk diri sendiri, tidak begitu halnya dengan Imam Rofi’i. Dalam pandangan Imam Rofi’i menulis sebuah kitab yang merupakan karya ilmiah hanya boleh dilakukan setelah benar-benar mencapai kesempurnaan intelektual. Selain Imam Rofi’i pandangan serupa juga dikemukakan oleh Imam Ibnu Rif’ah. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada mereka semua. 
    Imam Nawawi sendiri dalam kitab-kitabnya mendorong agar orang-orang yang sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk menulis suatu karya yang dapat dimanfaatkan orang lain. Dalam kitab Al-Majmu’ beliau  menjelaskan bahwa dengan menulis seseorang akan dengan sendirinya membanya banyak kitab-kitab untuk dijadikan referensi penulisannya sehingga ia akan tahu banyak mengenai penjelasan para ulama’, setelah ia tahu banyak keterangan para ulama’ ia akan tergerak untuk untuk meneliti penjelasan dan pendapat-pendapat tersebut dan memilah-milah mana pendapat yang kuat dan mana yang lemah, dengan begitu seseorang akan menjadi orang yang ahli.
      Mari menulis...!