Home » , » Terjemah Kitab Minhajut Tholibin » Pendahuluan (Bagian 1)

Terjemah Kitab Minhajut Tholibin » Pendahuluan (Bagian 1)

Written By siroj munir on Jumat, 25 April 2014 | 13.03.00



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ الْبَرِّ الْجَوَادِ، الَّذِي جَلَّتْ نِعَمُهُ عَنْ الْإِحْصَاءِ بِالْأَعْدَادِ، الْمَانُّ بِاللُّطْفِ وَالْإِرْشَادِ، الْهَادِي إلَى سَبِيلِ الرَّشَادِ، الْمُوَفِّقُ لِلتَّفَقُّهِ فِي الدِّينِ مَنْ لَطَفَ بِهِ وَاخْتَارَهُ مِنْ الْعِبَادِ.

Bismillahirrahmanirrahim...
Segala puji bagi Allah, Tuhan yang Maha Baik lagi Maha pemurah, yang telah memberikan beberapa kenikmatan yang tak terhitung banyaknya, Tuhan yang telah memberikan anugerah dengan kelembutan dan pengarahan, Tuhan yang menunjukkan jalan yang lurus, Tuhan yang telah meberikan taufiq (kemudahan untuk melakukan kebajikan) untuk mendalami ilmu agama bagi orang yang Ia kasihi dan orang yang Ia pilih dari hamba-hambanya.

أَحْمَدُهُ أَبْلَغَ حَمْدٍ وَأَكْمَلَهُ، وَأَزْكَاهُ وَأَشْمَلَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْغَفَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، الْمُصْطَفَى الْمُخْتَارُ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -.وَزَادَهُ فَضْلًا وَشَرَفًا لَدَيْهِ.

Aku memuji-Nya dengan pujian tertinggi, paling sempurna, paling suci dan paling mencakup. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang Maha Esa dan Maha Besar Pengampunannya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasulnya, Nabi pilihan, semoga Allah senantiasa meberikan rahmat, penghormatan dan keselamatan pada beliau, dan semoga Allah senantiasa menambahkan anugerah dan kemuliaan bagi beliau.

(أَمَّا بَعْدُ) ، فَإِنَّ الِاشْتِغَالَ بِالْعِلْمِ مِنْ أَفْضَلِ الطَّاعَاتِ، وَأَوْلَى مَا أُنْفِقَتْ فِيهِ نَفَائِسُ الْأَوْقَاتِ، وَقَدْ أَكْثَرَ أَصْحَابُنَا - رَحِمَهُمُ اللَّهُ - مِنْ التَّصْنِيفِ مِنْ الْمَبْسُوطَاتِ وَالْمُخْتَصَرَاتِ، وَأَتْقَنَ مُخْتَصَرَ " الْمُحَرَّرِ " لِلْإِمَامِ أَبِي الْقَاسِمِ الرَّافِعِيِّ. - رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى - ذِي التَّحْقِيقَاتِ ، وَهُوَ كَثِيرُ الْفَوَائِدِ، عُمْدَةٌ فِي تَحْقِيقِ الْمَذْهَبِ، مُعْتَمَدٌ لِلْمُفْتِي وَغَيْرِهِ مِنْ أُولِي الرَّغَبَاتِ، وَقَدْ الْتَزَمَ مُصَنِّفُهُ - رَحِمَهُ اللَّهُ - أَنْ يَنُصَّ عَلَى مَا صَحَّحَهُ مُعْظَمُ الْأَصْحَابِ وَوَفَّى بِمَا الْتَزَمَهُ وَهُوَ مِنْ أَهَمِّ أَوْ أَهَمِّ الْمَطْلُوبَاتِ.

