Home » , , » Hukum Darah Pada Luka

Hukum Darah Pada Luka

Written By siroj munir on Kamis, 26 Desember 2013 | 17.08.00


Pertanyaan:
Assalamu’alaikum.
Apakah darah pada luka itu hukumnya najis?
Terimakasih.

(Dari: Enal Hafidz Al-mansary)


Jawaban:
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh
Hukum darah yang terdapat pada luka diperinci sebagai berikut:

1. Jika darah tersebut merupakan darah yang keluar dari badannya sendiri dan keluar dengan sendirinya, maka darah tersebut dihukumi najis ma'fu (najis yang tidak wajib dibersihkan), baik darah tersebut sedikit ataupun banyak. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan dari jabir radhiyallahu 'anhu:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي غَزْوَةِ ذَاتِ الرِّقَاعِ فَرُمِيَ رَجُلٌ بِسَهْمٍ، فَنَزَفَهُ الدَّمُ، فَرَكَعَ، وَسَجَدَ وَمَضَى فِي صَلاَتِهِ

"Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang berada dalam suasana perang Dzatur Riqo', waktu itu ada seorang lelaki yang terkena panah hingga mengeluarkan banyak darah, kemudian orang tersebut ruku', sujud dan melanjutkan sholatnya". (Shahih Bukhari, 1/46)

2. Jika darah tersebut bukan darah yang keluar dari tubuhnya melainkan darah yang keluar dari tubuh orang lain, atau darah tersebut keluar dari tubuhnya sendiri namun keluar karena tindakannya maka dihukumi najis apabila banyak dan wajib dibersihkan, sedangkan jika hanya sedikit dihukumi ma'fu.

Perbedaan hukum ini dikarenakan dima'funya darah dikarenakan adanya faktor sulitnya dihindari (ta'adhdhurul ihtiroz), karena itu pada saat najis tersebut keluar karena perbuatannya maka tidak dihukumi ma'fu. Dan dengan alasan itu pula darah yang hanya sedikit dihukumi najis ma'fu.

Adapun batasan dianggap sedikit atau tidaknya darah itu sesuati dengan kebiasaan yang umum dimasyarakat, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Romli. Wallahu a'lam.

(Dijawab oleh: Al Murtadho, Ubaid Bin Aziz Hasanan, Kudung Khantil Harsandi Muhammad dan Siroj Munir)


Referensi:
1. Mirqotu Su'udit Tashdiq Syarah Sulam Taufiq, hal. 26-27

فصل: ومن شروط الصلاة الطهارة عن النجاسة: في البدن، والثوب، والمكان، والمحمول له فإن لاقاه نجس، أو لاقى ثيابه، أو محموله، بطلت صلاته إلا أن يلقيه حالا، أو يكون معفوا عنه؛ كدم جرحه
...............
معفوا عنه بدم جرحه) بضم الجيم فلا تبطل لعموم البلوى بذلك ومشقة الاحتراز. ومحل العفو عن دم الجرح اذا كان قليلا. أما إذا كان كثيرا فإن كان من نفسه فيعفى عنه أيضا وإن كان بفعله أو بفعل مأذونه كأن عصر الدمل لم يعف عنه. قال الشهب الرملي في شرح منظومة ابن العماد: وتعرف القلة والكثرة بالعادة, فما يقع التلطح به غالبا ويعسر الإحتراز عنه فقليل وما زاد فكثير, لأن أصل العفو إنما أثبتناه لتعذر الإحتراز. انتهى

2. Shahih Al-Bukhari, jilid 1 hal. 46

ويذكر عن جابر: أن النبي صلى الله عليه وسلم كان في غزوة ذات الرقاع فرمي رجل بسهم، فنزفه الدم، فركع، وسجد ومضى في صلاته» وقال الحسن: «ما زال المسلمون يصلون في جراحاتهم