Home » » Cara Mengerjakan Wudhu Lengkap Dengan Kesunahannya

Cara Mengerjakan Wudhu Lengkap Dengan Kesunahannya

Written By siroj munir on Senin, 05 Mei 2014 | 18.39.00


1.    Sebelum wudhu disunatkan mengerjakan hal-hal berikut ini :

    Membaca ta’awwudz dan basmalah, yaitu dengan membaca:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطّانِ الرَّجِيْمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمْ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيْطَانِ، وَأَعُوّ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونْ.

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Wahai Tuhanku.. aku berlindung kepada-Mu dari ajakan-ajakan setan, dan aku berlindung kepada-Mu, wahai Tuhanku, agar mereka (para setan) tidak datang (menggoda).”

    Disunatkan bersiwak sebelum wudhu.
Disunahkan bersiwak dengan menggunakan kayu arok yang dibasahi dengan air, dan dilakukan dengan menggunakan tanngan kanan.
Ketika bersiwak disunahkan membaca do’a:

اَللَّهُمَّ بَيِّضْ بِهِ أَسْنَانِيْ، وَشُدَّ بِيْ لِثََاثِيْ، وَثَبِّتْ بِفِ لَهَاتِيْ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَأَثِبْنِيْ عَلَيْهِ.. يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْن.

“Ya Allah... jadikanlah gigi-gigiku putih dengannya, kuatkanlah gusi-gusiku dengannya, tetapkanlah lidahku dengannya, berikanlah keberkahan bagi diriku dengannya, dan tetapkanlah perkara itu, wahai dzat yang maha pengasih melebihi siapapun yang memiliki sifat pengasih.”

    Disunatkan membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan secara bersamaan.
Ketika membasuh kedua telapak tangan disunatkan membaca do’a:

اَللَّهُمَّ إِنّيْ أَسْأَلُكَ الْيُمْنَ وَالْبَرَكَةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشُّؤْمِ وَالْهَلَكَةَ.

“Ya Allah.. sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keberuntungan dan keberkahan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kerugian dan kerusakan.”

    Disunahkan berkumur-kumur (madhmadhoh), menghirup air kedalam hidung (istinsyaq) dan mengeluarkannya (istinsyar).

•    Berkumur-kumur dilakukan dengan cara memasukkan air kedalam mulut yang dikerjakan dengan tangan kanan.
Disunahkan pula untuk mengusahakan agar air sampai ke pangkal tenggorokan dan sampai pada kedua sisi gigi dan gusi. Namun hal ini tidak boleh dilakukan orang yang sedang berpuasa.
Ketika berkumur disunahkan membaca do’a :

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى تِلاَوَةِ كِتَابِكَ، وَكَثْرَةِ الذِّكْرِ لَكَ، وَثَبِّتْنِيْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَة.

“Ya Allah.. bantulah aku agar senantiasa membaca Kitab (Al-Qur’an)-Mu dan berdzikir kepada-Mu, dan tetapkanlah aku dengan ucapan yang tetap, baik didunia maupun di akhirat.”

•    Menghirup air kedalam hidung dilakukan dengan cara memasukkan air kedalam hidung, yang dilakukan dengan menggunakan tangan kanan.
Disunahkan pula mengusahakan agar air sampai pada batang hidung, dengan cara menarik nafas. Namun hal ini tidak boleh dilakukan orang yang sedang berpuasa.
Ketika memasukkan air kedalam hidung disunahkan membaca do’a :

اَللَّهُمَّ أَرِحْنِيْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ، وَأَنْتَ عَنِّيْ رَاضٍ.

“Ya Allah.. semoga kelak aku dapat mencium bau surga, dan Engkau ridho kepadaku.”.

•    Mengeluarkan air dari hidung dilakukan dengan cara mengeluarkannya menggunakan tangan kiri.
Ketika mengeluarkan air dari hidung disunahkan membaca do’a :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ رَوَائِحِ النَّارِ وَسُوْءِ الدَّارِ.

“YaAllah.. sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari bau-bau neraka dan tempat yang buruk.”

2.    Kewajiban wudhu yang pertama adalah; niat mengerjakan wudhu.
Niat wudhu hukumnya wajib, dan bisa dikerjakan dengan 2 cara:

1.    Niat wudhu yang sudah menggugurkan kewajiban.
Berikut ini contoh niat-niat wudhu yang sudah bisa menggugurkan keajiban:
a)    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ (Aku berniat mengerjakan wudhu)
b)    نَوَيْتُ فَرْضَ الْوُضُوْءِ (Aku berniat mengerjakan kewajiban berwudhu)
c)    نَوَيْتُ الطَّهَارَةَ عَنِ الْحَدَثِ (Aku niat bersuci dari hadats)
d)    نَوَيْتُ الطَّهَارَةَ لِلصَّلاَةِ (Aku niat bersuci untuk mengerjakan sholat).

