Home » , » Hukum melihat aurat anak masih kecil

Hukum melihat aurat anak masih kecil

Written By siroj munir on Jumat, 31 Januari 2014 | 13.11.00


Soal: Assalamu'alaikum, apa hukumnya  melihat aurat cewek (bukan mahram) yang masih kecil, balita, tapi tanpa di sertai nafsu..?

(Pertanyaan dari: Amar Ma'ruf Nahi Mukar)

Jawab: Waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh,
Semua ulama' sepakat bahwasanya melihat aurot anak kecil -berapapun usianya dan bagian tubuh yang mana saja yang dilihat-, apabila disertai dengan syahwat hukumnya haram. Sebaliknya, mereka bersepakat mengenai kebolehan melihat melihat aurot anak kecil jika dilakukan tanpa adanya syahwat. Hanya saja kesepakatan mengenai kebolehan ini berlaku jika yang dilihat adalah bagian tubuh selain alat kelamin, sedangkan dalam masalah melihat alat kelamin anak kecil yang belum sampai pada "haddus syahwah" (batasan umur yang dapat menimbulkan syahwat) para ulama' berbeda pendapat.

Dalam madzhab syafi'i uga terdapat perelisihan dalam msalah ini, menurut Imam Rofi'i melihat alat kelamin anak kecil hukumnya haram, bahkan penulis kitab "Al-Uddah' menyatakan bahwa keharaman ini telah disepakati ulama' madzhab syafi'i. Namun pernyataan ini tidak dibenarkan oleh Imam Nawawi, sebab  Qodhi Husain berpendapat bahwa melihat kelamin anak kecil yang belum sampai pada "haddus syahwah" hukumnya boleh. Pendapat ini juga dikuatkan oleh Imam Mutawalli yang menyatakan bahwa pendapat yang shahih adalah pendapat yang membolehkannya, sebab hal seperti itu sudah dianggap biasa oleh masyarakat dari dulu hingga kini, dan kebolehan ini berlaku sampai anak tersebut menginjak usia tamyiz(kurang lebih 7 tahun).

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa melihat aurot anak perempuan yang masih kecil tanpa disertai syahwat hukumnya boleh, apabila yang di;lihat adalah bagian selain alt kelaminnya, sedangkan apabila yang dilihat adalah alat kelaminnya hukumnya diperselisihkan diantara ulama', dan menurut pendapat yang dishahihkan Imam Mutawalli hukumnya juga boleh jika anak tersebut masih belum menimbulkan syahwat pada umumnya dan orang yang melihat tidak syahwat . Wallahu a'lam.

(Dijawab oleh :Kaum Sarungan New Version, Bani Slagah Al Husaini,Ubaid Bin Aziz Hasanan dan Siroj Munir)

Referensi :

1. Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, juz 40 hal. 347

نظر الرجل إلى الصغيرة
اتفق الفقهاء على أن النظر إلى الصغيرة بشهوة حرام، مهما كان عمرها، ومهما كان العضو المنظور إليه منها، واتفقوا أيضا على أنه يجوز للرجل أن ينظر بغير شهوة إلى جميع بدن الصغيرة التي لم تبلغ حد الشهوة سوى الفرج منها. ثم اختلفوا في حكم النظر إلى فرج الصغيرة التي لم تبلغ حد الشهوة، وفي تقدير السن التي تبلغ فيها حد الشهوة، وفيما يحرم النظر إليه من الصغيرة التي بلغت حد الشهوة

2. Roudlotut thalibin, juz 7 hal. 24

الخامسة: في النظر إلى الصبية، وجهان. أحدهما: المنع. والأصح الجواز، ولا فرق بين عورتها وغيرها، لكن لا ينظر إلى الفرج
قلت: جزم الرافعي، بأنه لا ينظر إلى فرج الصغيرة. ونقل صاحب العدة الاتفاق على هذا، وليس كذلك، بل قطع القاضي حسين في تعليقه بجواز النظر إلى فرج الصغيرة التي لا تشتهى، والصغير، وقطع به في الصغير إبراهيم المروذي. وذكر المتولي فيه وجهين، وقال: الصحيح الجواز، لتسامح الناس بذلك قديما وحديثا، وأن إباحة ذلك تبقى إلى بلوغه سن التمييز، ومصيره بحيث يمكنه ستر عورته عن الناس. - والله أعلم