Amma ba’du... Sesungguhnya menyibukkan diri dengan ilmu merupakan salah satu bentuk ketaatan yang paling utama, dan merupakan salah satu cara yang lebih utama untuk menghabiskan waktu yang sangat berharga.  Para ulama’ pembesar madzhab Syafi’i (ashhabuna) -semoga Allah senantiasa merahmati mereka semua- telah menulis beberapa kitab fiqih dengan pemaparan yang panjang lebar (Al-Mabsuthot) dan juga kitab-kitab fiqih yang ringkas (Al-Mukhtashorot). Diantara kitab fiqih yang ringkas (mukhtashor) yang paling sempurna adalah kitab “Al-Muharror” karya Imam Abu Al-Qosim Ar-Rofi’i, -semoga Allah senantiasa merahmati beliau- yang ditulis dengan sangat teliti dan banyak meberikan faedah, kitab ini menjadi pegangan (‘umdah) dalam mencari pendapat yang yang teliti dalam madzhab Syafi’i, dan menjadi pegangan bagi orang yang memberikan fatwa (mufti) dan juga bagi orang-orang yang memiliki keinginan. Penulis kitab tersebut -semoga Allah senantiasa merahmati beliau- hanya mencantumkan pendapat-pendapat yang yang ditetapkan kesahihannya oleh mayoritas ashab madzhab Syafi’i, beliau telah memenuhi standar penulisan yang beliau tetapkan tersebut. Standar penulisan yang hanya mencantumkan pendapat yang shahih adalah salah satu hal yang penting atau bahkan merupakan sesuatu yang paling penting untuk dicari (orang yang hendak mempelajari ilmu fiqih).

لَكِنْ فِي حَجْمِهِ كِبَرٌ يَعْجِزُ عَنْ حِفْظِهِ أَكْثَرُ أَهْلِ الْعَصْرِ إلَّا بَعْضَ أَهْلِ الْعِنَايَاتِ، فَرَأَيْت اخْتِصَارَهُ فِي نَحْوِ نِصْفِ حَجْمِهِ، لِيَسْهُلَ حِفْظُهُ مَعَ مَا أُضَمِّنُهُ إلَيْهِ إنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى مِنْ النَّفَائِسِ الْمُسْتَجِدَّاتِ: مِنْهَا التَّنْبِيهُ عَلَى قُيُودٍ فِي بَعْضِ الْمَسَائِلِ هِيَ مِنْ الْأَصْلِ مَحْذُوفَاتٌ، وَمِنْهَا مَوَاضِعُ يَسِيرَةٌ ذَكَرَهَا فِي الْمُحَرَّرِ عَلَى خِلَافِ الْمُخْتَارِ فِي الْمَذْهَبِ كَمَا سَتَرَاهَا إنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى وَاضِحَاتٍ، وَمِنْهَا إبْدَالُ مَا كَانَ مِنْ أَلْفَاظِهِ غَرِيبًا، أَوْ مُوهِمًا خِلَافَ الصَّوَابِ بِأَوْضَحَ وَأَخْصَرَ مِنْهُ بِعِبَارَاتٍ جَلِيَّاتٍ، وَمِنْهَا بَيَانُ الْقَوْلَيْنِ وَالْوَجْهَيْنِ وَالطَّرِيقَيْنِ وَالنَّصِّ ، وَمَرَاتِبُ الْخِلَافِ فِي جَمِيعِ الْحَالَاتِ.

Hanya saja ketebalan kitab tersebut membuatnya sulit dihafalkan oleh kebanyakan  orang  pada masa ini kecuali bagi sebagian orang yang diberikan pertolongan (diberi kemudahan menghafalnya). Karena itulah saya berniat meringkasnya menjadi separo bentuk aslinya, agar mudah dihafalkan. Selain itu, insya Allah akan saya masukkan juga keterangan-keterangan yang bagus dan baru, diantaranya:

1. Mengingatkan batasan-batasan dalam beberapa masalah yang tidak dimasukkan dalam kitab aslinya (Al-Muharror).

2. Menunjukkan beberapa tempat yang tidak terlalu banyak dimana pendapat yang disebutkan dalam kitab al-Muharror merupakan pendapat yang bertentangan dengan pendapat yang dipilih dalam madzhab Syafi’i, sebagaimana nanti akan anda lihat - insya Allah- sangat jelas.

3. Mengganti kata/kalimat  yang asing artinya atau dikhawatirkan akan disalah pahami, dengan kata/kalimat yang lebih jelas dan lebih ringkas dengan ungkapan-ungkapan yang jelas.

4. Menjelaskan adanya 2 pendapat (qoulain), 2 wajah (wajhain), 2 jalan (thoriqoin), pendapat yang ditetapkan (nash) dan tingkatan-tingkatan perselisihan pendapat dalam setiap keadaan.


Terjemah Kitab : Minhajut Tholibin
Karya : Imam Nawawi
Bidang Ilmu : Fiqih Madzhab Syafi’i
Penerjemah : Ahmad Siroj Munir