2.    Niat wudhu yang sempurna, yaitu dengan niat:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلأَصغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالىٰ

“Aku berniat mengerjakan wudhu untuk menghilangkan hadats kecil yang hukumnya wajib, dan dikerjakan semata-mata karena Allah.”

    Niat wudhu harus diucapkan dalam hati.
    Disunatkan mengucapkan niat wudhu.
    Niat wudhu harus dilakukan saat membasuh wajah, bukan sebelum atau sesudahnya.

3.    Kewajiban wudhu yang kedua adalah; membasuh seluruh bagian wajah.
Batas wajah yang dibasuh yaitu:
•    Bagan atas: Bagian tempat tumbuhnya rambut
•    Bagian bawah: Ujung janggut.
Apabila wajah seseorang ditumbuhi bulu, maka wajib dibasuh semuaanya, baik bagian luar maupun dalam.
Ketentuan diatas mengecualikan jenggot dan bulu pipi (jw: godek), maka hukumnya diperinci sebagai berikut:
•    Jika jenggot dan bulu pipi tersebut tebal, sekiranya kulit bagian dalam tidak terlihat ketika berhadap-hadapan (kira-kira dalam jarak 1 ½ meter), maka yang wajib dibasuh hanya bagian luarnya saja.
•    Jika jenggot dan bulu pipi tersebut tipis/hanya sedikit, sekiranya kulit bagian dalam dapat terlihat ketika berhadap-hadapan, maka kulit bagian dalam wajib dibasuh.

Kesunahan-kesunahan saat membasuh wajah wajah adalah sebagai berikut :
a.    Mengambil air dengan kedua tangan secara bersamaan.
b.    Pembasuhan dilakukan dengan kedua tangan dengan sedikit ditekan.
c.    Pembasuhan dimulai dari wajah bagan atas.
d.    Membersihkan kotoran yang ada pada kedua sisi mata dengan menggunakan jari telunjuk.
e.    Menyela jenggot dan bulu muka yang lebat, yang dilakukan dengan jari-jari tangan kana. Hal ini dilakukan dari arah bawah dan dengan mengambil air tersendiri.
f.    Membasuh bagian-bagian yang berada pada sisi-sisi wajah, agar pembasuhan wajah dikerjakan dengan sempurna.

4.    Kewajiban yang ketiga adalah membasuh kedua tangan beserta kedua siku.
Agar pembasuhan kedua tangan dilakukaan dengan sempurna, maka diwajibkan membasuh sedikit bagian lengan atas.

Kesunahan-kesunahan saat membasuh kedua tangan adalah sebagai berikut :
a.    Pembasuhan dimulai dari tangan kanan.
b.    Pembasuhan dimulai dari kedua telapak tangan.
c.    Menggosok-gosok kedua tangan saat membasuhnya.
d.    Menyela jari-jari tangan.
e.    Menggerak-gerakkan cincin yang dipakai. Hal ini sunah dikerjakan apabila air sudah bisa masuk kebagian bawah cincin, apabila air tidak dapat masuk maka wajib menggerak-gerakkannya.
f.    Membasuh tangan sampai lengan bagian atas.
g.    Ketika membasuh tangan kanan disunahkan membaca do’a :

اَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِيْنِيْ، وَأَدْخِلْنِيْ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ.

“Ya Allah.. semoga kelak ketika Engkau memberikan kitab catatan amalku aku menerimanya dengan tangan kananku, dan masukkanlah aku ke dalam surge dengan tanpa hisab (perhitungan amal)”.

Dan ketika membasuh tangan kiri disunatkan membaca :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَن تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ أَوْ مِن وَرَاءِ ظَهْرِيْ.

“Ya Allah.. sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari pemberian kitab catatan amal yang aku terima dengan tangan kiriku atau dari belakang punggungku.”.

h.    Pembasuhan kedua tangan dikerjakan sebanyak 3 kali.

5.    Kewajiban wudhu yang keempat adalah mengusap sebagian kepala.
Mengusap sebagian kepala sudah dianggap mencukupi dengan mengusap satu rambut saja, semisal, dengan syarat rambut tersebut masih berada pada batas kepala.

Disunahkan untuk mengusap semua bagian kepala dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a.    Meletakkan kedua jempol pelipis,
b.    Menempelkan kedua jari telunjuk,
c.    Pengusapan dimulai dari kepala bagian depan dilanjutkan kebelakang,
d.    Setelah sampai pada ujung kepala, kembali ke bagian kepala depan. Hal ini dilakukan jika memang rambutnya dapat berbalik, sedangkan jika rambutnya sangat pendek atau panjang, seperti rambut wanita, maka tak usah diusap kedepan lagi.
e.    Ketika mengusap sebagian kepala disunahkan membaca doa :

اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ بِرَحْمَتِكَ، وَأنْزِلْ عَلَيَّ مِنْ بَرَكَتِكَ، وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّكَ، اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ.

