Home » , » Orang Yang Fasiq, Sahkah Menjadi Wali Nikah? (Fatwa Izzudin Ibnu Abdissalam)

Orang Yang Fasiq, Sahkah Menjadi Wali Nikah? (Fatwa Izzudin Ibnu Abdissalam)

Written By siroj munir on Selasa, 26 Agustus 2014 | 23.40.00



Pertanyaan : Apakah dianggap cukup perwalian dari orang fasiq (banyak melakukan dosa / pernah melakukan dosa besar dan belum taubat) ataukah tidak ? lalu jika seseorang menikah dengan wali ini, pernikahannya dihukumi sah atau tidak ?

Jawaban : Menurut pendapat yang ashoh (lebih sahih) kefasikan tidak mencegah status perwalian nikah, sebab sifat adil yang disyaratkan dalam perwalian bertujuan untuuk mendorong agar para wali melaksanakan kemaslahatan dalam perwaliannya dan mencegah untuk melakukan kemafsadatan, sedangkan secara naluri seorang wali tentu akan melakukan hal yang menjadikan kemaslahatan pernikahan dan mencegahnya untuk melakukan sesuatu yang akan menjadi aib bagi dirinya sendiri dan bagi orang yang yang dinikahkan, dan pencegah yang bersifat naluri lebih kuat daripada pencegahan syar'i.

Referensi : Fatawa Imam Al-izz ibn Abdissalam, hal. 44

مسئلة : هل تنعقد الولاية من فاسق أم لا ؟ فإذا زوج المتولى مستندا إلى هذه الولاية فهل يصح النكاح أم لا ؟

الجواب : الأصح أن الفسق لا يمنع من ولاية النكاح، لأن العدالة شرطت من الولايات حثا للولاة على القيام بمصالح الولايات ودفع مفاسدها، وطبع الوالي يحثه على تحصيل مصالح النكاح ويزعه عن إدخال العار على نفسه وعلى وليه، والوازع الطبعي أقوى من الوازع الشرعي.