Home » , , » Hukum Menyetubuhi Istri Lewat Dubur

Hukum Menyetubuhi Istri Lewat Dubur

Written By siroj munir on Senin, 21 April 2014 | 09.18.00


Soal: Assalamu'alaikum, punten saya mau tanya, memang dalam al-quran menyebutkan bahwa " istrimu adalah ladangmu, maka tanamilah sesuka hatimu dengan cara apapun". Lalu apakah diperbolehkan seorang suami yang menggauli istrinya dengan jalan belakang?

(Pertanyaan dari: Kamelia)
Jawab: Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
Dalam satu hadits diriwayatkan;

كَانَتْ الْيَهُودُ تَقُولُ إِذَا أَتَى الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ مِنْ دُبُرِهَا فِي قُبُلِهَا كَانَ الْوَلَدُ أَحْوَلَ فَنَزَلَتْ : نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ

"Orang-orang yahudi mengatakan; Jika seorang lelaki menyetubuhi isterinya pada kemaluannya dari arah belakang, maka anak tersebut akan terlahir dalam keadaan cacat matanya (juling). Lalu turunlah ayat: “Isteri-isteri kalian adalah tempat bercocok tanam bagi kalian, maka datangilah tempat bercocok tanam kalian dari mana saja kalian kehendaki." (Shahih Bukhari, no.4164 dan Shahih Muslim, no.2592)
 
Imam Nawawi menjelaskan; Allah ta'la brerfirman:

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ

“Isteri-isterimu adalah tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki” (QS. Al Baqarah: 223).

Para ulama' menyatakan bahwa yang dimaksud ladang (tempat bercocok tanam) pada wanita adalah kemaluannya yaitu tempat mani bersemai untuk mendapatkan keturunan. Ini adalah dalil bolehnya menyetubuhi istri pada kemaluannya, terserah dari arah depan, belakang atau istri dibalikkan. Sedangkan dubur bukanlah ladang dan bukan tempat bercocok tanam.

Para ulama' juga telah sepakat mengenai keharaman menggauli seorang wanita melalui duburnya, baik wanita tersebut dalam keadaan haid atau suci, berdasarkan beberapa hadits yang jumlahnya sangat banyak dan sudah masyhur, seperti hadits;

مَلْعُونٌ مَنْ أَتَى امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا

"Terlaknat orang yang menyetubuhi istrinya dari duburnya." (Sunan Abu Dawud, no.1847).

Imam Ibnu hajar Al-haitami dalam kitab Az-Zawajir menyatakan bahwa menyetubuhi wanita lewat dubur termasuk dosa besar, berdasarkan beberapa hadits, diantaranyan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إلَى رَجُلٍ أَتَى رَجُلًا أَوْ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا

"Allah azza wa jalla tidak akan melihat seorang lelaki yang menyetubuhi lelaki lain (homoseksual) atau (menyetubuhi) wanita dari duburnya." (Sunan Turmudzi dan no.1086, Sunan Ibnu Majah, no.1913)

Dari penjelasan diatas dapatdisimpulkan bahwa hukum menyetubuhi istri lewat dubur hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Wallahu a'lam

(Dijawab oleh: Irvan Majeda, Syfa Shafia, Zidna Zidan Nafi'a, Aby Zidan Abrory

Referensi:
1. Syarah Muslim Lin Nawawi, juz 10 hal. 6)

(باب جواز جماعه امرأته في قبلها من قدامها ومن ورائها)
قول جابر (كانت اليهود تقول إذا أتى الرجل امرأته  من دبرها في قبلها كان الولد أحول  فنزلت  نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم) وفي رواية إن شاء مجبية وإن شاء غير مجبية  غير أن ذلك في صمام واحد المجبية بميم مضمومة ثم جيم مفتوحة  ثم باء موحدة  مشددة مكسورة  ثم ياء مثناة  من تحت أي مكبوبة على وجهها والصمام بكسر الصاد أي ثقب واحد والمراد به القبل قال العلماء وقوله تعالى فأتوا حرثكم أنى شئتم أي موضع الزرع من المرأة وهو قبلها الذي يزرع فيه المني لابتغاء الولد ففيه إباحة وطئها في قبلها إن شاء من بين يديها وإن شاء من ورائها وإن شاء مكبوبة  وأما الدبر  فليس هو بحرث  ولا موضع زرع ومعنى قوله أنى شئتم أي كيف شئتم. واتفق العلماء  الذين يعتد بهم  على تحريم وطء المرأة في دبرها حائضا كانت أو طاهرا لأحاديث كثيرة مشهورة كحديث ملعون من أتى امرأة في دبرها.

2. Az-Zawajir an Iqtirofil Kaba’ir, juz 2 hal. 46

(الكبيرة الخامسة والستون بعد المائة: إتيان الزوجة أو السرية في دبرها)  أخرج الترمذي والنسائي وابن حبان في صحيحه عن ابن عباس - رضي الله عنهما - أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - قال: «لا ينظر الله عز وجل إلى رجل أتى رجلا أو امرأة في دبرها