“Ya Allah.. liputilah diriku dengan rahmat-Mu, turunkanlah keberkahan-Mu kepadaku, naungilah diriku kelak dibawah ‘arsy-Mu pada hari dimana tak kan ada lagi naungan lain selain naungan-Mu, ya Allah.. hindarkanlah rambutku dan juga kulitku dari api neraka.”

6.    Disunahkan mengusap kedua telinga.
Caranya adalah sebagai berikut :
a.    Kedua jari telunjuk diletakkan pada bagian dalam telinga, untuk mengusap lipatan-lipatan telinga bagian dalam,
b.    Kedua jempol diletakkan pada bagian luar telinga, untuk mengusap telinga bagian luar dimulai dari bawah,
c.    Pengusapan dilakukan 3 kali.

7.    Kewajiban wudhu yang kelima adalah membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
Agar pembasuhan kaki dilakukan dengan sempurna, diwajibkan bagian betis.

Kesunahan-kesunahan saat membasuh kaki adalah sebagai berikut :
a.    Pembasuhan dimulai dari kaki kanan.
b.    Pembasuhan dimulai dari jari-jari kaki.
c.    Menggosok-gosok kedua kaki saat membasuhnya.
d.    Menyela jari-jari kaki, dilakukan dengan jari kelingking tangan kiri yang dimulai dari jari kelingking kaki kanan dan berakhir pada kelingking kaki kiri.
e.    Membasuh kedua kaki sampai pada bagian dibawah lutut.
f.    Ketika membasuh kaki kanan membaca do’a :

اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ مَعَ أَقْدَامِ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ.

“Ya Allah... Tetapkanlah kedua telapak kakiku kelak saat melewati jembatan, bersama hamba-hambamu yanhg sholeh.”

g.    Ketika membasuh kaki kiri membasuh do’a :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِِكَ أَنْ تَزِلَّ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ فِي النَّارِ يَوْمَ تَزِلُّ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْمُشْرِكِيْنَ.

“Ya Allah... aku berlindung kepada-Mu dari terpelesetnya telapak kakiku kedalam neraka kelak saat melewati jembatan, pada hari dimana telapak kaki orang-orang munafiq dan orang-orang musyrik terpeleset.”.

h.    Pembasuhan kedua kaki dilakukan 3 kali.

     Setelah selesai wudhu disunahkan mengerjakan hal-hal berikut ini :

1.    Menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, lalu membaca do’a :

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah satu-satunya, yang tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul (utusan) Allah. Ya Alla.. jadikanlah aku sebagian dari orang orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bersuci.”

2.    Membaca surat Al-Qodr (Inna Anzalna), sebanyak 3 kali.
3.    Membaca surat Al-ikhlas (Qulhu).
4.    Mengerjakan sholat sunat wudhu.
Sholat sunat wudhu adalah 2 roka’at sholat sunat yang dikerjakan setelah wudhu. Berikut tata cara mengerjakannya :
     Pada Roka'at pertama, setelah membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca :
1.    Ayat ke-64 dari surat An-Nisa' (Mulai "WALAU ANNAHUM") ;

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوااللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

"Dan sesungguhnya jikalau mereka ketika Menganiaya dirinyadatang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rosulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Alloh Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (Q.S. An-Nisa' : 64)

2.    Istighfar, dengan membaca "ASTAGHFIRULLOH" tiga kali sesudahnya.
3.    Surat Al-Kafirun sesudah membaca istighfar.

     Pada roka'at kedua, setelah membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca :
1.    Ayat ke-110 dari surat An-Nisa' ;

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan Menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. An-Nisa' : 110)
2.    Istighfar, dengan membaca "ASTAGHFIRULLOH" tiga kali sesudahnya.
3.    Surat Al-Ikhlas sesudah membaca istighfar.

     Setelah selesai sholat, berdzikir dengan membaca :
1.    ALLOHU AKBAR  10X
2.    ALHAMDULILLAH  10X
3.    LA ILAHA ILLALLOH  10X
4.    ASTAGHFIRULLOH  10X
5.    SUBHANALLOH WABIHAMDIH  10X
6.    SUBHANAL MALIKUL QUDDUS  10X
7.     Membaca do’a;

اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ ضَيْقِ الدُّنْيَا وَمِنْ ضَيْقِ يَوْمِ الْقِيَاَمَةِ.

 “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta perlindungan kepadaMU dari kesulitan dunia dan kesulitan dihari kiamat".