Home » , » Kriteria Nasab Yang Baik Dalam Memilih Sumai/Istri

Kriteria Nasab Yang Baik Dalam Memilih Sumai/Istri

Written By siroj munir on Rabu, 02 April 2014 | 02.08.00


Soal: Memilih pasangan hidup yang baik nasabnya, apakah suatu kewajiban atau kesunahan? Lalu kriteria nasab yang baik dalam islam itu bagaimana?

(Pertanyaan dari: Fahmi)

Jawab: Para ulama' telah menetapkan disunahkannya memilih laki-laki atau wanita yang akan dipilih sebagai suami atau istri memiliki kriteria Nasibah (memiliki nasab) dan Hasibah (mulia leluluhurnya).

Maksud dari Nasibah adalah lelaki/atau perempuan tersebut diketahui nasabnya (Ma'rufatul Ashli), jelas siapa ayah dan ibunya. Karena itulah para ulama' menyatakan bahwa menikahi anak yang tidak jelas siapa ayah ibunya, termasuk anak temuan.

Sedangkan maksud dari Hasibah adalah lelaki/atau perempuan tersebut memiliki nasab yang mulia, semisal anak orang-orang sholeh atau para ulama'. Maka dari itu, para ulama' menyatakan bahwa menikahi anak orang yang fasiq (biasa melakukan dosa) atau anak yang dihasilkan dari hubungan luar nikah (anak zina) adalah makruh.

Dalam kitab Kasysyaf al-Qina' diterangkan, "Disunahkan untuk menikahi orang yang berasal dari keluarga yang dikenal taat beragama dan qona'ah (menerima apa adanya), sebab biasanya orang tersebut juga tata beragama dan qona'ah.

Tujuan dari anjuran untuk memilih orang yang jelas nasabnya dan juga baik nasabnya tersebut adalah untuk menghindari celaan dari masyarakat dan juga dikhawatirkan orang tersebut memiliki sifat atau tingkah yang buruk karena faktor keturunan (genetik) atau karena faktor lingkungan tempat a dibesarkan.

Mengenai hukumnya, sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa hukum menikahi pria atau wanita yang memiliki kriteria-kriteria diatas hukumnya adalah sunat, dan bukanlah suatu kewajiban. Diantara dalil kesunahannya adalah hadits yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda;

تَخَيَّرُوا لِنُطَفِكُمْ، وَانْكِحُوا الْأَكْفَاءَ، وَأَنْكِحُوا إِلَيْهِمْ

"Pilihlah tempat kalian menanamkan benih kalian, nikahilah orang-orang yang sepadan, dan nikahkanlah (anak-anak kalian) derngan mereka." (Sunan Ibnu Majah, no.1968, Al-Mustadrok, no. 2687)

Dalam kitab Latho'iful Hikam dijelaskan, maksud dari hadits diatas adalah berusahalah semaksimal mungkin untuk memilih pasangan yang nasabnya baik dan suci, dan jauh dari kotor dan pelaku maksiat/perzinaan.

Wallahu a'lam.

(Dijawab oleh: Siroj Munir)

Referensi:
1. I'anatut Tholibin, juz 3 hal. 312-313

(ونسيبة) أي معروفة الاصل وطيبته لنسبتها إلى العلماء والصلحاء أولى من غيرها: لخبر: تخيروا لنطفكم ولا تضعوها في غير الاكفاء وتكره بنت الزنا والفاسق
..........................................................................................................................................
قوله: أي معروفة الخ) تفسير لنسيبة، وكان الملائم لما قبله أن يقول أي نكاح النسيبة: أي معروفة الأصل فيقدر مضافا كما قدره فيما قبله. وقوله وطيبته: أي الأصل. ( وله: لنسبتها الخ) علة للطيب، أي طيبها حاصل لأجل نسبتها إلى العلماء والصلحاء، أي أو الأشراف أو العرب (قوله: أولى) خبر نسيبة لما علمت أن الشارح قدر عند كل معطوف خبرا. وقوله من غيرها: أي غير النسيبة (قوله: لخبر تخيروا لنطفكم الخ) قال في المغني: قال أبو حاتم الرازي هذا الخبر ليس له أصل، وقال ابن الصلاح له أسانيد فيها مقال، ولكن صححه الحاكم. اه. وفي البجيرمي ورد: تخيروا لنطفكم، فإن العرق دساس وورد وإياكم وخضراء الدمن. قالوا من هي يا رسول الله؟ قال المرأة الحسناء في المنبت السوء فشبه المرأة التي أصلها ردئ بالقطعة الزرع المرتفعة على غيرها التي منبتها موضع روث البهائم. اه. وقوله تخيروا لنطفكم. قال في لطائف الحكم شرح غرائب الأحاديث، أي تكلفوا طلب ما هو خير المناكح وأزكاها وأبعدها عن الخبث والفجور، ولا تضعوا نطفكم إلا في أصل ظاهر. وأصل النطفة الماء القليل. والمراد هنا المني: سمي نطفة لأن النطف القطر. اه. (قوله: وتكره بنت الزنا والفاسق) وذلك لأنه يعير بها لدناءة أصلها، وربما اكتسبت من طباع أبيها. اه. ع ش. قال الأذرعي: ويشبه أن يلحق بهما اللقيطة، ومن لا يعرف لها أب. اه

2. Kasysyaf al-Qina', juz 5 hal. 8-9

(ويستحب) لمن أراد النكاح أن يتخير (نكاح دينة) -إلى أن قال- وأن تكون (من بيت معروف بالدين والقناعة) لأنه مظنة دينها وقناعتها وأن تكون