Home » , » Haruskah Niat Saat Memandikan Jenazah?

Haruskah Niat Saat Memandikan Jenazah?

Written By siroj munir on Jumat, 10 Januari 2014 | 14.17.00


Pertanyaan:
Assalamu alaikum..
Para ustadz yang mulia, ditempat saya ada mayit yang di mandikan tapi yang memandikannya lupa tidak niat dan sekarang mayitnya sudah dikubur. Pertanyaannya; sahkah pemandian mayit tersebut? dan kalau tidak sah bagaimana solusinya? Mohon dijawab beserta refrensinya.

(Dari: Bejo Nengrongomahamin)

Jawaban:
Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
Niat ketika memandikan jenazah hukumnya diperselisihkan diantara ulama’;
  • Menurut pendapat yang ashoh dalam madzhab syafi’i, sebagaimana ditetapkan oleh Imam Syafi’i  dan diikuti oleh mayoritas ulama’ madzhab, niat memandikan jenazah bukanlah syarat sah memandikan jenazah dan tidak wajib dilakukan, alasannya adalah karena tujuan memandikan jenazah adalah untuk membersihkan (tandhif), karena itulah tidak dip[erlukan adanya niat, sebagaimana tidak diperlukannya niat ketika menyucikan najis. Ini berarti memandikan jenazah sudah dianggap mencukupi dengan tanpa niat.
  • Sedangkan menurut sebagian ulama’ dari kalangan madzhab syafi’i, memandikan jenazah harus dengan niat, mereka beralasan bahwa tujuan dari memandikan jenazah adalah pencucian (tathir) bukan sekedar pembersihan (tandhif), kenyataannya meskipun tak ada kotoran yang dibersihkan tetap saja jenazah dimandikan, karena itu diharuskan adanya niat sebagaimana diwajibkannya niat ketika mandi jinabat. Jika mengacu pada pendapat ini maka memandikan jenazah yang tidak disertai dengan niat belum dianggap sah.

Karena terdapat perbedaan tersebut, para ulama’ menetapkan disunahkannya niat ketika memandikan jenazah dengan tujuan untuk menghindari perselisihan tersebut.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa jenazah yang yang telah dimandikan namun orang yang memandikan tidak niat sudah  dianggap mencukupi dan sah menurut pendapat yang kuat dan dikuti mayoritas ulama’. Wallahu a’lam.

(Dijawab oleh: Izal Ya Fahri dan Siroj Munir)

Referensi:
1. Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 5 hal. 124-

وهل يجب نية الغسل فيه وجهان أحدهما : لا يجب لأن القصد منه التنظيف فلم يجب فيه النية كإزالة النجاسة والثاني : يجب لأنه تطهير لا يتعلق بإزالة عين فوجب فيه النية كغسل الجناية
..................................
هل يشترط في صحة غسله أن ينوي الغاسل غسله ؟ واختلف في أصحهما فالأصح عند الأكثرين أنها لا تشترط ولا تجب وهو المنصوص للشافعي في آخر غسل الذمية زوجها المسلم وممن صححه البندنيجي والماوردي هنا والروياني والسرخسي والرافعي وآخرون . وصحح جماعة الاشتراط منهم الماوردي والفوراني والمتولي ، ذكروه في باب نية الوضوء وقطع به المحاملي في المقنع ، والمصنف في التنبيه والصحيح تصحيح الأول

2. Hasyiyah al-Bajuri ‘ala Syarah Ibnu Qosim, juz 1 hal. 246

ولا تجب نية الغسل لأن القصد به النظافة وهي لا تتوقف على نية لكن تسن خروجا من الخلاف