Home » » Perbedaan Kadar Najis Antara Kencing Bayi Laki-Laki Dan Perempuan

Perbedaan Kadar Najis Antara Kencing Bayi Laki-Laki Dan Perempuan

Written By siroj munir on Rabu, 18 November 2015 | 03.07.00




Assalamu'alaikum.
Mau tanya, mengapa air kencing bayi laki-laki 2 tahun yang hanya minum ASI najisnya lebih ringan dari pada bayi perempuan?

(Dari Siti Barokah).

Jawaban:

Wa ‘alaikum salam.
Mengenai kencing bayi laki-laki dan perempuan untuk pensuciannya memang dibedakan dalam syari’at Islam. Ini berlaku untuk bayi yang menjadikan Air Susu Ibu (ASI) sebagai kebutuhan makannya, belum menjadikan makanan selain ASI sebagai konsumsi pokok. Kencing bayi laki-laki cukup diperciki air sedangkan bayi perempuan harus dicuci sebagaimana kencing orang dewasa. Masalah ini telah dikabarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya:

يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الْغُلاَمِ

“Kencing bayi perempuan itu dicuci, sedangkan bayi laki-laki diperciki.” (HR. Abu Daud no. 376 dan An Nasai no. 305). 

Juga pada hadits yang lain:

عَنْ أُمِّ قَيْسٍ بِنْتِ مِحْصَنٍ أَنَّهَا أَتَتْ بِابْنٍ لَهَا صَغِيرٍ، لَمْ يَأْكُلِ الطَّعَامَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم  فَأَجْلَسَهُ فِى حِجْرِهِ، فَبَالَ عَلَى ثَوْبِهِ، فَدَعَا بِمَاءٍ فَنَضَحَهُ وَلَمْ يَغْسِلْهُ

"Dari Ummu Qais binti Mihshan, bahwasanya ia datang dengan anak laki-lakinya yang masih kecil yang belum mengkonsumsi makanan. Ia membawa anak tersebut ke hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau lantas mendudukkan anak tersebut di pangkuannya. Lalu anak tersebut kencing di pakaian beliau. Beliau lantas meminta air dan memerciki bekas kencing tersebut tanpa mencucinya". (HR. Bukhari no. 223 dan Muslim no. 287).

Untuk masalah perbedaan kadar najisnya kencing bayi laki-laki dan perempuan, kenapa kencing bayi laki-laki lebih ringan? Ulama madzhab Syafi’iyah telah merinci perbedaannya sebagai berikut:

a. Kencing bayi laki-laki lebih lembut ketimbang kencing bayi perempuan, sehingga bertemunya kencing laki-laki dengan tempat yang terkencingi tidak sekuat bayi perempuan. Karenanya kencing laki-laki diringankan hukumnya, tidak bagi kencing bayi wanita.

b. Tanda balighnya anak laki-laki ditandai dengan cairan suci yaitu mani, sedang tanda balighnya anak perempuan ditandai dengan mani dan cairan najis yaitu darah haid. Oleh karena itu sangat berpengaruh pada sifat kenajisan air kencing perempuan.Terkait dengan hal ini, asal kejadian laki-laki dari dari air dan tanah yang suci, sedang asal kejadian wanita dari tulang, daging dan darah (najis) karena Hawa tercipta dari tulang rusuk Nabi Adam AS yang pendek.

c. Air kencing anak perempuan lebih pekat, lebih kekuning-kuningan dan lebih tajam baunya. Berbeda dengan kencing anak laki-laki.
Wallahu a’lam.

(Dijawab oleh: Al Murtadho).

Referensi:

Mughniy al Muhtaj juz 1 hal. 241

عن أم قيس «أنها جاءت بابن لها صغير لم يأكل الطعام فأجلسه رسول الله - صلى الله عليه وسلم - في حجره فبال عليه فدعا بماء فنضحه ولم يغسله» ولخبر الترمذي وحسنه «يغسل من بول الجارية ويرش من بول الغلام» وفرق بينهما بأن الائتلاف بحمل الصبي أكثر فخفف في بوله، وبأن بوله أرق من بولها فلا يلصق بالمحل لصوق بولها به وألحق بها الخنثى، وبأن بول الصبي من ماء وطين وبولها من لحم ودم؛ لأن حواء خلقت من ضلع آدم القصير. رواه ابن ماجه في سننه عن الشافعي. وقيل: لما كان بلوغ الغلام بمائع طاهر، وهو المني وبلوغها بمائع كذلك وبنجس، وهو الحيض جاز أن يفترقا في حكم طهارة البول. قاله الماوردي، ونظر بعضهم في الفرق الثالث بأن المخلوق من تراب هو آدم ومن ضلع هي حواء

Hasyiyah al Bujairamy 'alal Khathib juz 1 hal. 320

قوله: (وبأن بوله أرق) ؛ لأن بول الذكر من ماء وطين وبولها من لحم ودم؛ لأن حواء خلقت من ضلع آدم القصير

Al Majmu' Syarh al Muhadzdzab juz 2 hal. 590

وذكر أصحابنا في الفرق بين بول الصبي والصبية من حيث المعنى فرقين أحدهما أن بولها أثخن وألصق بالمحل والثاني أن الاعتناء بالصبي أكثر فإنه يحمله الرجال والنساء في العادة والصبية لا يحملها إلا النساء غالبا فالابتلاء بالصبي أكثر وأعم والله أعلم